Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

Inisiatif Merespons Panggilan Tuhan

Fokus Hidup – “Dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Lama, ada salah satu tokoh yang memiliki inisiatif merespons panggilan Tuhan. Simak renungan ini yang mengajak kita untuk menjadi pribadi yang beinisiatif dalam meresponi panggilan Tuhan untuk melayani.”

 

 

 

Bacaan ayat: Yesaya 6:1-8
Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang,
dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. (ayat 1)

Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai 
untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai 
untuk melayang-layang. (ayat 2)

Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, 
seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!" (ayat 3)

Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun 
penuhlah dengan asap. (ayat 4)

Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal 
di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN 
semesta alam." (ayat 5)

Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang 
diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. (ayat 6)

Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka
kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni." (ayat 7)

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi 
untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" (ayat 8)

 

Manusia memiliki kehendak bebas untuk memilih jalan hidup, jodoh, pekerjaan, dan sebagainya. Begitu juga dalam hal iman, ia bebas memilih kepada siapa ia percaya dan bergantung harap. Pilihan yang benar seseorang dapat menguntungkannya, tetapi pilihan yang salah dapat membinasakannya.

Karena itu, kita seharusnya selalu menaikkan syukur kepada Tuhan apabila kita percaya pada Tuhan Yesus, sebab kita mendapatkan jaminan keselamatan kekal di dalam Dia. Namun, tentu ada perjuangan di dalam-Nya, di mana kita berjuang untuk hidup berkenan di hadapan Tuhan, sebagai jalan masuk kita kepada kekekalan-Nya.

Baca juga: Tenang Menghadapi Masalah atau Persoalan Hidup

Sebagai orang percaya yang telah mendapatkan anugerah keselamatan dari Kristus, kita juga mendapatkan kesempatan untuk melayani Dia, bahkan Tuhan menghendaki kita melayani-Nya. Ada banyak jenis pelayanan yang bisa kita lakukan untuk Tuhan apabila kita bersedia melayani Dia.

Namun, terkadang banyak orang tidak mau terlibat melayani di gereja, karena alasan usia, tidak layak, dan tidak memiliki kemampuan dalam melayani.

Padahal, Tuhan yang melayakkan kita dan akan memperlengkapi kita dengan talenta dan karunia. Memang, talenta dan karunia harus terus dikembangkan dan dipertajam agar semakin profesional dan berkualitas, tetapi kita pun harus bersedia dan mau melayani Tuhan.

Baca juga: Menikmati Hidup Bersama Tuhan Setiap Waktu

Tidak ada kata tidak bisa jika kita mau dan terus mengembangkan diri. Yang perlu kita lakukan adalah inisiatif merespons panggilan Tuhan dalam pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepada kita melalui pemimpin rohani atau gereja.

“Dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Lama, ada salah satu tokoh yang memiliki inisiatif merespons panggilan Tuhan. Dialah Nabi Yesaya. Setelah Yesaya mengalami kepenatan dalam melayani Tuhan pada masa raja Uzia masih hidup (Yes 1:1), ia pun mengalami kemunduran iman. Mengapa? Sebab ia memperingatkan bangsa Israel untuk kembali ke jalan Tuhan, tetapi mereka tidak mendengarkannya.”

Mungkin saja Yesaya mulai kendur dalam memberitakan kebenaran, sehingga Tuhan kembali meneguhkan panggilanNya pada tahun matinya raja Uzia (Yes 6:1). Pengalaman spiritual membangkitkan Yesaya sehingga ia bersemangat kembali.

Dalam penglihatannya, Tuhan bertanya kepadanya “… Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku? ….” Jawab Yesaya, “… ini aku, utuslah aku.”

Di sinilah letak inisiatif Yesaya dalam merespons panggilan-Nya. Ia tidak tawar menawar dengan Tuhan perihal keterbatasannya. Yesaya bersedia dipakai Tuhan meski harus kembali menyampaikan kebenaran kepada mereka yang menolak kebenaran itu sampai pada waktu penghukuman Tuhan terjadi terhadap bangsa Israel (Yes. 6:9-13).

Baca juga: Tidak Terpaku Oleh Keterbatasan Fisik

Yang seharusnya dilakukan ketika kita mendapatkan kepercayaan dalam melayani Tuhan di gereja atau persekutuan, yakni berinisiatiflah mengambil kesempatan itu dan lakukan tanggung jawab dengan baik. Jangan pernah menunda dan menolak apabila kita mendapat kesempatan melayani Dia, sebab ada upah bernilai sorgawi yang akan kita terima.

Akan tetapi, pelayanan sejati sebenarnya bukanlah ketika sekadar kita melibatkan diri dalam pelayanan gerejawi, melainkan ketika hidup untuk Tuhan. Artinya, kita menyerahkan seluruh hidup kita hanya untuk mengabdi kepada-Nya saja, dengan mengabaikan segala kepentingan dan keinginan kita. Fokusnya untuk Tuhan saja.

Sebagaimana disebutkan dalam Roma 12:1 mengenai memberikan segalanya untuk Tuhan.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” 

Tuhan menghendaki kita memberikan seluruhnya bagi Dia. Kita mempersembahkan hidup kita seutuhnya untuk Tuhan, tanpa ada tersisa. Dan orang yang sungguh-sungguh melakukan ini akan mendapatkan kehidupan kekal dan kemuliaan Bapa diberikan atas-Nya. Maksudnya, kita dipermuliakan bersama-sama dengan Bapa.

Dan untuk mencapai janji Tuhan Yesus di kekekalan kelak, mutlak kita harus total atau 100% untuk Tuhan. Hidup untuk Tuhan dan hanya berusaha melakukan kehendak-Nya. Yang dipikirkan hanya bagaimana agar hidupnya selalu berkenan di hadapan Tuhan. Kuncinya adalah mengasihi Dia!

Dalam mengasihi Tuhan, tidak hanya harta kita saja, tidak hanya apa yang ingin kita berikan, atau berdasarkan suka-suka kita untuk Tuhan, melainkan bila kita mengasihi Dia, kasihilah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi (Mat. 22:37). Terapkanlah pelayanan sejati dalam kehidupan sehari-hari kita yakni semuanya untuk Dia dan bila ada kesempatan, libatkan diri kita dalam pelayanan gerejawi.

Hal terpenting dalam kita melayani Tuhan adalah perhatikan bagaimana kita hidup kita. Tampillah elegan sebagai pengikut Kristus yang sejati. Karena itu, milikilah inisiatif merespons panggilan Tuhan!

 

DOA
Bapa sorgawi, saya menyadari bahwa saya terbatas dalam melayani Engkau tetapi biarlah saya memiliki inisiatif meresponi panggilanMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Inisiatif Merespons Panggilan Tuhan ” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda.

Like (Sukai) juga Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Dan bergabunglah juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI.

Silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah artikel ini untuk menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

 

Kunjungi juga beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

Loading...

Tinggalkan komentar Anda

error:
Open chat
Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by