Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

7 MAKNA PENCURAHAN ROH KUDUS BAGI ORANG PERCAYA

3. Pencurahan Roh Kudus sebagai Proklamasi Zaman Anugerah bagi Manusia

Peristiwa pencurahan Roh Kudus 2000 tahun yang lalu, tidak akan pernah terhapus dalam sejarah dunia, khususnya sejarah Israel dan Kristen. Meskipun Bangsa Israel tidak mengakui pencurahan Roh Kudus, tetap saja peristiwa itu tidak bisa dihapus, dilupakan, bahkan tidak bisa ditiadakan dalam sejaraha dunia.

Sebab Alkitab jelas tertulis memberikan kesaksian aktual mengenai peristiwa ini. Peristiwa pencurahan Roh Kudus terjadi tepat pada hari Pentakosta dalam hari raya Yahudi. Hari raya Pentakosta bukanlah hari raya yang bisa diabaikan atau tidak perlu dirayakan.

Justru sebaliknya, sama seperti hari raya lainnya yang sama pentingnya dalam konsep agama Yahudi, hari Raya Pentakosta adalah termasuk hari raya penting bagi Israel. Juga termasuk hari raya ziarah, di mana para perantau Yahudi harus kembali ke Yerusalem untuk merayakan hari raya ini.

Hari raya Pentakosta adalah salah satu hari raya yang diperintahkan Tuhan kepada orang Israel untuk wajib merayakannya (Ul. 16:10-12). Hari raya ini yang artinya “7 minggu” atau 50 hari setelah bangsa Israel keluar dari Mesir ialah memperingati hasil tuaian atau panen masal dari bangsa tersebut, di mana Tuhan sudah memberkati mereka.

Baca juga: Berani Menerima Baptisan? Teguhlah dalam Iman…

Di hari raya ini, di masa sesudah Tuhan Yesus naik ke Sorga, terjadilah peristiwa yang menggemparkan Yerusalem dan tidak hanya di Yerusalem 2000 tahun yang lalu, di masa kini dan seterusnya peristiwa ini pun akan tetap digaungkan sebagai bukti proklamasi anugerah keselamatan bagi dunia.

Pasalnya, tepatnya di hari raya ini terjadilah pencurahan Roh Kudus bagi dunia yang tidak hanya memperlengkapi orang percaya, juga sebagai proklamasi zaman anugerah. Di mana keselamatan bukan oleh hasil usaha manusia, juga oleh karya Allah melalui Roh Kudus. Inilah zaman anugerah.

Bila berdasarkan Taurat, manusia harus melakukan segala perintah hukum Taurat agar beroleh perkenaan di hadapan Tuhan. Namun Alkitab menyebutkan, tidak ada satu pun yang mampu melakukan seluruh hukum Taurat.

Sebagaimana disebutkan dalam Roma 3:19-20, bahwa Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.

Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.”

Hal ini berarti manusia gagal berkenan di hadapan Tuhan, karena Taurat bukan yang sempurna dalam penebusan dosa manusia. Darah binatang setiap tahun sekali tidak dapat menghapus dosa manusia sekali untuk selamanya. Dan manusia harus berusaha mempersembahkan korban setiap tahun kepada Tuhan.

Namun zaman anugerah diberikan kepada kita melalui pengorbanan Kristus. Korban salib-Nya sekali untuk selamanya adalah sempurna dan tidak hanya manusia menjadi berkenan kepada Tuhan, juga kita beroleh keselamatan, bahkan memerintah bersama Kristus di kekekalan.

“Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.

 

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus. (Rm. 3:21-26)

Zaman anugerah ini, tidak hanya dinyatakan dan diberitakan melalui kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus, juga diproklamasikan melalui pencurahan Roh Kudus, yang diawali dengan 3000 jiwa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan hidup dalam pertobatan melalui kesediaan mereka untuk dibaptis.

Baca juga: Menggugat Penyaliban Kristus? Hargailah Kasih-Nya…

Anugerah Allah menjadi sempurna ketika Roh Kudus diberikan bagi gereja-Nya. Inilah anugerah terbesar dari Bapa bagi dunia.

“Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.” (Tit. 3:7).

 

 

4. Pencurahan Roh Kudus sebagai Penggenapan Janji Penyertaan Kristus

Janji Tuhan Yesus saat Ia naik ke Sorga bahwa Ia akan menyertai orang percaya sampai kesudahan zaman, bukanlah isapan jempol belaka. Janji-Nya ini bukan hoax, bohong, atau janji palsu.

Tuhan Yesus tidak sedang bersilat lidah dan tidak hanya “di mulut saja” janji-Nya ini. Janji-Nya adalah realita dan benar-benar terjadi dan selalu akan dinyatakan kepada orang percaya sampai kepada kesudahan zaman.

Janji penyertaan Tuhan yang nyata dalam kehidupan orang percaya ini digenapi melalui pencurahan Roh Kudus. Bapa mengutus Roh Kudus ke dalam dunia sebagai bentuk dari penggenapan janji penyertaan Kristus. Benarkah Roh Kudus menyertai orang percaya?

Rasul Petrus, Paulus, dan rasul yang lainnya bersaksi dengan terang-terangan mengenai karya Roh Kudus ini. Berikut beberapa kutipan nyata dalam Alkitab mengenai penyertaan Roh Kudus.

Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.

Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: “Bangunlah segera!” Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.

Baca juga: 7 MAKNA KEMATIAN KRISTUS BAGI UMAT MANUSIA

Lalu kata malaikat itu kepadanya: “Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!” Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: “Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!” Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.

Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.

Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: “Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.” (Kis. 12:6-11)

Dalam nats ini, jelas sekali bahwa Petrus dapat keluar dari penjara karena penyertaan Tuhan yang nyata di dalam hidupnya. Ia benar-benar melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Malaikat datang melepaskannya dari penjara.

Peristiwa penyertaan Tuhan yang nyata juga dialami oleh Paulus dalam penjara.

“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.” (Kis. 16:25-26).

Paulus sendiri melihat penyertaan Tuhan yang luar biasa di dalam hidupnya, di mana kejadian yang spektakuler ini nyata-nyata dialaminya.

Namun perlu kita ketahui bahwa tidak selamanya orang percaya dapat melihat kejadian yang spektakuler dan luar biasa. Sebab hal itu terkait dengan kehendak dan rencana-Nya. Seperti halnya Stefanus yang mati dirajam batu, Yakobus yang mati dibunuh oleh Herodes, bahkan Paulus sendiri pun mati dieksekusi.

Akan tetapi, apapun yang akan terjadi dalam kehidupan kita, ketahuilah Tuhan menyertai kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita.

Roh Kudus yang diberikan kepada orang percaya, sebagai penggenapan dari janji penyertaam Tuhan Yesus. Janji Tuhan Yesus adalah riil, bahwa Ia menyertai orang percaya di segala zaman melalui penyertaan Roh Kudus.

Sebagaimana disebutkan dalam Matius 28:20, bahwa “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

 

 

5. Pencurahan Roh Kudus sebagai Landasan Pemulihan pada Rancangan Semula

Di atas telah dijelaskan bahwa misi Bapa tidak hanya mengutus Yesus ke dunia, juga mencurahkan Roh Kudus bagi orang percaya. Keselamatan sempurna tidak hanya sampai kepada pengorbanan Kristus yang sempurna, juga kepada Tuhan memperlengkapi manusia melalui pencurahan Roh Kudus.

Orang percaya akan beroleh kuasa apabila Roh Kudus turun di atas-Nya atau dipenuhi oleh Roh Kudus. Sebagaimana disebutkan dalam Kisah Para Rasul 1:8, bahwa “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kuasa seperti apa yang akan diterima oleh orang percaya ketika hidupnya mengalami kepenuhan Roh Kudus? Disebutkan dalam Markus 16:17-18.

Baca juga: Tuhan Yesus Datang untuk Melayani! Teladanilah Kristus…

 “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Namun kuasa Roh Kudus akan diterima oleh seseorang. apabila Ia bersedia melaksanakan Amanat Agung, yakni menjadi saksi Kristus. Perhatikan ayat sebelumnya bahwa, “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”.(Mrk. 16:15-16).

Perlu kita pahami bahwa keselamatan yang Tuhan Yesus kerjakan merupakan misi Allah bagi dunia untuk mengembalikan kita atau orang yang percaya kepada rancangan semula. Apa itu rancangan semula? Yakni sewaktu Tuhan pertama kali menciptakan manusia di Taman Eden.

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kej. 1:27).

Sebelum jatuh ke dalam dosa, Manusia menjadi pribadi yang dinaungi oleh kemuliaan Allah, serupa dengan-Nya, dan tidak bercacat cela. Keadaan semula inilah yang akan dialami orang percaya ketika menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan membiarkan hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus.

Tuhan mengembalikan kita kepada hakekat manusia yang sesungguhnya, yakni istimewa di mata-Nya. Tujuan Tuhan memberikan  anugerah-Nya ialah agar kita sebagai gereja-Nya kembali ke rancangan semula atau menjadi serupa dengan Dia.

“Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yoh 2:6)

Namun kita tidak akan mampu dengan kekuatan sendiri, Roh Kuduslah yang menuntun, membimbing, mengajarkan, serta membentuk kita menjadi pribadi yang serupa dengan Dia. Apabila kita taat, proses kita menjadi serupa dengan Kristus dikerjakan oleh Roh Kudus di dalam kita untuk memulihkan kita, sehingga kita kembali ke rancangan semula.

 

Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Loading...

Tinggalkan komentar Anda

error:
Open chat
Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by