10 HARI RAYA YAHUDI DALAM AlKITAB DAN SEJARAH ISRAEL
8. Hari Raya Yahudi ialah Pondok Daun
TUHAN berfirman kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, begini: Pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu ada hari raya Pondok Daun bagi TUHAN tujuh hari lamanya. Pada hari yang pertama haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.
Tujuh hari lamanya kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN, dan pada hari yang kedelapan kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN. Itulah hari raya perkumpulan, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. …
Akan tetapi pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu pada waktu mengumpulkan hasil tanahmu, kamu harus mengadakan perayaan bagi TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang pertama haruslah ada perhentian penuh dan juga pada hari yang kedelapan harus ada perhentian penuh.
Pada hari yang pertama kamu harus mengambil buah-buah dari pohon-pohon yang elok, pelepah-pelepah pohon-pohon korma, ranting-ranting dari pohon-pohon yang rimbun dan dari pohon-pohon gandarusa dan kamu harus bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, tujuh hari lamanya.
Kamu harus merayakannya sebagai perayaan bagi TUHAN tujuh hari lamanya dalam setahun; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Dalam bulan yang ketujuh kamu harus merayakannya.
Di dalam pondok-pondok daun kamu harus tinggal tujuh hari lamanya, setiap orang asli di Israel haruslah tinggal di dalam pondok-pondok daun,
supaya diketahui oleh keturunanmu, bahwa Aku telah menyuruh orang Israel tinggal di dalam pondok-pondok selama Aku menuntun mereka sesudah keluar dari tanah Mesir, Akulah TUHAN, Allahmu.” (Imamat 23:33-36; 39-43)
Hari raya Yahudi yang kedelapan adalah hari raya Pondok Daun yang juga disebut hari raya Tabernakel. Sebagai hari perkumpulan kudus dan mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan selama tujuh hari. Pada hari kedelapan merupakan puncak acara tersebut.
Sama halnya dengan dua hari raya yang dibahas sebelumnya, yang dirayakan pada bulan yang sama, hari raya Pondok Daun yang diperingati secara khusyuk ini, bangsa Isrel tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat.
Bahkan bangsa itu harus berhenti dari berbagai aktivitas termasuk bekerja, yakni pada hari pertama dan hari terakhir hari raya tersebut, hari pertama dan hari kedelapan. Hari Raya ini diperingati pada tanggal 15-22 bulan ketujuh (Tisri) dalam kalender Israel yang jatuh di bulan September-Oktober pada kalender internasional.
Pondok Daun dalam bahasa Ibrani ialah סֻכּוֹת (Sukot) karena aspek utama dari festival ini adalah sebuah pondok (sukkah), Hari raya ini adalah salah satu hari raya ziarah selain Pentakosta dan Roti Tidak Beragi. Umat Yahudi berziarah ke Bait Allah di Yerusalem sambil membawa persembahan dan semua pria wajib mengikuti perayaan ini (Ul. 16:16).
Tujuan hari raya ini ialah untuk membawa persembahan tuaian musim gugur dan untuk mengingat bahwa orang Israel pernah mengembara di padang gurun sekeluarnya mereka dari Mesir.
Baca juga: 7 JENIS BAPTISAN KRISTEN YANG PERLU DIKETAHUI …
Hari Raya Pondok Daun adalah juga hari raya untuk mengucap syukur atas hasil panen yang Tuhan sudah berikan, dan umat berdoa agar Tuhan kembali memberikan hujan di musim dingin mendatang untuk memulihkan keadaan tanah.
Perayaannya diperingati oleh bangsa Israel dengan cara, mereka tinggal di dalam pondok-pondok yang terbuat dari daun-daun selama tujuh hari atau seminggu penuh. Hal ini agar mereka menyadari bahwa mereka dulu tidak mempunyai rumah selama pengembaraan di padang gurun, sewaktu keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.
Dalam zerayakan hari raya ini, bukanlah dilakukan dengan berkabung, melainkan merupakan hari raya yang menggembirakan. Di mana mereka harus bersukaria sembari membawa berbagai macam buah-buahan dan ranting-ranting pohon di hadapan Tuhan (Im. 23:37-43).
Selama enam hari pertama dari perayaan Hari Raya Pondok Daun mereka melakukan prosesi mengelilingi mezbah sekali. Dan pada hari ketujuh mereka akan mengelilingi mezbah tujuh kali untuk memperbesar sukacita. Puncak acara ketika rabi menuangkan air tersebut ke mezbah, disebut Simcha Bet Hashoevah (Sukacita Penuangan Air di Bait Suci).
Di setiap malam, ucapan syukur khusus diucapkan atas: lulav (ranting palem/korma), etrog (jeruk lemon Israel), hadas (myrtle), dan arava (willow). Keempat tanaman ini disebut “The Four Species” atau Empat Tanaman.
Sewaktu Tuhan Yesus di bumi, Ia pernah menghadiri Hari Raya Pondok Daun (Yoh. 7:2) dan pada puncak perayaan itu di hari kedelapan, Tuhan Yesus berkhotbah tentang Air Hidup (Yoh. 7:37-39) dan Terang Dunia (Yoh. 8:12).
9. Hari Raya Purim
Oleh sebab itulah hari-hari itu disebut Purim, menurut kata pur. Oleh sebab itu jugalah, yakni karena seluruh isi surat itu dan karena apa yang dilihat mereka mengenai hal itu dan apa yang dialami mereka,
orang Yahudi menerima sebagai kewajiban dan sebagai ketetapan bagi dirinya sendiri dan keturunannya dan bagi sekalian orang yang akan bergabung dengan mereka, bahwa mereka tidak akan melampaui merayakan kedua hari itu tiap-tiap tahun, menurut yang dituliskan tentang itu dan pada waktu yang ditentukan,
dan bahwa hari-hari itu akan diperingati dan dirayakan di dalam tiap-tiap angkatan, di dalam tiap-tiap kaum, di tiap-tiap daerah, di tiap-tiap kota, sehingga hari-hari Purim itu tidak akan lenyap dari tengah-tengah orang Yahudi dan peringatannya tidak akan berakhir dari antara keturunan mereka.
Lalu Ester, sang ratu, anak Abihail, menulis surat, bersama-sama dengan Mordekhai, orang Yahudi itu; surat yang kedua tentang hari raya Purim ini dituliskannya dengan segala ketegasan untuk menguatkannya.
Lalu dikirimkanlah surat-surat kepada semua orang Yahudi di dalam keseratus dua puluh tujuh daerah kerajaan Ahasyweros, dengan kata-kata salam dan setia,
supaya hari-hari Purim itu dirayakan pada waktu yang ditentukan, seperti yang diwajibkan kepada mereka oleh Mordekhai, orang Yahudi itu, dan oleh Ester, sang ratu, dan seperti yang diwajibkan mereka kepada dirinya sendiri serta keturunan mereka, mengenai hal berpuasa dan meratap-ratap. Demikianlah perintah Ester menetapkan perihal Purim itu, kemudian dituliskan di dalam kitab.
Hari raya Yahudi yang kesembilan adalah hari raya Purim, yakni hari raya yang bertujuan untuk memperingati terlepasnya bangsa Yahudi dari maksud jahat Haman, seorang pejabat tinggi di kerajaan Persia, yang hendak membinasakan orang Yahudi.
Baca juga: KATA ALKITAB TENTANG JODOH, INI 3 KRITERIA JODOH KRISTEN…
Perayan hari raya Purim ini, diperingati pada tanggal 14-15 bulan kedua belas (Adar) dalam kalender Israel atau bulan Februari-Maret pada kalender internasional.
Purim memperingati peristiwa yang terjadi di Persia dan Media, pada masa pemerintahan Raja Ahasyweros (Raja Artaxerxes/ Xerxes (486-465). Di sana, seorang yang jahat bernama Haman mempunyai rencana untuk memusnahkan Semua orang Yahudi.
Dia membuang undi untuk menentukan tanggalnya, yaitu tanggal 14 bulan Adar pada penanggalan Yahudi. Kata פורים (purim) dalam bahasa Ibrani artinya “undi”. inilah yang menjadi nama hari raya ini.
Rencana jahat Haman berhasil digagalkan oleh Mordekhai dan Ester. Di sinilah pertolongan Tuhan yang nyata bagi orang Yahudi saat itu. Oleh campur tangan Tuhan, misi jahat Haman pun akhirnya dapat dihalau. Seharusnya Mordekhai yang dieksekusi namun dengan pertolongan Tuhan hukuman gantung berbalik kepada Haman dan keluarganya.
Kejadian ini, ditetapkan oleh Mordekhai dan Ester sebagai hari raya Purim dalam kalender Yahudi. Hari Raya Purim ini, mungkin dapat dikatakan sebagai hari raya tahunan yang “paling gembira”.
Menurut tradisi, di hari raya ini orang Yahudi memberi bingkisan bagi mereka yang kurang mampu, bertukar bingkisan antar keluarga dan teman, dan memakai kostum tokoh-tokoh tertentu. Dan secara umum bersukacita ketika mendengarkan kisah yang tertulis di dalam Kitab Ester.
Anak-anak mengenakan beragam kostum dari tokoh-tokoh yang ada di Kitab Ester.
Hari raya ini tidak tertulis dalam kitab Pentateukh atau tidak diperintahkan langsung oleh Tuhan melalui perantara Musa.
10. Hari Raya Pentahbisan Bait Allah
“Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.” (Yoh. 10:22-23)
Hari raya Yahudi yang terakhir adalah hari raya Pentahbisan Bait Allah, yakni hari raya yang bertujuan untuk memperingati penyucian Bait Allah di Yerusalem pada tahun 164 Masehi.
Pentahbisan Bait Suci dalam bahasa Ibrani, hari raya ini disebut חֲנֻכָּה (hanukah). Sama halnya dengan Purim, hari raya Pentahbisan Bait Allah ini, juga tidak diperintahkan Tuhan dalam Alkitab, termasuk pada zaman Musa. Sebab hari raya ini terjadi pada zaman Intertestamental, antara zaman Perjanjian Lama dengan zaman Perjanjian Baru.
Baca juga: Jodoh Ditentukan Tuhan? Inilah Perspektif Alkitab …
Antiokhus Epifanes adalah raja terkenal dari kaum Seleukus (Seleucid), yang beberapa kali muncul dalam penglihatan Daniel (Daniel 8:9-12). Di masa pemerintahannya, kerajaan Yunani-Siria berjaya dan bangsa Yahudi mengalami penindasan yang berat di bawah kekuasaannya.
Raja yang jahat ini, Pada 25 Desember 167 SM menajiskan Bait Suci dengan mempersembahkan korban ke dewa-dewa di Bait Suci, serta menempatkan kepala babi dan patungnya sendiri di Bait Suci.
Selama tiga tahun, Yudas Makabe dan pasukannya mengadakan perlawanan. Hingga akhirnya pasukannya berhasil menang dalam pertempuran ini dan Makabe mengembalikan fungsi Bait Allah yang seharusnya.
Perayaan ini juga disebut keajaiban bagi orang Yahudi. Karena tentara Yahudi yang dipimpin oleh Makabe putra Mattathias, dapat mengusir tentara kuat bangsa Yunani yang menduduki wilayah Palestina, dari tanah Israel maupun Bait Allah.
Peristiwa kejaiban lainnya, ketika Makabe dan tentaranya memasuki Bait Allah untuk membersihkan dari berhala dan mengembalikan kembali fungsi Bait Allah sebagai tempat kegiatan keagamaan Yahudi. Mereka hanya menemukan satu toples minyak ukuran kecil yang digunakan untuk menyalakan lampu Menorah.
Padahal mereka membutuhkan minyak yang banyak untuk menyalakan lampu Menorah, sedangkan dalam toples kecil tersebut hanya cukup untuk menyalakan lampu selama satu hari. Tetapi ternyata nyalanya bertahan delapan hari sampai mereka mampu untuk mendapatkan minyak zaitun yang baru.
Dalam rangka memperingati keajaiban inilah, maka umat Yahudi merayakan Hannukah selama delapan hari. Ini menjadi kemenangan besar yang selalu diingat oleh orang Yahudi dan dirayakan setiap tahun.
Inilah satu-satunya hari raya Israel yang tidak harus dirayakan di Yerusalem, tetapi juga bisa merayakan di berbagai negara di luar Israel dan Yerusalem. Mereka biasanya merayakannya secara meriah disertai dengan nyanyian-nyayian.
Baca juga: CIRI ORANG YANG DIPENUHI ROH KUDUS (Efesus 5:18)
Penutup
Demikianlah penjelasan dari 10 hari raya Yahudi yang perlu diketahui. Perlu dipahami bahwa seluruh hari raya dalam Perjanjian Lama, sudah tidak lagi relevan bagi orang Kristen.
Sebab Kristus telah menggenapi hukum Taurat. Dialah yang tak bercacat cela dan yang sempurna, layak untuk dimuliakan.
(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)
Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “ 10 HARI RAYA YAHUDI DALAM AlKITAB DAN SEJARAH ISRAEL ” ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.
Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.
Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.
Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 10 HARI RAYA YAHUDI DALAM AlKITAB DAN SEJARAH ISRAEL ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!
Kunjungi beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!
- 7 MAKNA KENAIKAN TUHAN YESUS KE SORGA
- TUJUAN TUHAN YESUS NAIK KE SORGA (Luk. 24:50-53)
- 7 MAKNA KEMATIAN KRISTUS BAGI UMAT MANUSIA
- Cari berani Berani Menerima Baptisan? Teguhlah dalam Iman…
- Mengingat Kebaikan Tuhan, Inilah Manfaatnya…
- TETAP KONSISTEN DALAM IMAN KEPADA KRISTUS

