Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

KATA ALKITAB TENTANG JODOH, INI 3 KRITERIA JODOH KRISTEN…

Kata Alkitab tentang Jodoh Kristen
Via img: https://www.ohhimatchmaking.com

Fokus Hidup “Apa kata Alktab mengenai jodoh Kristen? Seperti apa kriterianya? Dan apa akibatnya bila tidak dengan yang seiman? Simak artikel catatan khutbah yang berjudul  Kata Alkitab tentang Jodoh, Ini 3 Kriteria Jodoh Kristen… ini.”

 

Nats Khotbah: 1 Korintus 7:1-2, 7-9
Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. 
Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, (ay. 1)
 
tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki 
mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai 
suaminya sendiri. (ay. 2)

Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; 
tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, 
yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. (ay. 7)

Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda 
aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan 
seperti aku. (ay. 8)

Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka 
kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena 
hawa nafsu. (ay. 9)

 

Pendahuluan

Yang dimaksud dengan jodoh di tangan Tuhan ialah jodoh ditentukan Tuhan. Apakah jodoh atau pasangan hidup kita sudah ditentukan Tuhan?

Tentu, jika sudah ditentukan Tuhan maka kita tidak perlu mencari sebab sudah ada dan pasti yang terbaik bagi kita? Benarkah?

Benarkah jodoh dari Tuhan? Apa kata Alkitab tentang Jodoh?

 

Latar belakang Nats:

Paulus mengatakan kepada jemaat Korintus adalah baik jika pria tidak menikah, tetapi mengingat bahaya percabulan, maka dianjurkan menikah (ay. 1)

Mengapa Paulus menganjurkan mereka menikah?

  • Ada dosa percabulan (1 Kor. 5:1)
  • Dosa percabulan yang sangat parah
  • Hidup dengan istri ayahnya sendiri
  • Sombong, tidak merasa berdosa dengan dosa percabulan (1 Kor. 5:2)

Ayat 7: Meski Paulus menganjurkan mereka seperti dirinya yang memilih selibat atau menikah, tetapi Paulus akui bahwa menikah atau selibat itu adalah karunia Tuhan. (Cat: Banyak orang menggunakan ayat 7 ini sebagai contoh bahwa jodoh di tangan Tuhan, namun yang dimaksud di sini adalah bahwa seseorang tidak menikah dan sepenuhnya melayani Tuhan seperti halnya Paulus, adalah karunia, menikah juga adalah karunia. Ayat ini tidak berbicara tentang jodoh di tangan Tuhan).

Baca juga: Jodoh Ditentukan Tuhan? Inilah Perspektif Alkitab …

Ayat 8: Jomblo di jemaat Korintus dan janda-janda, supaya tidak menikah sama seperti Paulus.

Ayat 9: Jika tidak dapat menguasai diri, hendaklah mereka menikah supaya tidak hidup dikuasai oleh hawa nafsu.

Di sini juga Paulus hendak memberitahukan bahwa selibat dan menikah tidaklah berdosa, asalkan yang selibat bisa menguasai diri atau hawa nafsu percabulan, dan yang menikah pun dapat membangun keluarga yang cinta Tuhan.

 

Apa Kata Alkitab Tentang Jodoh?

Di dalam Alkitab, hanya ada dua tokoh yang jodohnya ditentukan Tuhan.

  • Adam (Kej. 2:18), sebab tidak ada seorang wanita pun.
  • Hosea (Hos 1:2-3), Tuhan menyuruhnya menikah dengan perempuan sundal

Selebihnya tidak ada yang ditentukan Tuhan untuk si A menikah dengan si B

 

Kata Alkitab tentang Jodoh: Jodoh itu Pilihan

  • Dalam 1 Kor 7:1-2, 7-9 ini, perkataan Paulus tersebut dapat disimpulkan bahwa jodoh itu adalah pilihan, bukan ditentukan Tuhan. Boleh menikah, boleh tidak: itu pilihan.
  • Sama halnya dengan keselamatan, kita bisa memilih percaya atau tidak. Begitu juga dengan jodoh, kita bisa memilih menikah atau tidak.
  • Contoh: Abraham yang memilih jodoh buat Ishak (Kej 24:1-4)
  • Alasan jodoh tidak ditentukan Tuhan: Jika benar jodoh ditentukan dan dari Tuhan, tentu akan ada keharmonisan dan tanpa perceraian. Namun faktanya: terjadi perceraian dan pernikahan dengan yang tidak seiman.

Baca juga: 10 FAKTA JODOH KRISTEN BERDASARKAN ALKITAB

 

Jodoh itu dari Tuhan?

  • Segala sesuatu dari Tuhan termasuk jodoh, sebab ia pencipta segala sesuatu.
  • Tetapi, manusia diberikan kehendak bebas (free will), karena itu manusia pertama bisa jatuh ke dalam dosa akibat pilihan atau kehendak bebas.
  • Dan karena manusia telah berdosa dan jatuh ke dalam dosa dan manusia menjadi budak dosa, maka segala sesuatu belum tentu dari Tuhan, tetapi diizinkan Tuhan.
  • Termasuk jodoh belum tentu semua jodoh dari Tuhan.
  • Jodoh bisa karena kita yang tidak bisa menguasai diri, ada disebut cinta buta, ada juga kartena harta. Hal ini terjadi melalui pernikahan beda usia yang terlalu jauh dan pernikahan beda agama.
  • Jodoh juga bisa dari iblis. Contoh: adanya orang ketiga dalam pernikahan atau terjadinya perselingkuhan, tidak dengan seiman, menikah karena persugihan.

 

Perlukah Melibatkan Tuhan?

  • Memang jodoh adalah pilihan, tetapi kita perlu melibatkan Tuhan agar tidak terjadi penyesalan.
  • Salah makan, penyesalan sehari
  • Salah potong rambut, penyesalan sebulan
  • Salah pilih pasangan, penyesalan seumur hidup
  • kita perlu berdoa meminta kepada Tuhan, agar kita dipertemukan dan mendapatkan yang terbaik sesuai dengan kehendak Tuhan.
  • Kita harus memilih jodoh yang sesuai dengan kriteria Alkitab, sehingga pasangan kita pun membuat kita lebih dekat dengan Tuhan.
  • Kita yang memilih, namun Tuhan yang mempertemukan dan merestui melalui pernikahan yang kudus.
  • Jadi, jika mau menikah, haruslah diberkati di gereja, dengan demikian Tuhan merestui pernikahan tersebut dan akan memberkatinya.

Kal. Kunci:

Jodoh adalah pilihan, kitalah yang menentukan dengan siapa kita menikah, bukan Tuhan. Tetapi carilah yang sesuai dengan kriteria Alkitab.

 

Kal Pertanyaan:

Apa sajakah kata Alkitab tentang jodoh terkait dengan kriteria jodoh Kristen?

 

Bagian-bagian Pokok:

Jika kita membaca Alkitab, paling ada 3 kriterianya.

  1. Seiman (ay. 3-4)
  2. Sehati (ay. 7)
  3. Setia (ay. 8)

 

Tujuan Khotbah:

Tujuan khotbah ini, yaitu sepulangnya kita, kita menjadi orang-orang muda yang bijak dalam mencari pasangan hidup.

 

 

Penjelasan Bagian-bagian Pokok:

1. Kata Alkitab tentang Jodoh: Kriterianya Harus Yang Seiman (2 Korintus 6:14)

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

 

Maksud seiman:

  • Beda kepercayaan
  • Bukan orang percaya: Bukan sekedar Kristen tetapi cinta Tuhan
  • Bukan dengan pemalas: BIS: Saudara-saudara, atas kuasa Tuhan Yesus Kristus, kami perintahkan supaya kalian menjauhi semua saudara, yang hidup bermalas-malasan, dan yang tidak menuruti ajaran-ajaran yang kami berikan kepada mereka. (2 Tes. 3:6).
  • Bukan dengan yang senang berbuat dosa: BIS: Maksud saya ialah, bahwa kalian jangan bergaul dengan orang yang mengaku dirinya orang Kristen, tetapi orang itu cabul, atau tamak, atau penyembah berhala, atau suka memburuk-burukkan orang lain, atau pemabuk, ataupun pencuri. Duduk makan dengan orang itu pun jangan! (1 Kor 5:11).
  • Dalam PL Tuhan juga melarang Israel menikah dengan penduduk Kanaan (Ul 7:3-4)

 

Alasan jangan berpacaran dengan tidak seiman:

  • Jika kita pacaran dengan orang yang berbeda agama, itu menunjukkan kita hanya bermain-main dalam pacaran.
  • Jika kita pacaran dengan orang yang berbeda agama, itu menunjukkan kita tidak benar-benar berniat menikah.
  • Jika kita pacaran dengan orang yang berbeda agama, itu menunjukkan kita sedang menyakiti hati Tuhan.
  • Jika kita pacaran dengan orang yang berbeda agama, itu menunjukkan kita membuka peluang untuk pindah agama atau murtad.

Baca juga: 12 PRINSIP PERNIKAHAN KRISTEN BERDASARKAN ALKITAB

 

Keuntungan Berpacaran dengan Seiman

  • Sama-sama cinta Tuhan
  • Sama-sama melayani Tuhan
  • Sama-sama menghargai Tuhan melalui berpacaran: Menjaga kekudusan

 

 

 

2. Kata Alkitab tentang Jodoh: Kriterianya Harus Dengan Yang Sehati (1 Korintus 1:10)

Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

 

  • Apa tujuan Anda dalam berpacaran? Berpacaranlah untuk menikah, bukan untuk main-main. Karena itu carilah yang mau sehati.
  • Nasehat Paulus ini tentu juga dapat diaplikasikan dalam berpacaran, yakni sehati.
  • Apa tujuan Anda dalam berpacaran? Berpacaranlah untuk menikah, bukan untuk main-main. Karena itu carilah yang mau sehati.

 

Maksud sehati:

  • Benar-benar mengasihi, bukan tujuan untuk kasih eros
  • Bersedia berkorban perasaan untuk yang dicintai dan tidak egois, tentu dalam hal yang baik.
  • Menghargai perbedaan dan kekurangan
  • Siap masuk dalam pernikahan kudus dan siap menghadapi menghadapi tantangan pasca nikah

 

Apa jadinya jika tidak sehati:

  • Tidak saling menghargai pacar atau berbuat semena-mena
  • Lebih sering menyakiti
  • Tidak saling mengerti
  • Putus nyambung – putus nyambung atau terus bertengkar
  • Egois dan ingin dimengerti
  • Perencanaan masa depan tidak jelas

 

Keuntungan sehati

  • Saling percaya dan saling menjaga
  • Membangun komitmen dan kesetiaan
  • Satu visi dan satu tujuan
  • Dapat memuji Tuhan, BIS: Dengan sehati Saudara semuanya bersama-sama dapat memuji Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. (Roma 15:6)
  • Mendapat penyertaan Tuhan, BIS: Akhirnya, Saudara-saudara, hendaklah kalian bergembira, dan berusahalah menjadi sempurna. Terimalah segala nasihat saya. Hendaklah kalian sehati dan hidup rukun. Allah Yang Mahakasih dan pendamai itu akan menyertai kalian. (2 Korintus 13:11)

 

3. Kata Alkitab tentang Jodoh: Kriterianya Harus Yang Setia (Matius 19:6)

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

  • Ayat ini menjelaskan pernikahan yang telah dilakukan di dalam Tuhan tidak boleh bercerai.
  • Tuhan membenci perceraian, Maleakhi 2::16, Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel — juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!
  • Untuk menghindari perceraian setelah menikah, maka carilah yang setia.

Baca juga: 7 PASUTRI DALAM ALKITAB; PEMBELAJARAN MEMBANGUN KELUARGA

 

Setia itu Penting       

  • Apakah Anda mau berpacaran dengan yang tidak setia?
  • Maukah Anda jadi orang kedua?
  • Apakah tidak setia dapat mempertahankan suatu hubungan?
  • Jangankan manusia, Tuhan pun mau kita tetap setia
  • Setia itu penting, bukan saja Anda bisa memasuki pernikahan dan tidak terjadi perceraian, juga Anda sudah menyenangkan Tuhan dan berkenan di hadapan-Nya
  • Carilah yang setia sampai jenjang pernikahan, bahkan sampai maut memisahkan.
  • Pentingnya dalam berpacaran: Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.(2 Tim2:22)

 

 

Penutup

Tiga kriteria mencari pasangan menurut Alkitab:

  1. Carilah yang seiman
  2. Carilah yang sehati
  3. Carilah yang setia

 

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “ Kata Alkitab tentang Jodoh, Ini 3 Kriteria Jodoh Kristen…” ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.

Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel Kata Alkitab tentang Jodoh, Ini 3 Kriteria Jodoh Kristen… ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!

Kunjungi beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

 

 

 

 

Loading...

Tinggalkan komentar Anda

error:
Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by