10 Alasan Mengapa Orang Kristen Merayakan Natal
7. Natal Sebagai Sarana Persekutuan Agung antara Manusia dengan Allah
Alasan berikut mengapa orang Kristen harus merayakan natal ialah sebab natal sebagai sarana persekutuan agung antara manusia berdosa dengan Allah, yang mengasihi manusia dengan kasih-Nya yang mulia.
Keadaan manusia yang berdosa telah membuat semua orang terpisah dengan Allah. Tidak ada sarana yang sempurna untuk kembali memulihkan hubungan Allah dengan manusia, semasa di Taman Eden. Raja-raja, malaikat-malaikat, atau makhluk apapun tidak bisa menjadi juruselamat manusia.
Bahkan, makhluk terhebat sekalipun di jagad raya ini tidak bisa menyelamatkan manusia dan dirinya sendiri, apalagi manusia itu sendiri, yang katanya bisa menjadi dewa. Bahkan hukum Taurat sendiri bukanlah sarana sempurna dalam penyelamatan manusia.
Baca juga: 7 Hal tentang Kisah Santa Klaus yang perlu Anda Ketahui
Hukum Taurat tidak mampu menolong manusia agar kembali membuat manusia memiliki persekutuan agung dengan Bapa seperti sedia kala, sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Justru sebaliknya, Hukum Taurat berlaku sebagai penuntun. Hukum Taurat dipersiapkan untuk Kristus.
“Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.” (Galatia 3:24-25)
Peristiwa kelahiran Kristus adalah peristiwa agung, awal di mana manusia mengalami pemulihan sehingga dapat menjalin persekutuan agung dengan Bapa.
8. Peristiwa Natal Sebagai Warning bahwa Tuhan Yesus Akan Datang Kedua Kali
Alasan berikutnya mengapa orang Kristen merayakan natal ialah karena peristiwa natal merupakan peringatan atau warning yang seharusnya terus didengungkan. Agar manusia memiliki kesadaran penuh untuk mempersiapkan diri pada kedatangan Kristus yang kedua kali. (Baca juga artikel, “Kedatangan Kristus Kedua Kali”)
Sebenarnya, merayakan natal itu, bukan lagi merayakan Bayi Yesus di atas palungan. Sebab Tuhan Yesus bukan Bayi lagi, melainkan Ia adalah Tuhan dan Juruselamat yang kini bertakhta di sorga. Namun, kita juga perlu memaknai dengan benar mengapa Bayi Yesus di atas palungan.
Sebab hal itu menunjukkan bahwa Kristus yang adalah Tuhan dan Raja, rela menjadi miskin karena kita. Bahkan Ia bersedia ditempatkan di dalam palungan, karena kasih-Nya bagi dunia. Dengan kerelaan-Nya itu, para gembala domba yang dianggap pekerjaan paling hina saat itu, pun mendapat kesempatan terindah bertemu langsung dengan Sang Raja, Mesias.
Baca juga: Mesias yang Dijanjikan dalam Alkitab, Ini Penjelasannya…
Jadi, merayakan natal bukan merayakan Sang Bayi Yesus, melainkan merayakan bahwa Sang Bayi itu, yang kini adalah Tuhan, Raja, dan Juruselamat dunia. Ia berkuasa dan memerintah dalam kekekalan dan memberikan hidup kekal bagi orang-orang yang mengasihi Dia.
Yohanes 3:36 menyebutkan, “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”
Maka, natal juga tidak bisa dipisahkan dari mengingatkan orang percaya bahwa Tuhan Yesus yang telah datang, akan datang kedua kali memerintah sebagai Raja, Hakim, dan Tuhan.
Dengan kata lain, natal yang dirayakan setiap tahun merupakan warning atau peringatan serius dan tegas bagi manusia bahwa Kristus akan datang kedua kali. Karena itu, setiap orang harus mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya.
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman. (Yohanes 6:40)
9. Natal sebagai pengingat orang Kristen harus hidup dalam pertobatan
Alasan berikutnya mengapa orang Kristen harus merayakan natal, sebab natal sebagai pengingat bahwa orang Kristen harus hidup dalam pertobatan, harus hidup benar di hadapan Tuhan.
Fakta membuktikan ada banyak orang Kristen yang sebenarnya cara hidup mereka jauh dari pertobatan iman. Parahnya, mereka beribadah hanya untuk mempertontonkan kepemilikannya, menjadi pejabat gereja, dan agar beroleh penghormatan dari warga gereja lokal.
Bahkan ada yang mengaku orang Kristen tetapi korupsi jalan terus, penindasan dianggap biasa, mengambil hak orang lain dianggap benar, perkataan tidak di jaga, dan cara hidupnya lebih cenderung seperti orang yang tidak takut akan Tuhan.
Ada lagi gaya hidup yang tidak berkenan di hadapan Bapa, seperti mabuk-mabukkan, perzinahan, dan pikiran kotor. Serta perbuatan dosa lainnya, yang sebenarnya berujung kepada kebinasaan kekal.
Seharusnya merayakan natal disertai dengan hidup dalam pertobatan, bukan pesta pora, mabuk-mabukkan, atau untuk kesenangan-kesenangan fana.
Baca juga: 12 TOKOH KELAHIRAN KRISTUS, DI ANTARANYA ADA RAJA KEJAM…
Sayangnya, natal dirayakan selain untuk pesta pora, juga hanya menjadikan Kristus lahir di hatinya setiap tahun saja, tanpa hidup dalam pertobatan.
Setiap natal tiba, selalu berkata “Tuhan Yesus lahirlah di hatiku.” Hal ini merupakan bukti bahwa orang tersebut, tidak hidup dalam pertobatan. Seharusnya setelah mengundang Yesus lahir di hati, maka brtumbuh semakin dewasa dan hidup dalam pertobatan, bukannya bertahun-tahun hanya menjadi kanak-kanak rohani, karena Kristus lahir di hatinya hanya setiap natal saja.
Apabila, tahun ini kita berkesempatan merayakan natal, jadikanlah natal ini sebagai pengingat bagi kita untuk hidup dalam pertobatan dan semakin dewasa secara rohani.
10. Perayaan Natal Sebagai Kesempatan Bersaksi Kepada Dunia
Alasan terakhir mengapa orang Kristen harus merayakan natal, sebab perayaan natal sebenarnya sebagai kesempatan bagi orang percaya untuk bersaksi kepada dunia, bahwa Kristus telah lahir dan Ia adalah Tuhan dan Juruselamat dunia.
Kesempatan bagi orang percaya untuk memperkenalkan Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tentu juga melalui peristiwa natal.
Saat ini dunia merayakan natal namun bukan dengan makna yang sesungguhnya, melainkan untuk euforia-nya. Gempita natal terdengar begitu meriah dan sangat mengagumkan, terlihat dari pajangan-pajangan atau asesoris-asesoris yang dipertontonkan.
Baca juga: Surat Kristus yang Terbuka; Jadilah Iklannya Tuhan!
Nah, inilah kesempatan bagi kita untuk menjelaskan makna natal yang sesungguhnya. Dan perbedaan kita dalam merayakan natal, selain memaknai natal dengan benar, kita juga memperlihatkan Kristus melalui sikap hidup kita.
Karena itu, kita harus hidup dalam pertobatan, sehingga orang lain melihat Kristus di dalam kita.
Marilah kita berkomitmen menjadi saksi Kristus yang benar, dan peristiwa natal seharusnya mengingatkan kita agar setiap waktu kita menjadi saksi Kristus yang benar.
Penutup
Inilah 10 alasan Mengapa Orang Kristen Merayakan Natal.
Meski ada dalil dari mereka yang menentang perayaan natal, kiranya hal tersebut tidak menjadi surut semangat kita dalam merayakan natal.
Baca juga: 7 ALASAN TUHAN YESUS HARUS MATI BAGI DUNIA
Dalam merayakan natal, marilah kita memaknai natal dengan benar dan seharusnya. Jangan larut dengan kemegahan dan pesta pora, melainkan kita memerhatikan keadaan rohani kita dan mendandaninya dengan karakter Kristus.
Tetaplah bertekun di dalam Tuhan, baik pada hari natal maupun di hari-hari berikutnya, bahkan sampai kedatangan-Nya yang kedua kali.
(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)
Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “10 Alasan Mengapa Orang Kristen Merayakan Natal” ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.
Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.
Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.
Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 10 Alasan Mengapa Orang Kristen Merayakan Natal ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!
Kunjungi beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!
- 7 Prinsip Menjadi Berkat bagi Sesama Melalui Segala Aspek
- 39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasan Singkat (Bag. 1)
- 12 Murid Tuhan Yesus dengan Kisah Akhir Hidup (Bag. 1)
- 12 Murid Tuhan Yesus dengan Kisah Akhir Hidup (Bag. 2)
- 10 HARI RAYA YAHUDI DALAM AlKITAB DAN SEJARAH ISRAEL
- 5 MAKNA KEMERDEKAAN ROHANI SEJATI, PENTING DIKETAHUI
- Dokter Berhati Mulia; Rela Menggelandang Tiap Malam…
Related Posts
-
7 MAKNA KEMATIAN KRISTUS BAGI UMAT MANUSIA
Tidak ada komentar | Mei 6, 2019 -
Memancarkan Kasih Natal adalah Wujud Mengasihi Tuhan
Tidak ada komentar | Des 26, 2019 -
7 MAKNA KENAIKAN TUHAN YESUS KE SORGA
1 Komentar | Jun 8, 2019 -
7 Prinsip Menjadi Berkat bagi Sesama Melalui Segala Aspek
Tidak ada komentar | Des 12, 2019
About The Author
julian JT.
Lulusan S1 Teologi di STT Lintas Budaya Jakarta. Berkarya dalam tulisan renungan Kristen, pengkhotbah, web content, dan pengajar. Quote: "Fokus hidup orang percaya sejatinya ialah menjadi serupa dengan Kristus."

