Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

7 DAMPAK HIDUP MERDEKA DALAM KRISTUS

 

 

4. Dampak Hidup Merdeka dalam Kristus ialah Mengalami Penyangkalan Diri

Mengikut Tuhan dengan kesungguhan hati, tidak cukup hanya mengakuinya melalui mulut saja. Tidak cukup juga hanya mengalami perubahan paradigma, hidup dalam pertobatan, dan tinggal dalam proses Tuhan.

Justru ia pun harus belajar menjadi murid Kristus melalui penyangkalan diri. Mengikut Tuhan, mutlak haruslah menyangkal diri. Ini adalah harga yang harus dibayar apabila seseorang mau menjadi murid Kristus.

Baca juga: MENJADI MURID SEJATI, PENTING UNTUK DIKETAHUI

Penyangkalan diri ini, disebutkan dalam Matius 16:24, yakni Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Kata Menyangkal diri dalam bahasa Yunani ialah ἀπαρνησάσθω ἑαυτόν (aparnesasto heauton).  Aparnesasto artinya deny atau menyangkal, mengingkari. meniadakan, disown atau tidak mengakui, memungkiri, repudiate atau tak (mau) mengakui, menanggalkan.

Jadi, menyangkal diri artinya memungkiri, menanggalkan, mengingkari diri sendiri. BIS menerjemahkan “melupakan kepentingannya sendiri.” Menyangkal diri meliputi menyangkali keinginan atau kehendak yang bertentangan dengan Alkitab, hawa nafsu perbuatan daging, dan dosa.

Mengapa kita harus menyangkal diri? Sebab di dalam Roma 8:7-8, disebutkan “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.”

Yang dimaksud dengan penyangkalan diri juga adalah mengakui imannya atau memperlihatkan imannya kepada dunia melalui kesaksian hidupnya, mengasihi Tuhan lebih dari siapapun dan apapun, dan tidak takut kehilangan nyawanya demi Kristus.

Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (Mat 10:32-39)

Intinya penyangkalan diri yang dimaksud adalah kita meletakkan segala ambisi atau keinginan daging dan keakuan kita di bawah kehendak Tuhan. Fokus utamanya adalah nama Tuhan dipermuliakan di dalam hidupnya.

Atau ekstremnya adalah kita “mengosongkan diri” seperti halnya Tuhan Yesus telah memberikan teladan dalam Filipi 2:7-8, ia ber-kenosis (pengosongan diri). Kristus mengosongkan diri-Nya untuk misi Bapa yang mulia. Kita pun harus menyangkal diri (mengosongkan diri) untuk kehendak-Nya terjadi atas kita dan kita pun menjadi berkat.

Baca juga: Mengejar Target Hidup? Yesus Lebih dari Cukup….

Sayangnya, ada banyak orang Kristen yang gagal hidup merdeka di dalam Kristus, karena mereka membanggakan kepintaran mereka dan kesombongan hati selalu menguasai mereka.

Cirinya, mereka selalu memamerkan keberhasilan mereka ketimbang karya Tuhan dalam hidup mereka. Selain itu, banyak pemimpin Kristen yang sulit “turun ke bawah” dan melayani orang-orang yang lebih rendah dari mereka. Padahal perlu meneladani Kristus, yakni Ia dating untuk melayani, bukan dilayani.

Seperti dampak hidup merdeka di dalam Kristus? Di antaranya adalah seseorang mampu menyangkal diri untuk Tuhan dan kerajaan-Nya.

 

 

 

5. Dampak Hidup Merdeka dalam Kristus ialah Mengalami Penolakan Dunia

Penolakan dunia terhadap seseorang yang telah hidup merdeka di dalam Kristus begitu radikal. Bahkan dengan segala upaya mereka lakukan untuk mengucilkan orang percaya di tengah-tengah mereka.

Dunia yang dimaksud di sini adalah orang sekitar kita. Bisa sahabat, kerabat, tetangga, atau orang sekitar yang tidak hidup takut akan Tuhan.

Jika ini yang kita alami, jangan takut melainkan tetap perlihatkan iman kita kepada mereka. Jangan takut dengan mereka yang bisa membunuh dengan pedang, namun tidak bisa melepaskan kita dari hukuman kekal.

Baca juga: Berani Menerima Baptisan? Teguhlah dalam Iman…

Matius 10:28 Menyebutkan “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”

Alkitab juga berkata dalam Matius 10:16 bahwa kita diutus di tengah serigala, “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”

Penolakan dunia tidak tanggung-tanggung, seperti akan mengalami penderitaan. Hal ini sudah disampaikan Tuhan Yesus dalam Matius 10:17-26.

Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Mungkin kita tidak mengalami penolakan ekstrem seperti dianiaya dengan berat karena percaya Yesus, sebagai mana dialami oleh gereja mula-mula. Atau mungkin kita tidak dikucilkan. Tetapi pada dasarnya, banyak teman, kerabat, atau orang dekat kita mulai menjauhkan kita hanya karena kita percaya Yesus dan hidup merdeka dalam Kristus.

Jelaslah, bahwa memang kita akan mengalami penolakan dunia karena kita bukan dari dunia ini. Bahkan mereka bisa mengejek, menghina, dan menertawakan karena keseriusan kita dalam mengikut Tuhan.

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.

Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.” (Yoh. 15:18-21)

Baca juga: Fokus Hidup Orang Percaya; Bangunlah Kerohanian Anda…

Meski demikian, tetaplah mengasihi mereka. Tetaplah menegur sapa, berbagi, dan bersahabat dengan mereka, namun jangan mengikuti cara hidup mereka. Dengan begitu, mereka akan melihat kita berbeda, dan menyadari bahwa Kristus hidup “di dalam kita”.

Orang yang mengalami penolakan dunia adalah mereka yang telah hidup merdeka dengan Kristus. Sebaliknya, bila seseorang tidak hidup berbeda (gaya hidup dan cara berpikir yang belum sesuai Alkitab), namun ia mengakui bahwa dirinya adalah murid Kristus, sebenarnya ia belum hidup merdeka di dalam Kristus.

 

Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Tanggapan Anda:

error: