Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

Mengasihi Tanpa Pandang Waktu (Ratapan 3:22-23)

Fokus Hidup – “Seperti apa kasih Yesus yang tanpa pandang waktu? Mengapa kita harus mengasihi tanpa pandang waktu? Sejauh mana kita telah mempraktekkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari? Simak renungan berjudul Mengasihi tanpa Pandang waktu (Ratapan 3:22-23) ini.”

 

Bacaan ayat: Ratapan 3:22-23
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, (ayat 22)
selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (ayat 23)

 

Betapa indahnya jika kita dapat mengasihi, terlebih dikasihi oleh orang-orang di sekeliling kita yang kasihnya tak pernah habis oleh waktu (24  jam, I love you full). Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa hidup manusia terbatas.

Untuk mengasihi sesamanya, manusia dibatasi oleh usia, pekerjaan, aktivitas pribadi, dan sebagainya.

Manusia juga hanya bisa mengasihi sesamanya dengan  storge, phileo, eros, dan  belum  mampu mengasihi sesamanya dengan agape. Manusia tidak dapat berbagi kasih dengan sesamanya tanpa batas waktu.

Baca juga: Mengasihi Tanpa Pandang Muka (Yohanes 8:1-11)

Namun dalam nats ini, Yeremia hendak menyampaikan kepada kita, bahwa ada satu sumber kasih yang dapat mengasihi manusia tanpa batas waktu, yaitu Yesus. Kasih yang dimiliki Yesus tidak sama dengan kasih yang kita miliki. “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan” (ay. 21).

Maksudnya, kasih yang dimiliki Tuhan Yesus tidak pernah habis atau dibatasi oleh waktu. Sejak kita dilahirkan hingga dewasa bahkan sampai kita pulang ke rumah Bapa, kasih setia-Nya tidak pernah berkesudahan bagi kita.

Walaupun zaman telah berakhir, kasih-Nya tetap ada, tidak berkesudahan, dikatakan “tak habis-habisnya rahmat-Nya.” Hal ini berbicara “selalu berlimpah” (full charge) kebaikan Tuhan dan tidak pernah habis.

Saat kita mengecewakan Dia, melukai hati-Nya, menyangkal-Nya, melupakan-Nya, dan kapan pun waktunya saat kita ingin kembali kepada-Nya, rahmat-Nya selalu ada untuk kita, tidak pernah habis. Yesus menanti dan siap menyatakan anugerah-Nya kepada kita seperti Bapa terhadap anaknya yang terhilang. Ia begitu sabar menunggu dan menuntun serta membimbing kita kepada pengenalan akan kebenaran-Nya seutuhnya.

Baca juga: Mengasihi dengan Kasih Kristus (Efeses 5:2)

Jika kita melihat, saat Yesus disalibkan dan ditengah-tengah kesengsaraan-Nya, kasih terhadap orang yang telah menganiaya-Nya tetap dinyatakan. Ia meminta Bapa mengampuni dosa penganiaya dan penyiksa-Nya (Luk. 23:34). Ia menyatakan kasih-Nya kepada orang yang turut disalibkan bersama dengan Dia (Luk. 23:42-43).

Dalam waktu kapanpun dan dimanapun kasih Yesus tidak pernah terbatas, dahulu, sekarang, bahkan sampai selama-lamanya kasih-Nya tak pernah berubah. Kristus mengasihi tanpa pandang waktu.

Bukan hanya itu, Yeremia juga menjelaskan bahwa kasih dan rahmat-Nya, “selalu baru tiap pagi.” Wah, kasih setia yang sungguh luar biasa! Setiap hari, kita selalu merasakan kasih yang selalu baru. Kasih yang tidak dapat dibandingkan dengan kasih manusia. Kasih Kristus tidak memandang pada keadaan atau reaksi maupun respon dari orang yang dikasihi-Nya.

Baca juga: Meningkatkan Potensi Diri (Matius 25:14-30)

Kasih dan rahmat-Nya terus-menerus diberikan dan dilimpahkan-Nya kemarin, hari ini, esok dan sampai selama-lamanya. Kasih-Nya tidak pernah berkesudahan, tidak pernah habis, selalu baru, dan besar kesetiaan-Nya bagi kita.
Alkitab telah memberikan kesaksian bahwa begitu besar kasih-Nya akan dunia ini.

Meski bangsa Israel berulang kali berubah tidak setia, namun Ia selalu merangkul dan merancangkan pemulihan bagi bangsa pilihan-Nya ini. Ada hukuman yang Tuhan izinkan bangsa Israel alami dan ada janji pemulihan bagi bangsa-Nya apabila berseru serta berbalik kepada-Nya.

Bahkan, Bapa rela mengutus Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan Yesus Kristus, untuk menyelesaikan masalah dosa dan  menebus seluruh dosa umat manusia melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Rancangan keselamatan-Nya, tidak hanya kepada banga Israel, juga kepada semua bangsa-bangsa.

Baca juga: Mengasihi Tuhan Tanpa Syarat! Buktikan Iman Saudara…

Karena penolakan mereka terhadap Kristus dan jalan penebusan dosa terjadi melalui korban penghapusan dosa Anak Domba, yakni melalui kematian Kristus di atas kayu salib, semua orang beroleh keselamatan di dalam Dia dan mendapatkan kesempatan sampai kepada Bapa melalui Tuhan Yesus. Kristuslah akses semua orang untuk sampai kepada Bapa dan menjadi anggota Kerajaan Allah yang akan memerintah bersama Dia dalam kekekalan.

Akan tetapi, meski bangsa Israel telah menolaknya, tetapi di akhir zaman, Tuhan menjanjikan pemulihan bagi mereka. Di mana mereka akan kembali berkumpul dan mata rohani mereka akan terbuka, serta akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Raja yang kekal.

Anugerah keselamatan yang diberikan kepada bangsa-bangsa bukanlah murahan melainkan tak ternilai, yakni Darah Kristus. Darah-Nya tercurah menebus dosa umat manusia. Melihat anugerah-Nya yang besar ini, sudah sepatutnya kita merespon dengan benar. Respon kita seharusnya ialah hidup kudus dan berjalan dalam kehendak-Nya. Menjadi sempurna adalah mutlak bagi orang percaya yang menjadikan dirinya sebagai umat pilihan.

Dan perlu kita ketahui bahwa meski kasih Tuhan tak berkesudahan, bukan berarti kita bisa sesuka hati kita dengan terus hidup di dalam dosa dan mempermainkan Tuhan dengan bermain-main dalam kubangan dosa. Sebab selain apa yang kita tabur akan kita tuai, juga waktu atau kesempatan hidup yang tidak dimanfaatkan untuk pertobatan dan mencari Tuhan, tentu akan berakhir pada hukuman kekal. Pergunakanlah waktu-waktu ini dengan bijak.

Baca juga: Mencintai Walau Harus Terluka, Ini Bukti Kasih

Sebagaimana Kristus telah mengasihi kita tanpa pandang waktu dan kasih-Nya tak pernah pupus ditelan oleh waktu apabila kita secepatnya datang bertobat dan hidup bagi Dia, bahkan kasih-Nya selalu baru setiap pagi. Maka, sudah seharusnya kita juga mengasihi pekerjaan-Nya tanpa pandang waktu dan sesama kita dengan kasih-Nya.

Melalui kasih kristus, hendaknya kita sebagai orang percaya meneladani kasih-Nya. Kasih kita pun hendaknya tidak terbatas oleh waktu. Dimanapun dan kapanpun, hendaknya kita tetap mengasihi. Selalu memedulikan, membantu, merangkul, menguatkan, dan mau mengampuni kesalahan orang lain.

DOA
Bapa, mampukan aku untuk selalu dapat mengasihi sesama dengan kasih-Mu. Memiliki kepedulian, menolong, memotivasi, dan selalu mengampuni. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Mengasihi Tanpa Pandang Waktu

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Mengasihi Tanpa Pandang Waktu (Ratapan 3:22-23)” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda.

Like (Sukai) juga Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Dan bergabunglah juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI.

Silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah artikel ini untuk menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

 

Kunjungi juga beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

Tinggalkan komentar Anda

Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by
error: