Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

10 AYAT ALKITAB TEROBOSAN ROHANI, PERLU DIREALISASIKAN

Fokus Hidup“Seperti apa terobosan rohani itu? Mengapa orang Kristen harus melakukan terobosan rohani? Bagaimana caranya merealisasikannya? Temukan jawabannya dalam artikel yang berjudul, 10 Ayat Alkitab Terobosan Rohani, Perlu Direalisasikan ini.”

Menjadi pengikut Kristus tentunya tidak hanya sekadar beribadah atau stagnan pada hanya percaya saja, melainkan harus aktif melakukan perubahan kepada terobosan rohani.

Maksud terobosan rohani adalah kita harus membuat gebrakan rohani secara serius dan sungguh-sungguh atau secara radikal. Apabila kita tidak melakukan terobosan rohani, maka tentu hanya ada dua pilihan, yakni suam-suam kuku ataukah sungguh-sungguh.

Baca juga: Menjaga Status Iman, Ini yang Seharusnya Kita Lakukan…

Pilihan yang salah dapat membuat kita tidak bisa masuk dalam perlombaan iman dan tidak berakhir dalam kemenangan rohani. Bahkan jangan-jangan kita ditolak.

Dalam Matius 7:21-23, disebutkan:

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Maka, pilihan kitalah yang menentukan apakah kita masuk sorga atau tidak. Iman kita harus hidup, yakni disertai dengan tindakan. Bila tidak ada tindakan maka iman kita mati. Karena itu, pastikan kita membuat pilihan yang tepat, yakni memilih kekekalan.

Untuk itu, kita perlu melakukan gebrakan atau terobosan rohani kita dari level biasa ke level yang tinggi. Bagaimana caranya?

Berikut ini akan dijelaskan 10 ayat Alkitab terobosan rohani yang perlu kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari sampai kita kembali kepada-Nya dan menjadi anggota kerajaan Allah.

 

1. Kolose 3:1-4, Ayat Alkitab Terobosan Rohani

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

 

Ayat Alkitab Terobosan rohani pertama, yang perlu kita realisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari adalah berfokus kepada perkara yang di atas.

Ketika kita menjadi orang yang percaya kepada Tuhan, dimana kita telah dibangkitkan bersama dengan Kristus atau mengalami pembenaran rohani, maka kita harus melakukan terobosan rohani. Yakni selain memperlihatkan pertobatan kita atau menjadi manusia baru, kita juga harus selalu bahkan setiap waktu mempersoalkan perkara-perkara rohani.

Maksud mempersoalkan persoalan rohani adalah kita berusaha untuk berurusan dengan perkara yang di atas, di mana orientasi, hidup, dan tujuan kita hanyalah Kristus.

Arti perkara-perkara rohani tentu terkait dengan pertobatan, belajar Alkitab dengan tekun, hidup di dalam kasih, melakukan kehendak-Nya, dan berjuang dalam iman untuk semakin sempurna atau seperti Yesus.

Baca juga: Menjadi Sempurna; Bukan Sekadar Baik Saja, tetapi…

Ini adalah mutlak yang harus dilakukan oleh orang percaya, yakni selama ia hidup di dunia ini, ia harus berjuang hidup seperti Kristus.

Menariknya, kesetiaan dan ketekunan atau perjuangan iman kita selama di bumi, akan beroleh hasil setimpal, yakni kita akan bersama-sama dengan Kristus di dalam kemuliaan-Nya.

 

2. 1 Timotius 6:8-12, Ayat Alkitab Terobosan Rohani

“Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.”

 

Ayat Alkitab Terobosan rohani kedua, yang perlu kita realisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari adalah janganlah terikat dengan dunia ini dan jangan terfokus dengan perkara duniawi.

Orang yang mengejar kekayaan atau hanya memperkaya diri, mereka akan berujung kepada kemalangan secara rohani. Sebab, “Mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.”

Jelaslah mereka akan terikat dengan dunia ini. Keinginan mereka di isi dengan ambisi-ambisi manusiawi. Yakni telah diberkati banyak namun tidak pernah merasa puas, bahkan ingin terus memperbanyak kekayaan dan kekuasaannya. Hingga akhirnya kekayaan membinasakan mereka.

Orang yang bergelimang harta dan terikat dengan dunia ini, tentu mereka takut hidup sengsara dan terus menumpuk harta. Alih-alih untuk hari esok, padahal takut miskin. Mereka juga kebanyakan bergaya hidup mewah, pesta pora, dan memuaskan berbagai keinginan mata.

Parahnya, ada banyak orang kaya yang pelit, sombong, mementingkan diri sendiri, gila harta, gila hormat, merendahkan kaum lemah, bahkan menindas orang miskin.

Baca juga: Upgrade Performa Iman Anda Dengan Benar

Maka sebagai orang percaya, kita haruslah belajar mencukupkan diri, tidak mencintai dunia ini, dan tidak terikat dengan harta dunia.

Bolehkah orang Kristen menjadi kaya? Tidak bisa dipungkiri, banyak hal yang kita butuhkan harus menggunakan uang. Pelayanan gereja, membahagiakan orang tua, menyekolahkan anak, menikah, dsb-nya membutuhkan uang. Namun, uang bukan segala-galanya.

Dengan alasan-alasan di atas, maka jelas orang Kristen boleh kaya. Bahkan kalau bisa harus kaya agar menjadi berkat bagi keluarga besar, sesama, dan untuk pelayanan gerejawi. Tetapi janganlah kita mewarisi sifat-sifat orang kaya yang negatif dan jangan menjadi cinta uang.

Jadilah orang kaya yang memiliki sifat elegan sebagai anak Tuhan. Jangan terikat dengan dunia ini, melainkan “kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan,” dan masuklah dalam perlombaan iman agar memperoleh hidup kekal.

Namun, untuk menjadi kaya tidak bisa dengan bermalas-malasan dan dengan berdoa saja. Haruslah giat, tekun, jujur, bekerja keras, dan haruslah memiliki hati yang takut akan Tuhan.

 

3. Roma 12:1-3, Ayat Alkitab Terobosan Rohani

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.”

 

Ayat Alkitab Terobosan rohani ketiga, yang perlu kita realisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari adalah menerapkan ibadah yang sejati, yakni mempersembahkan tubuh.

Paulus menasihatkan jemaat Roma demi anugerah Allah agar tubuh/hidup mereka dipersembahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Mempersembahkan tubuh itu berarti mempersembahkan persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya. Dan itu adalah standar ibadah yang benar atau ibadah yang seharusnya, “itu adalah ibadahmu yang sejati”.

Jelas sekali nasihat Paulus ini, juga untuk orang percaya di segala zaman, termasuk kepada kita. Dan hal ini perlu menjadi target kita di hari ini, esok, dan seterusnya. Terobosan rohani kita adalah biarlah kita mempersembahkan hidup kita dengan bergaya hidup sebagai anak Tuhan yang sah.

Tentu gaya hidup anak Tuhan yang sejati, bukanlah hidup asal-asalan saja dan sekadar percaya, melainkan harus menghidupi kebenaran-Nya. Cara yang tepat untuk kita bisa mempersembahkan tubuh kita adalah jangan serupa dengan dunia ini, yakni cara berpikir dan gaya hidup kita harus sesuai dengan standar Tuhan.

Selain itu, kita harus mengalami pembaharuan akal budi hari demi hari agar selaras dengan pikiran dan perasaan Kristus. Sehingga kehendak kita di atas kehendak-Nya dan kita dibimbing kepada pengenalan yang benar akan Tuhan.

Baca juga: GENERASI PENYEMBAH: 3 CARA MENJADI PENYEMBAH BAPA

Dengan demikian, kita bisa membedakan manakah kehendak-Nya dan bukan kehendak-Nya. Bahkan, selain kita hidup seturut kehendak-Nya, kita juga harus menguasai diri kita.

Untuk kita bisa mempersembahkan tubuh ini menjadi persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah, dan sebagai ibadah kita yang sejati, maka ada beberapa hal yang perlu kita lakukan dan perjuangkan.

Yakni, jangan serupa dengan dunia ini, milikilah paradigma Kristus agar kita dituntun kepada seluruh kebenaran-Nya, dan menguasai diri kita sehingga kita tetap kudus, taat, dan tunduk pada kehendak-Nya sampai akhir hidup kita.

Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Loading...

Tinggalkan komentar Anda

error:
Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by