Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

SURAT TITUS: PENTINGNYA MENGETAHUI TEOLOGI PAULUS DALAM SURAT TITUS

D. Kehidupan Praktis (3:1-2, 9)

Dalam Titus 3:1-3, di sini sebenarnya terkait dengan Eklesiologi, yakni peran jemaat sebagai gereja Tuhan. namun juga berkaitan dengan kehidupan praktis atau praktek hidup kekeristenan dalam kehidupan sehari-hari.

Maka, penulis mengategorikan bagian ini sebagai kehidupan praktis yaitu mempraktekkan iman jemaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai bukti ketaatan kepada Tuhan.

 

1. Tunduk pada Pemerintah

Paulus mengatakan kepada Titus untuk mengingatkan jemaat di Kreta supaya mereka tunduk kepada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, serta taat dan siap melakukan pekerjaan yang baik.

Kata tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa dalam Alkitab Edisi Studi menjelaskan, “Keprihatin Paulus di sini adalah jika jemaat terang-terangan tidak tunduk dan melawan pemerintah, pemerintah dapat saja akan melarang mereka beribadat atau bahkan membunuh mereka. Kalau ini terjadi, orang Kristen tidak lagi menyebarkan Injil diseluruh wilayah kekaisaran Roma.”  1

Pandangan tersebut mungkin ada benarnya, tetapi menjadi pertanyaannya, benarkah Paulus memiliki ketakutan yang demikian? Tentu hal ini tidak berdasar. Tetapi, ada maksud lain dari Paulus mengapa ia mengatakan harus tunduk kepada pemerintah.

Baca juga: TETAP KONSISTEN DALAM IMAN KEPADA KRISTUS

Hal ini tentu berkaitan dengan Roma 13:1-7, di mana Paulus menyebut bahwa pemerintah adalah hamba Allah atau wakil Allah untuk kebaikan setiap orang dan untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

Herman Ridderbos mengatakan, “Jemaat harus tunduk kepada pemerintah bukan hanya karena murka Allah akan turun jika mereka tidak tunduk – yaitu tunduk karena takut – tetapi juga ‘karena suara hati kita. Hal terakhir ini mengimplikasikan bahwa sikap tunduk kepada pemerintah merupakan keharusan yang Allah tetapkan.”  2

Selain itu maksud Paulus taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik mengarah kepada menjadi saksi Kristus terhadap pemerintah. Tentu supaya mereka melihat kesaksian orang percaya tersebut.

 

2. Menjadi Berkat

Paulus menyampaikan di sini dalam kaitannya dengan kehidupan praktis bahwa dianjurkan supaya jemaat hidup menjadi berkat. Yang dimaksud menjadi berkat ialah, Pertama, janganlah mereka memfitnah. Sebagai saksi Kristus tentu yang perlu mereka perhatikan adalah menjaga perkataan supaya tidak menjelek-jelekkan atau bahkan memfitnah orang lain.

Kedua, janganlah mereka bertengkar. Tentu pertengkaran adalah hal yang tidak baik dan merusak hubungan yang semula baik menjadi tidak baik. Karena itu, Paulus mengatakan janganlah mereka bertengkar atau jemaat Kreta bertengkar.

Ketiga, ramah dan bersikap lemah lembut. Sikap ramah dan lemah lembut tidak hanya membuat orang senang berkomunikasi atau mendekatinya, melainkan juga orang tersebut akan nyaman bersahabat dengannya dan itu merupakan pintu menjangkau mereka kepada Kristus.

 

3. Menghindari Perdebatan

Menghindari perdebatan yang dimaksud di sini terdapat dalam Titus 3:9, yakni Paulus mengatakan kepada Titus untuk mengingatkan jemaat di Kreta supaya mereka menghindari perdebatan mengenai hukum Taurat. Secara terperinci Paulus mengatakan bahwa hindari persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan, dan pertengkaran mengenai hukum Taurat.

Sebab, hal itu tidak berguna dan sia-sia belaka. Jadi, perdebatan dengan orang-orang yang tidak percaya merupakan hal yang tidak berguna dan sia-sia.

E. Soteriologi (3:3-11)

Soteriologi berasal dari kata soteria, yang artinya keselamatan dan logos, yang artinya ilmu. Dengan kata lain Soteriologi adalah cabang ilmu teologi yang membahas ajaran tentang keselamatan di dalam tradisi teologi Kristen. 3

Dalam Surat Titus ini khususnya pada Titus 3:3-11, penulis melihat ada pembahasan mengenai Soteriologi yang disinggung Paulus. Soteriologi yang tidak terlepas dari penjelasan Kristologi, di mana Tuhan membuat karya keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus melalui korban Salib. Penjelasan bagian Soteriologi di sini merupakan penjelasan Kristologi – Soteriologi.

Dalam ayat 3-4 Soteriologi itu digambarkan disini. Di mana manusia lama yang hidup dalam kejahilan menjadi hamba berbagai-bagai nafsu, bahkan hidup dalam kedengkian dan kebencian. Tetapi, karena kasih Tuhan nyata di dalamnya, sehingga seseorang dapat berbalik dari perbuatannya yang tidak berkenan di hadapan Tuhan atau hidup dikuasai dosa.

Oleh kemurahan Tuhanlah dan oleh kasih-Nya kepada manusia, maka terjadilah keselamatan itu sendiri ketika seseorang percaya.

Ayat 5, dijelaskan proses keselamatan itu sendiri yakni seseorang diselamatkan bukan karena perbuatan baik yang telah dilakukan, tetapi karena rahmat-Nya melalui permandian kelahiran baru dan oleh pembaharuan dari Roh Kudus, atau pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.

Pembenaran terjadi oleh kasih karunia Tuhan, sehingga orang yang telah diselamatkan beroleh hidup kekal. “Kata permandian … yang dikerjakan oleh Roh Kudus: ini mungkin mengacu pada pembaptisan, para pengikut Kristus dibangkitkan ke dalam hidup yang baru (lihat Rm. 6:3-5) inilah kelahiran kembali yang dimaksud dalam 3:5.”  4

Berarti konsep keselamatan di sini tidak terlepas dari baptisan atau permandian kembali dan pembaharuan oleh Roh Kudus.

Dalam ayat 8, Paulus juga meyakinkan kepada Titus bahwa perkataannya mengenai konsep keselamatan ini adalah benar dan supaya Titus mengajarkannya, sehingga mereka yang percaya sungguh-sungguh melakukan pekerjaan yang baik dan apa yang mereka lakukan adalah hal yang baik dan berguna bagi manusia. Tetapi Paulus mengingatkan mengenai menghindari perdebatan seperti yang telah disinggung di atas.

Di sini juga Paulus menjelaskan kepada Titus bahwa seorang bidat atau pengajar sesat yang sudah dinasehati satu dua kali tetapi tidak mau bertobat, maka hendaklah dijauhi. Sebab, orang yang demikian atau semacam itu adalah benar-benar sesat dan dengan dosanya ia menghukum dirinya sendiri.

F. Penutup dan Salam (3:12-15)

Surat Titus ini ditutup dengan pemberitahuan dari Paulus bahwa ia akan segera mengirim Artemas dan Tikhikus kepadanya. Kemudian, Paulus meminta Titus untuk berusaha datang kepadanya di Nikopolis.

Paulus juga meminta Titus untuk memperhatikan Zenas dan Apolos sehingga dalam perjalanan mereka tidak kekurangan suatu apapun. Paulus juga berpesan untuk membiarkan orang-orang di sekitar mereka belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Tujuannya supaya mereka hidup jangan tidak berbuah.

Baca juga: DOA YANG BENAR, PENTING UNTUK DIKETAHUI

Pada ayat 15 surat ini di tutup dengan kata salam. Paulus menyampaikan salam dari semua orang yang bersama dengannya dan Paulus juga menyampaikan salam kepada mereka yang mengasihi Paulus dan rekan-rekannya di dalam iman. Surat ini di tutup dengan kalimat, “kasih karunia menyertai kamu sekalian.”

KESIMPULAN

Surat Titus memang tidak membahas terlalu dalam mengenai teologi Paulus secara umum dan benar surat ini disebut surat penggembalaan karena sifatnya berkaitan dengan penggembalaan, dimana Paulus mengutus Titus sebagai tokoh yang akan meneruskan pelayanan Paulus di Kreta.

Banyak hal yang dihadapi atau kesulitan yang dialami oleh Titus, melihat cara hidup jemaat dan ajaran sesat yang muncul. Tentu ini membutuhkan keberanian yang besar untuk bisa bertahan dan mengatur jemaat tersebut. Tetapi Titus termasuk tokoh yang mampu mengatur kehidupan jemaat dan tentu dapat membimbing kehidupan banyak orang ke dalam pengenalan akan Tuhan.

Dalam pengertian Eskatologis jemaat yang berpengharapan tentu memperoleh hidup kekal yang telah Tuhan sediakan sejak permulaan zaman. Mengenai Eklesiologi, surat ini lebih membahas tentang kepemimpinan dalam gereja yakni mengenai penatua dan penilik jemaat yang memiliki peranan penting untuk pertumbuhan gereja.

Selain itu juga dijelaskan cara mengatasi ajaran sesat. Konsep Kristologi berkaitan dengan Soteriologi. Di mana yang dijelaskan adalah pribadi Kristus sebagai Juruselamat. Selanjutnya, Paulus juga membahas tentang kehidupan praktis. Dalam hal menghormati pemerintah bahkan menerapkan cara hidup yang benar di dalam Alkitab di kehidupan sehari-hari.

Pemahaman Soteriologi yang dibahas Paulus juga berkaitan dengan Kristologi. Dimana Kristus sebagai Juruselamat yang menyelamatkan manusia. Oleh kasih-Nya, manusia beroleh selamat bukan karena perbuatan baik. Konsep keselamatan juga melalui proses permandian kelahiran kembali dan pembaharuan yang dikerjakan oleh Kristus.

Yang terakhir Paulus menutup surat Titus ini dengan menyampaikan salam kepada jemaat yang ada di Kreta. Pembelajaran dari teologi Paulus bagi penulis sangat bermafaat. Penulis mendapatkan banyak pemahaman yang benar menurut teologi Paulus,

Khususnya dalam surat Titus. Pemahaman ini juga sangat baik untuk dipelajari oleh banyak orang. Surat Titus ini lebih kental dengan cara dalam memimpin atau menggembalakan jemaat Tuhan.

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

 

Lihat juga:

 

 

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel berjudul “SURAT TITUS: PENTINGNYA MENGETAHUI TEOLOGI PAULUS DALAM SURAT TITUS” ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.

Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik. <>

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam memperluas Kerajaan Allah. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!

 

Tanggapan Anda:

error: