Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

Dokter Berhati Mulia; Rela Menggelandang Tiap Malam…

Dokter Berhati Mulia
Via img: https://thelogicalindian.com

Fokus Hidup“Seorang dokter berhati mulia turun ke bawah dan rela menggelandang. Seperti apa kisahnya? Mengapa kita harus menolong sesama? Apa konsekuensinya bila kita bersedia atau tidak bersedia menolong sesama? Simak dengan seksama artikel berjudul Dokter Berhati Mulia; Rela Menggelandang Tiap Malam… ini.”

 

Bacaan Nats: 1 Yohanes 1:16-21
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. 
Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, 
ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. 

Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau 
kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena 
sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan 
ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, 
ia tidak sempurna di dalam kasih. 

Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. 

Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci 
saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak 
mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi 
Allah, yang tidak dilihatnya. 

Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi 
Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

 

Melakukan tindakan mulia, yakni menolong sesama, seperti kepada kaum papa dan orang-orang yang membutuhkan, terkadang membutuhkan strategi untuk masuk ke kalangan mereka agar mudah diterima. Salah satunya, berpakaian layaknya seorang “jalanan”.

Hal ini dilakukan oleh seorang yang berprofesi dokter, Jim Whiters. Demi menolong sesama, ia rela turun ke bawah. Inilah kisahnya!

Baca juga: Inspiratif! Seorang Gembel yang Baik Hati, Berbagilah…

Seorang dokter yang berhati mulia, seperti halnya dokter Jim Whiters ini sangat jarang ditemui.

Jim Whiters adalah seorang dokter di Pittsburgh, Pennsylvania yang rela berdandan di malam hari layaknya seorang gelandangan. Setiap malam, ia mengenakan pakaian lusuh sambil membawa tas usang dan berkeliling kota bersama rekannya Mike Sallows seorang mantan gelandangan.

Jim berpenampilan seperti itu bukanlah tanpa tujuan. Ia melakukannya supaya dapat mengobati para tunawisma yang ditemuinya di jalan bila sedang menderita sakit.

Jim menyadari masih banyak tunawisma yang tidak mendapatkan layanan kesehatan yang semestinya, “Sejak mulai melihat isu-isu kesehatan, saya mulai menyadari bahwa masih banyak orang sengsara, dengan kondisi memperihatinkan dan belum bisa mengakses layanan kesehatan,” ucap Jim.

Awalnya, Jim tidak memiliki pengalaman di jalanan sehingga ia sulit mendekati para gelandangan untuk diperiksa. Hingga akhirnya, ia bertemu dengan Mike Sallows yang menyarankannya untuk tidak menggunakan pakaian dokter karena mereka tidak suka dengan hal itu.

Dari situlah Jim dokter berhati mulia ini, berpenampilan layaknya seorang gelandangan.

Dengan bantuan Mike, Jim dapat masuk dalam komunitas gelandangan dan pengemis. Berpakaian lusuh sambil membawa tas punggung berisi obat-obatan, ia menghampiri para tunawisma di pinggir-pinggir jalan hingga di bawah kolong jembatan.

Ternyata, Jim telah melakukan hal ini sejak tahun 1992, dan diperkirakan ia sudah mengobati lebih dari 26,400 orang atau sekitar 1200 orang setiap tahun. Kemudian ia mendirikan yayasan nirlaba Operation Safety Net yang merupakan bagian dari Pittsburgh Mercy Health System.

Hingga kini, sudah lebih dari 90 negara yang telah mengembangkan unit kesehatan jalanan.

Menolong sesama adalah hal yang penting dan merupakan tugas orang percaya. Kita perlu memperlihatkan perbuatan kasih bagi dunia agar mereka melihat Kristus hidup di dalam kita.

Baca juga: Dampak Kebaikan Kecil bagi Orang Lain

Apalagi, Tuhan menghendaki kita sebagai orang percaya untuk menjadi terang dan memperlihatkan kasih kita kepada dunia. Dan terkadang orang-orang seperti itulah yang dikirimkan Tuhan untuk kita bisa berbagi dan mengasihi mereka. Mengenai perbuatan kasih dan upah yang diterima karena perbuatan mulia itu, Tuhan Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan yang terdapat dalam Matius 25:34-40.

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?

Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Orang yang mempraktekkan kasih Kristus kepada sesama, jelas akan masuk kepada kerajaan kekal-Nya, Sebab menolong sesama yang membutuhkan sama seperti halnya kita melakukan untuk Tuhan. Sebaliknya, penolakan akan terjadi bagi mereka yang tidak mau mengasihi sesama yang terdapat dalam Matius 25:41-46.

Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?

Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

Apa yang dilakukan oleh Jim Whiters dokter berhati mulia ini, di mana ia rela menggelandang tiap malam hanya untuk memberikan pengobatan gratis kepada kaum terpinggirkan, tentu merupakan tindakan yang mulia di mana Tuhan berkenan atasnya.

Baca juga: Hasil Dari Berbuat Kebaikan; Riil, Kisah Si Pelayan Hotel…

Selain itu, perbuatannya ini, patut menjadi inspirasi bagi kita untuk menolong saudara seiman dan mereka yang di luar Kristus. Sebab, banyak orang yang berkekurangan dan menderita membutuhkan uluran tangan kita.

Jika kita melihat panggilan Tuhan yang nyata dalam hidup kita, tentu kita akan meyadari bahwa kita ini dipanggil dan dipilih oleh Tuhan sebagai gereja-Nya untuk menjadi terang bagi dunia, termasuk melakukan pelayanan holistik, yakni rohani dan jasmani.

Yang perlu direnungkan adalah sejauh mana kita memiliki kasih untuk menolong orang lain? Sejauh mana kepeduliaan kita kepada sesama yang membutuhkan pertolongan?

Saat inilah waktunya kita beraksi mewarnai dunia dengan kasih Kristus agar mereka berkesempatan menerima Injil. Tetapi terutama, perbuatan kasih itu haruslah dimulai dari keluarga, saudara seiman, lingkungan, dan selanjutnya kepada semua orang.

Baca juga: Merugikan Orang Lain? Hindarilah Hal ini…

Belajarlah mengasihi sebagaimana Tuhan Yesus terlebih dahulu mengasihi kita. Dan pergunakanlah kemampuan kita untuk menolong orang lain, sebagaimana perbuatan mulia yang telah dilakukan oleh Jim Withers.

Jangan menunda-nunda, rangkailah kerohanian kita dengan melakukan tindakan kasih terhadap sesama. Sebab tanpa kita sadari, kita pun melakukannya untuk Tuhan dan perbuatan seperti itulah yang dikehendaki Tuhan.

 

DOA
Bapa sorgawi, bawa aku untuk masuk dalam rencanaMu yang indah dan biarlah aku menjadi berkat bagi siapa saja, termasuk yang menderita. Dalam nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.

dokter berhati mulia rela menggelandang

 

(Tulisan ini adalah tulisan asli penulis yang sebagian isi sudah dimuat dalam renungan harian Manna Sorgawi)
(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Dokter Berhati Mulia; Rela Menggelandang Tiap Malam…” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda.

Like (Sukai) juga Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Dan bergabunglah juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI.

Silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah artikel ini untuk menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

 

Kunjungi juga beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

Tinggalkan komentar Anda

Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by
error: