Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

Fokus Hidup Orang Percaya; Bangunlah Kerohanian Anda…

Fokus Hidup Orang Percaya
Via img: https://www.livinghopecov.com

Fokus Hidup“Seperti apakah fokus hidup orang percaya itu? Mengapa fokus hidup kita harus berfokus kepada Tuhan? Bagaimana agar memiliki fokus hidup yang benar sebagai orang percaya? Simak renungan yang berjudul Fokus Hidup Orang Percaya; Bangunlah Kerohanian Anda… ini.”

 

Bacaan Nats: Matius 19:16-22; 2 Timotius 4:9-11
Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik 
apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" (ay. 16)

Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? 
Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, 
turutilah segala perintah Allah." (ay. 17)

Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, 
jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, (ay. 18)

hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu 
sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa 
lagi yang masih kurang?" (ay. 19-20)

Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah 
segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan 
beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (ay. 21)

Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab 
banyak hartanya. (ay. 22)
Matius 19:16-22

Berusahalah supaya segera datang kepadaku, karena Demas telah mencintai dunia ini 
dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi 
ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. (ay. 9-10)

Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, 
karena pelayanannya penting bagiku. (ay. 11)
2 Timotius 4:9-11

 

Dalam suatu perlombaan, setiap peserta dituntut untuk fokus dalam pertandingan agar bisa menjadi juara.

Coba bayangkan bila ada seorang peserta dalam perlombaan lari, ketika ia berlari, pandangannya terfokus kepada penonton atau apapun di sekitarnya yang dapat mencuri perhatiannya.

Tentu hal itu akan mempengaruhi kecepatannya dalam berlari. Pastilah ia akan tertinggal, bahkan masuk garis finish pada urutan bukan yang pertama dan bisa jadi yang terakhir. Namun bila ia tetap berfokus kepada perlombaannya, terus berlari, penuh  semangat, dan begitu gigih berjuang, maka bisa jadi dialah sang juaranya.

Baca juga: Hoax Versus Realita! Milikilah Integritas Iman…

Tidak hanya di perlombaan, dalam pergulatan kehidupan ini pun, kita juga dituntut untuk selalu fokus, baik dalam pekerjaan, keluarga, atau apapun yang kita kerjakan, sehingga kita beroleh hasil yang maksimal.

Dengan kata lain, fokus itu dibutuhkan dalam segala aktivitas atau apapun yang kita kerjakan, termasuk perkara rohani. Dan seharusnya fokus hidup orang percaya, yakni kepada perkara rohani yang harus digeluti, diseriusi, diminati, dan diperjuangkan.

Namun sayangnya, banyak orang Kristen menjadikan fokus kepada Tuhan itu urutan yang terakhir, bukan yang utama dan terutama.

Apa itu perkara rohani? Yakni berkaitan dengan hal-hal rohani, seperti membiarkan Tuhan menggarap manusia batiniah kita sehingga karakter kita berubah menjadi pribadi yang menyukakan hati Tuhan, berbagi dan mengasihi sesama, dan hidup untuk menyenangkan Tuhan selalu.

Perlu kita sadari bahwa hidup ini bagaikan perlombaan, di mana setiap kita “mau tidak mau atau suka tidak suka”, akan masuk kepada perlombaan yang sejati, yang menentukan ke mana kita berada setelah kematian. Mirisnya, ada banyak orang Kristen yang tidak ingin menyelesaikan pertandingan yang seharusnya mereka lalui. Kefanaan ini menggaet dan memikat hati mereka daripada bersedia menjadi petarung iman yang sejati.

Sebagian orang Kristen faktanya lebih memilih menikmati dunia daripada mengejar kekekalan. Bahkan, sulit memindahkan hati mereka ke sorga, sebab begitu mencintai dunia ini.

Banyak orang yang diperbudak dengan uang dan memperkaya diri, tetapi melihat orang susah dan membutuhkan pertolongan, dengan beribu alasan mereka menolak membantu mereka, meski hatinya sudah tergerak.

Baca juga: 10 AYAT ALKITAB TEROBOSAN ROHANI, PERLU DIREALISASIKAN

Alasan yang sering disebutkan adalah “berdoa dulu, tanya Tuhan dulu”, dan sebagainya. Padahal, berat hati untuk mereka melakukan perbuatan mulia ini sebagaimana dikehendaki Tuhan.

Kisah sulit melepaskan cinta dunia, dapat terlihat dari seorang muda yang datang kepada Yesus. Mengenai kesucian hidup dan taat kepada hukum Taurat, hal itu mudah dilakukannya. Tetapi ketika Tuhan menyuruhnya untuk menjual seluruh hartanya dan membagikan kepada orang miskin, hal ini membuatnya sedih dan sulit baginya untuk melakukan apa yang Tuhan Yesus perintahkan kepadanya.

Ia memilih untuk lebih mencintai hartanya daripada mengikuti perkataan Tuhan yang bernilai kekekalan. Cinta terhadap dunia ini, membuat seseorang tidak bisa berfokus kepada kebenaran dan kehendak Tuhan, sama seperti pemuda tersebut.

Percintaan dengan dunia ini, sering menggantikan fokus seseorang kepada Tuhan. Maka tidak jarang, banyak orang Kristen meninggalkan iman mereka hanya untuk hal yang fana semata.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Demas, di mana ia meninggalkan Paulus dan pelayanannya karena mencintai dunia ini. Hatinya terpaut dengan dunia sehingga mengabaikan harta yang sesungguhnya.

Apa sajakah percintaan dunia yang bisa membuat seseorang mengabaikan harta kekal abadi? Banyak hal yang bisa mengalihkan fokus hidup orang percaya kepada Tuhan, yakni cinta uang, harta dan jabatan, cinta, keinginan daging, atau persoalan hidup. Hal-hal ini sering menggantikan Kristus di hati orang Kristen.

Kristus seharusnya menjadi fokus utama orang Kristen.

Fokus kepada Tuhan tidak berarti kita harus meninggalkan bisnis atau pekerjaan dan keluarga, melainkan kita melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan (Kol. 3:23), itulah fokus hidup yang sesungguhnya.

Boleh kaya tetapi tidak menggantungkan kebahagiaan atas kekayaannya, melainkan bergantung kepada Tuhan saja. Maka inilah hidup yang berfokus dan berkenan kepada Tuhan. Bahkan baginya, pernikahan, memiliki anak, bisnis atau pekerjaan, dan apapun yang ia miliki termasuk barang-barang berharga, bukanlah menjadikan dirinya bahagia melainkan Tuhanlah sumber kebahagiaannya.

Dan barang-barang tersebut dimiliki atas dasar kebutuhan bukan tujuan untuk kebahagiaannya atau agar hatinya bahagia, apalagi untuk pamer atau menyombongkan diri. Maka, ia pun akan memberikan yang terbaik bagi keluarga, pekerjaan, sesama, dan pekerjaan Tuhan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan, sang kebahagiaan-Nya.

Marilah kita berfokus kepada Tuhan, dengan mengutamakan Tuhan dan mencari perkara di atas. Bangunlah kebiasaan-kebiasan yang bisa membuat kita mengalami kedewasaan rohani.

Seperti membaca Alkitab setiap hari, membaca buku-buku rohani, mendengarkan khotbah di Youtube atau televisi, dan perbanyaklah berdoa memuji Tuhan setiap hari. Minimal setengah jam setiap hari. Dan jangan tahan-tahan ketika digerakkan untuk membantu, menolong, atau memberi.

Baca juga: 12 TOKOH KELAHIRAN KRISTUS, DI ANTARANYA ADA RAJA KEJAM…

Tetapi ingat, seleksilah buku-buku rohani yang benar-benar membangun iman, juga seleksi khotbah-khotbah di Youtube apakah pengkhotbahnya memberitakan Injil yang benar atau tidak. Sebab ada banyak buku rohani yang isinya menyesatkan, begitu juga dengan pengkhotbah, ada juga pengajar-pengajar palsu.

Cara seleksinya gunakan nurani kita dan bertanyalah kepada pembimbing rohani apakah buku yang kita baca berisikan ajaran Alkitab yang benar atau tidak dan apakah pengkhotbah itu mengajarkan kebenaran atau yang menyimpang.

Selanjutnya, buatlah daftar halangan atau tantangan Anda untuk fokus kepada Tuhan dan mulailah untuk tinggalkan segala sesuatu di daftar tersebut, yang mengalihkan fokus kita kepada Tuhan.

Sebab fokus hidup orang percaya, sejatinya berfokus kepada Tuhan!

Bangunlah kerohanian kita sejak dini dan paksakanlah diri kita untuk berubah, serta hiduplah sesuai dengan kehendak-Nya. Janganlah kefanaan dan kewajaran hidup mengalihkan fokus kita kepada-Nya. Melangkahlah dalam perkara rohani!

 

DOA
Bapa Sorgawi, mampukan, bombing, dan ajarkan aku agar selalu memiliki fokus yang benar, yakni selalu berfokus kepada Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

 

Fokus Hidup Orang Percaya

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

 

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Fokus Hidup Orang Percaya; Bangunlah Kerohanian Anda…” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda. Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

 

Kunjungi juga beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

 

Tinggalkan komentar Anda

Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by
error: