Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

10 HARI RAYA YAHUDI DALAM AlKITAB DAN SEJARAH ISRAEL

Hari Raya Yahudi
Via img: https://radio.foi.org


Fokus Hidup­
“Seperti apa hari-hari raya Yahudi itu? Mengapa kita perlu mengetahui hari raya Yahudi? Perlukah kita merayakannya atau tidak perlu? Simak artikel yang berjudul 10 HARI RAYA YAHUDI DALAM AlKITAB DAN SEJARAH ISRAEL ini.”

 

Bangsa Israel adalah keturunan Abraham, Ishak, Yakub, yang juga adalah bangsa pilihan Tuhan. Dalam sejarahnya, bangsa Israel terpecah pasca pemerintahan Raja Salomo, yakni Kerajaan Utara dan Kerajaan Selatan.

Di kemudian hari, Bangsa Israel dikenal dengan bangsa Yahudi.

Sebagaimana bangsa Israel atau bangsa Yahudi ini adalah bangsa pilihan, maka dalam proses sejarahnya, Tuhan berkarya langsung dan memimpin bangsa ini. Melalui orang-orang yang diutus menjadi pembebas, nabi-nabi, hakim-hakim, maupun raja-raja.

Di antaranya Tuhan membentuk sistem ibadah Israel, termasuk hari raya. Sebab hari raya juga merupakan perintah Tuhan kepada bangsa Israel untuk diperingati. Baik secara khusyuk maupun dirayakan dengan hati yang gembira. Sering juga dengan mempersembahkan korban-korban atau persembahan-persembahan.

Baca juga: 5 MAKNA KEMERDEKAAN ROHANI SEJATI, PENTING DIKETAHUI…

Hari raya orang Yahudi atau bangsa Israel ini, seluruhnya ada 10 hari raya Yahudi yang tertulis dalam Alkitab maupun melalui sejarah bangsa Israel

Dari 10 hari raya Yahudi, ada yang diperintahkan Tuhan dan tertulis dalam Alkitab. Ada juga yang tidak diperintahkan langsung oleh Tuhan atau tidak tertulis dalam Alkitab, namun terjadi karena proses sejarah. Yang akhirnya ditetapkan sebagai hari raya.

Delapan hari raya Israel diperintahkan langsung oleh Tuhan melalui Musa dan tertulis dalam Pentateukh, khususnya terdapat dalam Kitab Imamat pasal 23. Namun, tentu disinggung juga di bagian-bagian lain dalam Alkitab.

Sedangkan dua hari raya tidak diperintahkan langsung oleh Tuhan. Tetapi karena dianggap sebagai perbuatan Tuhan yang besar, maka kemudian ditetapkan sendiri oleh bangsa tersebut (tentu seijin Tuhan). Sebagai hari yang istimewa, yakni hari raya. Tujunnya, untuk mengingat perbuatan Tuhan yang besar bagi bangsa tersebut.

Dalam merayakannya, biasanya orang-orang Israel yang datang ke Yerusalem untuk merayakannya, sebab hari raya-hari raya tersebut, diperingati dan dirayakan di kota Yerusalem. Kecuali satu hari raya, yang boleh diperingati di luar Yerusalem.

Di sisi lain, ada beberapa hari raya yang dirayakan dalam waktu yang sangat berdekatan, bahkan pada bulan yang sama. Dan sebagian hanya beda beberapa hari saja, juga ada yang terjadi di hari yang sama.

Seluruh hari raya Yahudi ini, diadakan di dalam Bait Suci. Namun sejak Bait Suci Israel dihancurkan, maka hari-hari yang spesial ini umumnya dirayakan di Sinagoge atau rumah ibadat Israel.

Untuk apa kita perlu mengetahui 10 haru raya Yahudi? Penting sekali kita mengetahui hari-hari raya Yahudi ini, sebab muncul di Perjanjian Baru dan beberapa kali disebutkan dalam empat Injil dan Surat-Surat lainnya dalam Alkitab.

Baca juga: 12 AYAT ALKITAB TENTANG KEMERDEKAAN ROHANI

Juga masih dirayakan oleh orang Yahudi hingga hari ini, karena mereka menolak Yesus sebagai Mesias dan hingga kini menantikan kedatangan Mesias.

Bahkan, ada ajaran tertentu yang masih merayakan  hari raya Yahudi, selain agama Yudaisme. Di sisi lain, ada juga gereja yang tegas menolak hari raya Paskah Kristen karena menganggap berkaitan dengan Ibadah Israel dalam PL.

Jelaslah, kita perlu mengetahui 10 hari raya Yahudi, agar memahami dan mengenal budaya Yahudi, lebih mudah menggali isi Alkitab berkaitan dengan tradisi Yahudi, dan dapat melakukan eksegese dan eksposisi yang tepat dalam kaidah hermeneutika atau penafsiran Alkitab yang benar.

Juga, agar kita mengerti latar belakang dan makna dari semua hari raya tersebut dan penggenapannya di dalam Tuhan Yesus.

Akan Tetapi, seluruh hari raya Yahudi tersebut sudah digenapi di dalam Tuhan Yesus (Ibrani 10:1-18). Karena itu orang Kristen tidak lagi harus merayakannya.

Lantas, apa sajakah Hari Raya Yahudi di dalam Alkitab dan dalam sejarah bangsa Israel? Berikut penjelasan detil mengenai 10 hari raya Yahudi yang perlu kita pelajari dan pahami.

 

 

1. Hari Raya Yahudi ialah Sabat

TUHAN berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan, adalah yang berikut.

Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu. (Im. 23:1-3)

 

Hari raya Yahudi yang pertama adalah hari Sabat yang hari perayaannya dirayakan setiap Minggu, bukan seperti hari raya lainnya yang biasanya dirayakan setiap tahun. Hari raya ini dalam tradisi Israel, dirayakan setiap hari ketujuh atau hari Sabtu.

Baca juga: 7 DAMPAK HIDUP MERDEKA DALAM KRISTUS

Sabat dalam bahasa Ibrani adalah שַׁבָּ֥ת (Shabbat) yang artinya “istirahat” atau “berhenti”. Maksudnya adalah “hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus” atau beristirahat dari segala aktivitas maupun pekerjaan. Makna Sabat juga adalah pengingat bahwa Tuhan adalah pencipta alam semesta (Kel. 31:16-17).

Hari Sabat ini pertama kali diperintahkan Tuhan kepada bangsa Israel yang adalah umat pilihan-Nya. Ditetapkan Tuhan bahwa mereka tidak boleh bekerja dan beraktivitas pada hari Sabat ini. Selain hari tersebut, yakni selama enam hari dalam seminggu, hari pertama hingga hari keenam (Minggu sampai Jumat), mereka boleh bekerja.

Akan tetapi Sabat ini diperintahkan Tuhan bukan sekadar hari untuk beristirahat dari kesibukan beraktivitas, tetapi juga merupakan hari untuk beribadah kepada Tuhan. Yang disebut perkumpulan kudus.

Ketetapan hari Sabat ini didasarkan pada prinsip penciptaan. Tuhan menciptakan seluruh alam semeta ini pada hari pertama sampai hari keenam (Kej. 2:17) dan Tuhan beristirahat pada hari ketujuh.

Maka Sabat juga diperintahkan Tuhan dan termasuk pada perintah keempat dalam 10 hukum Taurat, agar bangsa pilihan-Nya mengingat dan menguduskan hari Sabat.

 “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” (Kel. 20:8-11)

Dalam tradisi Yahudi sebagaimana hitungan hari baru di mulai dari petang hingga petang atau jam 6 sore sampai 6 sore di hari berikutnya, sesuai urutan penciptaan “jadilah petang dan jadilah pagi”. Maka, Sabat di mulai dari Jumat sore hingga ke Sabtu sore.

Bahkan dalam melakukan perjalanan pada hari Sabat pun di atur hanya berjarak kira-kira 2000 langkah atau sekitar 1,5 km (1 mil) saja. Dan ini disebut dengan “Seperjalanan Sabat” yang disinggung dalam Kisah Para Rasul 1:12, “Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.”

Maksud peraturan “seperjalanan Sabat” tersebut ialah melarang mengadakan perjalanan untuk urusan sehari-hari dilakukan pada hari itu. Dan untuk memberikan istirahat kepada orang maupun binatang pengangkut beban.

Sabat adalah bagian dari hukum Taurat dan Tuhan Yesus telah menggenapi seluruh Hukum Taurat oleh kematian Yesus di kayu salib (Matius 5:17), sehingga Sabat tidak lagi mengikat orang Kristen. Bahkan, Tuhan Yesus lebih mulia dari hari Sabat, Ia Tuhan atas hari Sabat, Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Mat. 12:8)

Itulah sebabnya dapat dimaklumi mengapa ibadah Kristen menjadi hari Minggu atau hari pertama. Sebab Kristus bangkit pada hari Minggu dan Ia Tuhan atas hari Sabat. Artinya, bila di dalam PL lebih dimuliakan hari Sabat karena memang diperintahkan Tuhan. Tetapi di PB, lebih dimuliakan Kristus karena Ia Tuhan atas hari Sabat.

Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Loading...

Tinggalkan komentar Anda

error:
Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by