Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

7 PASUTRI DALAM ALKITAB; PEMBELAJARAN MEMBANGUN KELUARGA

6. Pasutri dalam Alkitab, Ananias dan Safira Berkomplot Mendustai Tuhan (Kis. 5:1-11; Ams. 12:18-22)

Belakangan ini, kita sering mendengar berbagai kasus penipuan yang diberitakan di berbagai news media. Ada penipuan yang dilakukan secara inidividu, kelompok, bahkan oleh sepasang suami istri.

Tujuan mereka melakukan penipuan, tentu untuk mendapat uang atau keuntungan dengan cepat tanpa harus bekerja keras. Padahal, perbuatan tersebut merupakan kekejian di mata Tuhan.

Di zaman gereja mula-mula, ada sepasang suami istri yang sepakat untuk mendustai Tuhan.

Baca juga: 8 AKIBAT MENOLEH KE BELAKANG, PENTING DISIMAK

Jemaat Tuhan sewaktu itu tidak ada yang berkekurangan karena mereka saling berbagi. Mereka yang memiliki tanah dan rumah, rela menjualnya dan membawa hasil penjualannya kepada rasul-rasul, dan para rasul membagi-bagikannya sesuai dengan keperluan tiap-tiap orang (Kis 4:34-35).

Sepasang suami istri ini melakukan hal yang sama, mereka menjual sebidang tanah, dan hendak mempersembahkan hasilnya. Tetapi Ananias, sang suami, malah menahan sebagian hasil penjualan dan hanya mempersembahkan sebagian.

Rupanya, suami istri ini berkomplot mendustai Tuhan, sebab Safira, sang istri tahu apa yang dilakukan oleh suaminya, yakni menahan sebagian hasil penjualan.

Perbuatan yang mereka lakukan tersebut, mungkin salah satu pasutri dalam Alkitab ini pikir hanya mendustai rasul saja bukan Tuhan. Bisa juga mereka hanya ingin mendapat pujian dari jemaat yang lain, seolah-olah mereka tulus dan rela memberi. Atau mungkin mereka merasa sayang mempersembahkan seluruhnya. Tetapi apa yang dilakukan Ananias, mendatangkan kemalangan baginya.

Hati yang dikuasai Iblis, membuahkan kematian baginya. Padahal ia bisa saja berterus terang mengakui bahwa ia menahan sebagian penjualan, sebab itu adalah haknya untuk memberikan sebagian atau sepenuhnya, tetapi yang Tuhan kehendaki ialah kejujuran.

Tiga jam kemudian semeninggal sang suami, Safira masuk menemui Petrus. Ketika Petrus bertanya kepadanya harga berapa mereka menjual tanah mereka itu, Safira masih menjawab seperti jawaban suaminya, ia pun meninggal seketika.

Alhasil mendustai Tuhan, bukan hanya tidak berkenan di hadapan Tuhan, tetapi juga keduanya langsung menemui ajal.

Memang ketika kita mendustai atau menipu orang lain maupun Tuhan, seketika kita tidak akan mati, seperti halnya Ananias dan Safira. Sebab konteksnya saat itu, agar jemaat semakin menghargai dan tidak mendustai Tuhan. Tetapi paling tidak kita menjadi tidak berkenan di hadapan Tuhan, bahkan keluarga kita pun akan menerima akibat ketidakjujuran kita.

Karena itu, janganlah kita sebagai keluarga Kristen atau suami istri, malah berkomplot melakukan hal yang negatif berupa penipuan, mendustai, kemunafikan, berniat jahat terhadap tetangga atau orang lain, dsb., tetapi bekerjasamalah untuk melakukan hal yang baik, terutama untuk perkara-perkara rohani.

Milikilah hati yang bersih, jujur, dan mengasihi keluarga maupun mengasihi Tuhan. Jadilah keluarga yang berkenan bagi Tuhan.

Keluarga yang berkenan di hadapan Tuhan adalah keluarga yang memprioritaskan kejujuran, kasih, dan tanggung jawab.

7. Pasutri dalam Alkitab, Akwila dan Priskila, Bersama Melayani Tuhan (Kis 18:2-3)

Akwila dan Priskila adalah sepasang suami istri yang sehati, sepikir, dan bertekun dalam melayani Tuhan. Mereka juga memiliki peran besar dalam misi penginjilan Paulus. Boleh dikatakan, kedua tokoh ini termasuk pengajar dan pelayan Kristus yang militan pada masa itu.

Keluarga ini terlibat melayani Tuhan bersama Paulus, setelah mereka mengungsi dari Roma ke Korintus, sebab kaisar Claudius memerintahkan semua orang Yahudi harus meninggalkan Roma (Kis 18:2), Akwila merupakan seorang Yahudi.

Tidak diketahui apakah mereka sebelumnya sudah menjadi Kristen, yang pasti mereka bertemu dengan Paulus di Korintus, menjadi rekan bisnis, dan tentu mereka belajar banyak dari Paulus akan Firman Tuhan. Paulus juga tinggal di rumah mereka (Kisah 18:2-3).

Paulus dapat mendanai misi pelayanannya juga karena penghasilan yang ia peroleh dari pekerjaannya melalui kerjasamanya dengan mereka.

Dalam Kis 18:11, disebutkan Paulus tinggal di Korintus selama 16 bulan dan mengajar, bisa dibayangkan mereka belajar Alkitab secara intensif dari pengajar Alkitab terbesar di masa gereja mula-mula, betapa pesat pertumbuhan pengetahuan iman keduanya. Sepasang suami istri ini, bukan saja mau melayani, mereka juga mau belajar Firman.

Bahkan ketika Paulus akan berlayar ke Siria, keluarga ini juga menyertainya sampai ke Efesus (Kis 18:18). Di Efesus mereka mendengar pengajaran Apolos yang masih mengajarkan baptisan Yohanes di sebuah rumah ibadat, lalu mereka mengundangnya ke rumah mereka dan mengajarkan Firman Tuhan kepadanya (Kis 18:26).

Rupanya, Apolos menjadi pelayan Tuhan yang efektif dan beberapa orang di Korintus menempatkannya setara dengan Petrus dan Paulus (1 Kor 1:12). Mereka pun tinggal di Efesus dan rumah mereka menjadi tempat pertemuan bagi jemaat di Efesus (1 Kor 16:19).

Di kemudian hari mereka pulang ke Roma dan rumah mereka juga menjadi tempat berkumpul jemaat untuk belajar tentang Kristus (Roma 16:3-5). Belakangan mereka kembali lagi ke Efesus (2 Tm 419).

Akwila dan Priskila adalah sepasang suami istri atau salah satu pasutri dalam Alkitab yang saling mendukung, pengertian, bahkan rela melayani Tuhan baik materi maupun non materi. Paulus menyebut mereka rela berkorban dan rekan kerja dalam pekerjaan maupun dalam misi pekabaran Injil.

Paulus selalu menyebutkan kedua-duanya dalam tulisannya, membuktikan bahwa mereka tetap bersama, sehati, setia, dan bertekun dalam pelayanan. Hal ini tentu mengingatkan dan mendorong kita untuk membangun keluarga seperti halnya keluarga Akwila dan Priskila.

Baca juga: 3 FAKTA TUHAN ITU ADA TANPA BUKTI ALKITAB

Sebagai keluarga Kristen, marilah kita belajar untuk sehati dan sepikir dengan pasangan kita yang dibangun di atas dasar Alkitab. Ajaklah pasangan kita untuk giat belajar Firman Tuhan dan bersedia melayani Tuhan bersama.

Betapa indahnya bila kita sekeluarga melayani sang Raja di atas segala raja! Persembahkanlah keluarga kita bagi Tuhan.

Keluarga yang melayani adalah keluarga yang bukan hanya diberkati Tuhan, tetapi juga berdampak dalam pelayanan.

 

 

Kesimpulan

Ada begitu banyak pasutri dalam Alkitab yang bisa menjadi inspirasi membangun keluarga, sekaligus sebagai bentuk peringatan untuk tidak menirunya.

Pernikahan bukanlah main-main, sebab selain sebagai lembaga kecil yang disahkan Tuhan, juga merupakan tempat di mana Tuhan dimuliakan dan ditinggikan bila keluarga tersebut hidup takut akan Tuhan.

Namun, ada banyak orang tidak menyadari betapa pentingnya pernikahan dan keluarga di mata Tuhan. Faktanya, ada banyak orang yang membangun rumah tangga hanya karena kejar target untuk menikah secepatnya, nafsu belaka, dan alasan sebatas cinta semata.

Fenomena ini, mengkaburkan maksud Tuhan yang mulia dalam keluarga.Apabila kita menyadari bahwa Tuhan punya maksud atau rencana yang mulia bagi setiap keluarga, khususnya keluarga Kristen, tentu kita akan menerapkan prinsip yang alkitabiah dalam membangun keluarga harmonis. Dan terlebih penting keluarga kita menjadi berkat dan memuliakan Tuhan.

Untuk itu, agar keluarga yang kita bangun menjadi keluarga harmonis yang memuliakan Tuhan, maka sudah seharusnya kita belajar dari ketujuh pasangan suami istri dalam artikel ini.

Bangunlah keluarga yang harmonis dan yang selalu memuliakan Tuhan.

 

 

(Artikel ini adalah tulisan asli penulis yang sebagian besar isi dari tulisan ini, sudah dimuat di Renungan Harian Manna Sorgawi)
(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

 

 

Lihat Juga:

 

Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “7 PASUTRI DALAM ALKITAB; PEMBELAJARAN MEMBANGUN KELUARGA ini,bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.

Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 7 PASUTRI DALAM ALKITAB; PEMBELAJARAN MEMBANGUN KELUARGA ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!

 

Tinggalkan komentar Anda

Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by
error: