Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasan Singkat (Bag. 1)

 

4. Kitab Bilangan, Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab

Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang keempat adalah Kitab Bilangan. Secara kronologis, Kitab Bilangan merupakan sambungan sejarah yang dicatat di Kitab Keluaran. Judul kitab ini muncul pertama kali dalam naskah versi Yunani dan Latin, dan diambil dari dua sensus kaum pria Israel yang dicatat dalam Bilangan 1:1-54; 26:1-65.

Sejarah menganggap bahwa kitab ini ditulis oleh Musa, sebab hal ini dinyatakan oleh Pentateukh Yahudi dan Samaria, tradisi Yahudi, Yesus dan para penulis PB, para penulis Kristen kuno, para cendekiawan konservatif zaman modern, dan oleh bukti di dalam kitab itu sendiri (Bil. 33:1-2).

Baca juga: 7 HAL TENTANG SOSOK PENUNGGANG KUDA PUTIH DALAM KITAB WAHYU

Sepanjang pengembaraan di padang gurun, rupanya Musa mencatatnya dan kemudian menyusun isi Kitab Bilangan dalam bentuk narasi menjelang kematiannya (sekitar 1405 SM). Kebiasaan Musa untuk menyebut dirinya dengan kata ganti orang ketiga, memang biasa dilakukan dalam tulisan-tulisan kuno, dan karena itu tidak melemahkan kredibilitasnya sebagai penulisnya.

Sebagian besar kitab ini mengisahkan pengalaman-pengalaman Israel selama mengembara “di padang gurun”. Karena itu, di dalam Kitab PL bahasa Ibrani, kitab ini dikenal dengan nama בַּמִּדְבָּר – Bamidbar, yang artinya “Di Padang Gurun”. Dalam bahasa Yunani ialah Αριθμοι- Arithmoi. Sedangkan, dalam bahasa Inggris menerjemahkan Numbers.

Sejenak sebelum meninggalkan Gunung Sinai, Allah menyuruh Musa membuat sensus menghitung semua laki-laki Israel yang sanggup berperang (Bil. 1:2-3). Sembilan belas hari kemudian bangsa itu berangkat mengadakan perjalanan singkat ke Kadesy (Bil. 10:11).

Catatan penting lainnya dalam Kitab Bilangan ialah mengenai pemberontakan serius Israel di Kadesy dan hukumannya di padang gurun selama 39 tahun, sehingga Allah membawa suatu angkatan orang Israel yang baru ke dataran Moab, yang terletak di seberang Sungai Yordan dari Yeriko dan tanah perjanjian.

Kitab Bilangan adalah kisah tentang suatu bangsa yang seringkali berkecil hati dan takut menghadapi kesukaran-kesukaran. Mereka melanggar perintah Allah dan tak mau menurut kepada Musa yang ditunjuk Tuhan untuk memimpin mereka.

Juga menceritakan tentang sejarah bangsa Israel selama hampir 40 tahun, sejak mereka meninggalkan Gunung Sinai sampai tiba di perbatasan timur Kanaan, yaitu negeri yang dijanjikan Allah untuk diberikan kepada mereka.

Selain itu, merupakan kisah tentang bagaimana Tuhan dengan setia dan tekun memelihara bangsa-Nya, walaupun mereka itu lemah dan tidak taat. Di sisi lain, mengisahkan tentang Musa, yang kadang-kadang kurang sabar, tetapi tetap melayani Tuhan dan bangsa Israel dengan tabah.

 

 

5. Kitab Ulangan, Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab

Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang kelima adalah Kitab Ulangan. Kitab ini berisi amanat perpisahan Musa, yang mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Allah dengan bangsa pilihan-Nya, bangsa Israel angkatan yang baru.

Bangsa Israel kini sudah mencapai akhir dari pengembaraan di padang gurun dan siap masuk ke Kanaan. Sebagian besar angkatan ini tidak mengingat Paskah yang pertama, penyeberangan Laut Merah, atau pemberian Hukum di Gunung Sinai.

Baca juga: 3 KEHEBATAN KRISTUS DALAM KEDATANGAN-NYA KEDUA KALI

Mereka memerlukan pengisahan kembali yang bersemangat mengenai perjanjian, hukum Taurat, dan kesetiaan Allah, dan suatu pernyataan baru mengenai berbagai berkat yang menyertai ketaatan dan kutuk karena ketidaktaatan.

Berbeda dengan kitab Bilangan yang mencatat pengembaraan “angkatan keluaran” bangsa Israel yang suka memberontak selama 39 tahun, kitab Ulangan meliputi masa yang pendek sekitar satu bulan pada satu tempat di dataran Moab sebelah timur Yerikho dan Sungai Yordan.

Judul kitab ini dalam bahasa asli ialah דְּבָרִים  Devarim, yang artinya perkataan-perkataan. Septuaginta menerjemahkan Δευτερονομιον Deuteronomion. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan Deuteronomy.

Penulis Kitab Ulangan ini ialah Musa (Ul. 31:9,24-26; bnd. Bil. 4:44-46; Bil. 29:1) dan diwariskan kepada Israel sebagai dokumen perjanjian untuk dibacakan seluruhnya di hadapan seluruh bangsa setiap tujuh tahun (Ul. 31:10-13). Musa mungkin menyelesaikan penulisan kitab ini menjelang kematiannya sekitar tahun 1405 SM.

Musa sebagai penulis kitab ini ditegaskan oleh Pentateukh Samaria dan Yahudi, para penulis PL (Yos. 1:7; 1 Raj. 2:3; 2 Raj. 14:6; Ezr. 3:2; Neh. 1:8-9; Dan. 9:11), Tuhan Yesus (Mat. 19:7-9; Yoh. 5:45-47) dan penulis PB yang lain (Kis. 3:22-23; Rm. 10:19), para cendekiawan Kristen zaman dahulu, cendekiawan konservatif masa kini, dan bukti di dalam kitab Ulangan sendiri.

Baca juga: 7 ALASAN TUHAN YESUS HARUS MATI BAGI DUNIA

Kitab Ulangan terdiri dari serangkaian pidato-pidato yang diucapkan Musa di depan bangsa Israel waktu mereka berada di negeri Moab. Mereka berhenti di situ sesudah mengakhiri perjalanan panjang lewat padang gurun dan sebelum masuk ke Kanaan untuk menduduki negeri  itu.

Beberapa pokok yang penting dari Kitab ini:

  • Musa mengingatkan bangsa Israel akan peristiwa-peristiwa besar selama 40 tahun yang terakhir dan agar taat dan setia kepada Allah.
  • Musa mengulangi 10 Perintah Allah dan agar orang Israel beribadat kepada TUHAN saja. Serta menaati hukum dan perintah yang mengatur kehidupan mereka di tanah yang dijanjikan.
  • Musa mengingatkan bangsa Israel akan arti ikatan perjanjian Allah dengan mereka dan agar memenuhi kewajiban-kewajiban mereka. 4). Yosua ditunjuk sebagai pengganti Musa untuk memimpin umat Allah. Sesudah menyanyikan sebuah lagu pujian atas kesetiaan Tuhan, dan mengucapkan berkat atas Israel, Musa meninggal di Moab, di sebelah timur Sungai Yordan.

Ayat-ayat yang paling penting dalam buku ini ialah 6:4-6. Ayat-ayat ini memuat kata-kata yang oleh Yesus disebut hukum yang terbesar, “Cintailah TUHAN Allahmu dengan sepenuh hatimu: Tunjukkan itu dalam cara hidupmu dan dalam perbuatanmu.”

 

 

6. Kitab Yosua, Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab

Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang keenam adalah Kitab Yosua. Kitab Yosua merupakan kelanjutan sejarah Pentateukh. Kitab ini mencatat peristiwa Israel menyeberangi Sungai Yordan memasuki Kanaan setelah Musa wafat, dan juga penaklukan dan menetapnya kedua belas suku Israel di Kanaan di bawah pemimpin Yosua.

Tanggal masuknya Israel ke Kanaan adalah sekitar tahun 1405 SM. Kitab ini mengisahkan bagaimana Allah memberikan kepada Israel “… negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka….” (Yos 21:43).

Baca juga: 5 FAKTA YESUS BENAR-BENAR MATI DISALIBKAN

Judul kitab ini dalam bahasa Ibrani ialah יהושע – Yehosyua, dalam bahasa Yunani diterjemahkan Ἰησοῦς Nαυῆ Iesous Naue, versi bahasa Inggris menerjemahkan Joshua. Sudah sepantasnya, kitab ini dinamakan menurut tokoh utama yang memainkan peranan utama selaku pemimpin yang ditetapkan Allah sepanjang kisah dalam kitab ini. Ditulis kira-kira pada abad ke-14 SM.

Yosua yang hidup pada akhir masa penindasan Israel di Mesir menyaksikan kesepuluh tulah hukuman, Paskah pertama, penyeberangan ajaib laut merah, dan tanda-tanda (dan hukuman-hukuman) adikodrati sepanjang perjalanan Israel di padang gurun.

Ia menjadi panglima perang di bawah Musa dalam perang melawan suku Amalek tidak lama sesudah meninggalkan Mesir (Kel. 17:8-16), dan hanya ia sendiri yang menyertai Musa naik ke Gunung Sinai ketika Allah memberikan Kesepuluh Hukum (Kel. 24:12-18).

Sebagai pembantu Musa, Yosua menunjukkan suatu pengabdian dan kasih yang mendalam kepada Allah dengan sering kali berada di hadapan Allah untuk jangka waktu yang lama (Kel. 33:11); dialah orang yang sangat menghargai kehadiran Allah yang kudus.

Ia pasti belajar banyak dari Musa, penasihat dan pembimbingnya yang dipercayai, tentang cara-cara Allah dan kesulitan menuntun umat itu. Di Kadesy Yosua menjadi salah seorang dari dua belas mata-mata yang mengintai negeri Kanaan. Bersama Kaleb, ia dengan gigih menolak laporan ketidakpercayaan sepuluh mata-mata yang lain (Bil. 14:1-45).

Bertahun-tahun sebelum menggantikan Musa sebagai pemimpin Israel, Yosua sudah menunjukkan bahwa ia seorang yang beriman, bervisi, memiliki keberanian, setia, taat dengan sungguh-sungguh, tekun berdoa, dan mengabdi kepada Allah dan firman-Nya.

Pada saat ia dipilih sebagai pengganti Musa, ia merupakan orang yang “penuh Roh” (Bil. 27:18; bnd. Ul. 34:9). Tradisi Yahudi (Talmud) menyebutkan Yosua sebagai penulis kitab ini. Dua kali kitab ini menyebutkan bahwa Yosua menulis kitab ini (Yos. 18:9; 24:26). Yosua wafat sekitar tahun 1375 SM ketika berusia 110 tahun (Yos. 24:29).

Baca juga: SURAT TITUS: PENTINGNYA MENGETAHUI TEOLOGI PAULUS DALAM SURAT TITUS

Kitab Yosua ditulis sebagai catatan mengenai kesetiaan Allah dalam menggenapi janji-janji perjanjian-Nya kepada Israel mengenai tanah Kanaan (Yos 23:14; bd. Kej 12:6-7).

Kemenangan-kemenangan penaklukan disebut sebagai tindakan penebusan Allah bagi Israel dan tindakan penghukuman atas kebudayaan Kanaan yang merosot (lih. Ul 9:4). Kekerasan di dalam kitab ini harus dilihat dari perspektif ini.

Arkeologi menegaskan bahwa kebejatan dan kekejaman yang merajalela menjadi ciri khas dari suku-suku Kanaan yang diganti oleh Israel.

 

Baca selanjutnya: Klik DI SINI atau klik NEXT di bawah ini untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Tanggapan Anda:

error: