Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasan Singkat (Bag. 1)

 

7. Hakim-Hakim, Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab

Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang ketujuh adalah Kitab Hakim-Hakim. Kitab ini menjadi mata rantai utama sejarah di antara zaman Yosua dengan zaman raja-raja Israel. Periode para hakim mulai dari sekitar tahun 1375 – 1050 SM, ketika Israel masih merupakan perserikatan suku-suku. Kitab ini ditulis kira-kira tahun 1050 – 1000 SM.

Judul kitab ini dalam bahasa Ibrani שופטים Syiofetim, dalam bahas Yunani ialah Κριταί – Kritai, dalam bahasa Inggris diterjemahkan Judges. Kitab ini memperoleh namanya dari berbagai tokoh yang secara berkala dibangkitkan Allah untuk memimpin dan membebaskan orang Israel setelah mereka mundur dan ditindas oleh bangsa-bangsa tetangga.

Baca juga: GENERASI PENYEMBAH: 3 CARA MENJADI PENYEMBAH BAPA

Para hakim yang berjumlah 13 dalam kitab ini, datang dari berbagai suku dan berfungsi sebagai panglima perang dan pemimpin masyarakat. Banyak yang pengaruhnya terbatas pada sukunya sendiri, sedangkan beberapa orang memimpin seluruh bangsa Israel. Samuel sebagai hakim terakhir dan nabi yang pertama, tidak termasuk dalam kitab ini.

Beberapa petunjuk mengenai masa penulisan kitab ini, yakni penulisannya terjadi setelah tabut perjanjian dipindahkan dari Silo pada masa Eli dan Samuel (Hak. 18:31; Hak. 20:27; bnd. 1 Sam. 4:3-11), Hakim-Hakim 17:6; 18:1; 19:1; dan 21:25 memberi kesan bahwa kerajaan Israel sudah berdiri ketika kitab ini ditulis, dan Yerusalem belum direbut dari suku Yebus (Hak. 1:21; bd. 2 Sam. 5:7).

Ketiga keterangan waktu penulisan ini, menunjukkan bahwa kitab ini diselesaikan sesaat sesudah Raja Saul naik takhta (+1050 SM), tetapi sebelum Raja Daud menaklukkan Yerusalem (sekitar 1000 SM). Penulis kitab ini adalah Samuel, sebab Talmud Yahudi mengaitkan asal-usul kitab ini dengan Samuel.

Kitab ini mencatat dan menilai masa para hakim dari segi perjanjian (Hak. 2:1-5). Musa sudah menubuatkan bahwa penindasan oleh bangsa-bangsa asing akan menimpa bangsa Israel sebagai salah satu kutukan Allah, jikalau mereka menyimpang dari perjanjian (Ul. 28:25, 33, 48). Kitab Hakim-Hakim menggarisbawahi kenyataan nubuat tersebut dalam sejarah.

Kisah dalam Kitab Hakim-Hakim ini mengenai peristiwa dari suatu zaman dalam sejarah Israel sebelum bangsa itu menjadi suatu kerajaan. Itulah zaman antara pendudukan Kanaan dan berdirinya kerajaan Israel. Kisah-kisah tersebut adalah mengenai hal-hal yang dilakukan oleh pahlawan-pahlawan bangsa.

Baca juga: SERUAN BERIBADAH DENGAN BERSORAK-SORAK – EKSPOSISI MAZMUR 100

Mereka lazimnya disebut hakim, tetapi kebanyakan dari mereka sebenarnya adalah pemimpin-pemimpin militer dan bukan hakim menurut arti yang biasa. Salah seorang dari para pahlawan itu, yang sangat terkenal, ialah Simson. Kisahnya  terdapat dalam pasal 13-16.

Ajaran utama dari kitab ini ialah bahwa hanya dengan setia kepada Tuhan, umat Israel dapat bertahan terus; tetapi bila mereka meninggalkan Tuhan, mereka selalu mendapat kesukaran besar. Namun dalam masa yang demikian pun Allah selalu bersedia menolong umat-Nya apabila mereka bertobat dari dosa-dosa mereka dan beribadat kepada Allah.

 

 

8. Kitab Rut, Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab

Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang kedelapan adalah Kitab Rut רות. Secara historis, kitab ini menguraikan berbagai peristiwa dalam kehidupan suatu keluarga Israel pada zaman para hakim (Rut 1:1, sekitar 1375 – 1050 SM). Kitab ini, kira-kira ditulis pada abad ke-10 SM.

Secara geografis, latar belakang 18 ayat pertama kitab ini adalah di tanah Moab (di sebelah timur Laut Mati). Sisa isi dan kisah dari kitab ini terjadi dekat atau di Betlehem di Yehuda. Secara liturgis, kitab ini menjadi salah satu dari lima gulungan dari bagian ketiga Alkitab Ibrani, yaitu Hagiographa (Tulisan-Tulisan Kudus).

Baca juga: 3 FAKTA TUHAN ITU ADA TANPA BUKTI ALKITAB

Tiap-tiap tulisan ini dibacakan di depan umum pada salah satu hari raya Yahudi tahunan. Karena drama inti dalam kitab ini terjadi pada waktu panen, kitab ini biasanya dibaca pada Hari Raya Panen (Pentakosta).

Mengenai waktu penulisan, Karena kitab ini hanya merunut keturunan Rut sampai Raja Daud (Rut 4:21-22), mungkin sekali kitab ini ditulis pada zaman pemerintahan Daud. Penulis kitab ini tidak pernah disebutkan dalam Alkitab, sekalipun tradisi Talmud Yahudi menyebutkan Samuel sebagai penulisnya.

Rut adalah seorang wanita Moab yang menikah dengan seorang  Israel. Walaupun suaminya sudah meninggal, ia tetap menunjukkan kesetiaannya terhadap ibu mertuanya yang berbangsa Israel itu, dan selalu beribadat kepada Allah umat Israel.

Pada akhir kisah ini, Rut mendapat seorang suami baru dari antara sanak saudara mendiang suaminya. Melalui pernikahannya yang kedua ini Rut menjadi nenek buyut Daud, raja Israel yang terbesar.

Kisah-kisah dalam Kitab Hakim-Hakim menunjukkan kesukaran-kesukaran yang terjadi karena umat Allah meninggalkan Allah. Sebaliknya, kisah Rut menunjukkan berkat-berkat yang diberikan Allah kepada seorang asing yang meninggalkan agamanya untuk percaya kepada Allah Israel. Oleh sikapnya itu ia menjadi anggota umat Allah.

 

 

9. Kitab 1 Samuel, Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab

Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang kesembilan adalah Kitab 1 Samuel. Di Perjanjian Lama Ibrani, 1 dan 2 Samuel merupakan satu kitab. Keduanya diberi nama menurut nabi Samuel, tokoh yang sangat dihormati sebagai seorang pemimpin rohani Israel yang tangguh dan yang dipakai Allah untuk mengatur kerajaan teokratis.

Judul kitab ini dalam bahasa Ibrani ialah שמואל Syemuel, dalam bahasa Yunani ialah Βασιλειῶν Α – Basileon Alpha. 1 Samuel meliputi hampir seratus tahun sejarah Israel, dari kelahiran Samuel hingga wafatnya Saul (sekitar 1105-1010 SM), dan merupakan mata rantai sejarah yang utama di antara masa para hakim dengan raja Israel yang pertama.

Baca juga: 7 FAKTA SEPUTAR LGBT YANG PERLU ANDA KETAHUI

Masalah kepenulisan mencakup 1 dan 2 Samuel sebagai satu karya tunggal. Karena sebagian 1 Samuel dan seluruh 2 Samuel ditulis setelah kematiannya, Samuel hanya menjadi salah satu penulis penyumbang (bnd. 1 Sam. 10:25).

Karya terakhir ditulis oleh seorang sejarahwan dan nabi yang terilham yang memakai beberapa sumber, termasuk catatan-catatan Samuel (2 Sam. 1:18; 1 Taw. 27:24; 1 Taw. 29:29), namun identitas sejarahwan terilham ini tidak kita kenal.

Kemungkinan besar kitab ini diselesaikan tidak lama sesudah tahun 930 SM, karena 1 Samuel tampaknya menunjuk kepada pecahnya kerajaan (1Sam. 27:6) dan 2 Samuel berakhir dengan hari-hari terakhir Daud.

1 Samuel menguraikan titik peralihan yang kritis dalam sejarah Israel dari kepemimpinan para hakim kepada pemerintahan seorang raja. Kitab ini menyatakan ketegangan di antara pengharapan bangsa itu akan seorang raja (1 Sam. 8:5) dengan Allah sebagai Raja mereka.

Memang Tuhan sendiri sudah dianggap raja di Israel, tetapi untuk menanggapi permohonan rakyat, Ia memilih seorang raja bagi mereka. Perubahan dalam kehidupan nasional di Israel itu khususnya berkisar pada tiga orang: Nabi Samuel, Raja Saul, dan Raja Daud.

Baca juga: 8 AKIBAT MENOLEH KE BELAKANG, PENTING DISIMAK

Kitab ini juga menunjukkan dengan jelas bahwa ketidaktaatan Saul dan pelanggarannya terhadap tuntutan-tuntutan teokratis jabatannya, membuat Allah menolak dan menggantikannya sebagai raja. Juga mengenai pengalaman-pengalaman Daud di masa mudanya sebelum ia menjabat raja, terjalin erat dengan kisah Samuel dan Saul.

Pokok kitab ini, sama seperti kisah-kisah lainnya dalam Perjanjian Lama, ialah bahwa orang akan berhasil kalau setia kepada Allah, dan celaka kalau mendurhaka. Hal itu dinyatakan dengan jelas dalam pasal 2:30 ketika Tuhan berkata kepada Imam Eli, “Yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi yang menghina Aku akan Kuhina.”

 

Baca selanjutnya: Klik DI SINI atau klik NEXT di bawah ini untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Tanggapan Anda:

error: