Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

7 DAMPAK HIDUP MERDEKA DALAM KRISTUS

 

 

2. Dampak Hidup Merdeka dalam Kristus ialah Mengalami Pertobatan Rohani

Banyak orang Kristen salah pengertian dengan Alkitab. Mereka berpikir setelah seseorang dimerdekakan oleh Kristus, maka ia bisa berbuat sesuka hatinya. Bahkan ada sebuah ajaran yang mengajarkan demikian, yakni hypergrace.

Mirisnya, pandangan ini beranggapan, meski terus berbuat dosa dan percaya kepada Yesus, ia akan tetap diselamatkan. Seseorang yang percaya kepada Tuhan ia telah dimemerdekakan secara rohani dan keselamatan itu tak akan hilang meski berulang-ulang jatuh ke dalam dosa.

Baca juga: Pergaulan Buruk Merusak Prestasi! Jangan Salah Bergaul…

Atau bebas melakukan dosa karena sudah percaya kepada Yesus pasti selamat. Anugerah Tuhan tetap selama-lamanya baginya, sekalipun ia terus jatuh ke dalam dosa atau meski ia selalu berbuat dosa.

Pandangan ini yang juga ditentang oleh Paulus. Ia justru mengajarkan untuk tetap kerjakan keselamatan dalam Filip 2:12-13.

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”

Memang ada pernyataan Paulus yang seolah-olah mendukung pandangan mereka, yakni di dalam Roma 10:9-11.

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”

Namun, bila kita melihat konteks dan situasi jemaat Roma saat itu, maka kita tentu akan menemukan maksud tulisan Paulus tidaklah seperti itu. Juga Paulus tidak pernah menyinggung hal ini di suratnya yang lain. Hal ini berarti nats ini disesuaikan dengan situasi jemaat Roma saat itu.

Situasi jemaat Roma saat itu ada dalam tekanan dan penganiayaan berat baik dari orang-orang Yahudi maupun orang-orang Roma saat itu karena iman mereka kepada Tuhan Yesus.

Jadi, untuk mengaku Yesus sebagai Tuhan saja, risikonya akan kehilangan segalanya, baik harta, keluarga, maupun nyawanya sendiri. Karena itu, jemaat Roma yang mengaku di bawah tekanan bahwa Yesus adalah Tuhan, maka ia diselamatkan.

Dengan pengertian ini, kita pun dapat menyimpulkan pandangan Paulus dan Yakobus tidaklah berbeda. Sama dengan konsep Yakobus, bahwa Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”

Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. (Yak. 2:17-19)

Tuhan Yesus sendiri setelah menyembuhkan seseorang ia berpesan untuk tidak berbuat dosa lagi. Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” (Yoh. 5:14)

Baca juga: Menjadi Sempurna; Bukan Sekadar Baik Saja, tetapi…

Dan, orang yang telah hidup merdeka di dalam Kristus, ia pasti akan sangat menghargai pengorbanan Kristus di atas kayu salib dan tidak ingin menyalibkan Kristus kedua kalinya. Hidupnya memperlihatkan pertobatan rohani dan menjadi kesaksian melalui hidupnya yang memancarkan kaih Kristus.

Baca juga: Di Proses Tuhan! Apa Maksud Tuhan Dibaliknya?

Dampak seseorang yang telah hidup merdeka di dalam Kristus ialah pertobatannya terlihat dan hidupnya menjadi berkat bagi orang lain baik melalui perkataan maupun pertobatan. Ia menjadi surat Kristus terbuka dan orang-orang melihat pertobatannya. Inilah ciri orang yang “merdeka di dalam Kristus”.

Sebaliknya, jika seseorang mengaku sebagai murid Kristus dan telah merdeka di dalam Kristus tetapi tanpa pertobatan rohani, maka sebenarnya ia belum dimerdekakan oleh kebenaran.

 

 

3. Dampak Hidup Merdeka dalam Kristus ialah Mengalami Pembentukan Iman

Hal berikutnya dampak seseorang yang hidup merdeka dalam Kristus adalah ia akan mengalami pembentukan iman. Ia akan semakin kuat dan berakar di dalam Kristus, sebab tinggal dalam pembentukan atau proses Tuhan.

Seseorang yang telah menerima Kristus, tidak lantas ia stagnan saja dengan imannya, yang hanya “sekadar percaya dan menerima Kristus.” Ia harus masuk kepada level iman selanjutnya, yakni tinggal tetap di dalam Dia.

Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kol. 2:6-7)

Orang yang tinggal tetap di dalam Kristus dan berakar di dalam Dia, merekalah yang dikategorikan orang yang telah mengalami kemerdekaan di dalam Kristus. Atau orang yang hidup merdeka di dalam Kristus, cirinya adalah ia berakar dan “dibangun di atas Dia”.

Orang yang berakar di dalam Kristus, apapun yang terjadi orang tersebut tetap berada dalam proses Tuhan dan mengalami pembentukan iman, sampai kepada kedewasaan iman dan pengenalan yang benar akan Allah.

Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,

dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. (2 Pet. 1:5-11)

Apakah yang bisa memisahkan seseorang dari kasih Kristus? Kelaparan, pedang, ataukah harta? Tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih-Nya.

Inilah yang disebutkan oleh Paulus dalam Roma 8:35, bahwa “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”

Modal seseorang berpegang teguh pada kebenaran, ialah tentu ia harus mengalami pembentukan Tuhan. Dan proses Tuhan ini akan berlanjut tidak hanya sampai kita mengalami kedewasaan rohani, juga berlanjut (seumur hidup) hingga kita menjadi sempurna atau serupa dengan Kristus.

Baca juga: Bernilai di Mata Tuhan! Ini Agenda Hidup yang Seharusnya…

Proses ini berlaku sampai seumur hidup kita!

Kita seperti halnya bejana di tangan penjunan, yang membentuk menjadi sesuatu yang indah, berharga, dan bernilai tinggi. Sebagaimana disebutkan dalam Yeremia 18:1-6, Tuhan yang membentuk kita sesuai kehendak-Nya dan menjadi indah di mata-Nya.

Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: “Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu.” Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.

Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: “Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Jelaslah orang yang telah mengalami kemerdekaan rohani, dampaknya ia mengalami pembentukan iman menuju kepada kedewasaan iman dan menjadi serupa dengan Kristus atau sempurna sesuai dengan ukuran atau kehendak Tuhan.

Sebaliknya, orang yang tidak mau dibentuk Tuhan adalah orang yang bukan hanya tidak hidup merdeka dalam Kristus, ia juga “menyalibkan Kristus” kedua kalinya, karena tidak memiliki ketaatan kepada Kristus.

Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Tanggapan Anda:

error: