39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasan Singkat (Bag. 1)
10. Kitab 2 Samuel, Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab
Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang kesepuluh adalah Kitab 2 Samuel. Kitab 1 dan 2 Samuel pada mulanya menjadi satu kitab dalam PL Ibrani, latar belakang 2 Samuel dibahas secara lebih detail pada permulaan 1 Samuel. Dalam Kitab Septuaginta, kitab ini diterjemahkan Βασιλειων Β – Basileion Beta.
1 Samuel meliputi sejarah selama hampir satu abad, dari kelahiran Samuel hingga kematian Saul (sekitar tahun 1105-1010 SM), sedangkan 2 Samuel hanya mencatat pemerintahan Daud, suatu masa yang lamanya berkisar 40 tahun (sekitar 1010 – 970 SM).
Baca juga: 7 FAKTA TUHAN YESUS MATI PADA HARI JUMAT
2 Samuel ini melanjutkan sejarah yang bersifat nubuat dari sifat teokratis kerajaan Israel. Kitab ini secara mendalam mengilustrasikan dari kehidupan pribadi dan pemerintahan Daud. Sejarah pemerintahan Raja Daud, mula-mula atas Yehuda di sebelah selatan Palestina (2 Sam. 1-4), kemudian atas seluruh negeri, termasuk Israel di sebelah utara (2 Sam. 5-24).
Dalam kitab ini diceritakan dengan jelas dan menarik bagaimana Daud berusaha memperluas dan mengukuhkan kedudukannya. Ia harus berperang melawan musuh-musuhnya, baik di dalam maupun di luar negeri.
Daud digambarkan sebagai orang yang sangat beriman, taat dan setia kepada Allah, dan mampu memperoleh kesetiaan rakyatnya. Di sisi lain, ia digambarkan sebagai orang yang dapat bertindak kejam, dan yang tidak segan-segan melakukan dosa besar semata-mata untuk memenuhi keinginannya dan cita-citanya.
Namun, ketika ia dihadapkan kepada dosa-dosanya oleh Natan, nabi Allah, Daud mengakui pelanggarannya itu dan dengan rela menerima hukuman dari Allah. Hidup dan prestasi Daud sangat dikagumi oleh rakyat Israel.
Di zaman-zaman kemudian, bilamana ada musibah nasional, dan rakyat merindukan seorang raja, maka yang diinginkan ialah seorang “putra Daud”. Artinya, seorang keturunan Daud yang mampu memimpin dan akan bertindak seperti dia.
11. 1 Raja-Raja, Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab
Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang kesebelas adalah Kitab 1 Raja-Raja, dan merupakan satu kitab dengan 2 Raja-Raja dalam PL Kitab Ibrani. Kitab 1 dan 2 Raja-Raja merupakan tulisan atau kitab yang melanjutkan sejarah yang tercatat dalam 1 dan 2 Samuel.
Keempat kitab ini secara selektif meliput seluruh sejarah para raja Israel dan Yehuda (sekitar tahun 1050 – 586 SM). Judul kitab 1 Raja-Raja dalam bahasa Ibrani ialah מלכים – Melakhim, dalam bahasa Yunani diterjemahkan Βασιλειῶν Γʹ – Basileion Gamma. Alkitab dalam bahasa Inggris, menerjemahkan 1 Kings.
Baca juga: 6 HAL TENTANG MENJALIN RELASI DENGAN BAIK
1 dan 2 Raja-Raja secara kronologis meliput empat abad sejarah tersebut, sejak masa Raja Salomo (970 SM) hingga masa pembuangan di Babel (586 SM). 1 Raja-Raja sendiri meliput sekitar 120 tahun, masa pemerintahan Salomo selama 40 tahun (970-930 SM), dan sekitar 80 tahun sejarah kerajaan yang terpecah (sekitar 930-852 SM).
Masa penulisan kitab1 dan 2 Raja-Raja sebagai satu kitab, secara lengkap mungkin ditulis dalam dasawarsa 560 – 550 SM. Sekalipun penulisnya tidak disebutkan, jelaslah dia seorang nabi merangkap sejarawan yang terilhamkan untuk menafsirkan pemerintahan semua raja Israel dan Yehuda dipandang dari sudut perjanjian Allah dengan bangsa Ibrani.
Jelas pula bahwa penulis mempergunakan beberapa sumber masukan, yakni melalui kitab riwayat Salomo (1 Raj. 11:41), kitab sejarah raja-raja Israel (1 Raj. 14:19), dan kitab sejarah raja-raja Yehuda (1 Raj. 14:29).
Penulis menekankan bahwa perpecahan kerajaan serta keruntuhan Israel dan Yehuda adalah akibat langsung yang tidak dapat dielakkan dari penyembahan berhala dan ketidakbenaran para raja dan bangsa itu secara keseluruhan.
Sejarah yang dimuat dalam Kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian:
- Wafatnya Raja Daud dan pengangkatan Salomo menjadi raja.
- Pemerintahan Salomo dan hasil usahanya, khususnya dalam membangun Rumah Tuhan di Yerusalem.
- Bangsa Israel terpecah menjadi kerajaan utara dan kerajaan selatan, dan sejarah raja-raja yang memerintah kedua kerajaan tersebut sampai pertengahan abad kesembilan SM.
Di dalam kedua Kitab Raja-Raja ini, setiap raja dinilai berdasarkan kesetiaannya kepada Tuhan; dan keberhasilan bangsa adalah akibat dari kesetiaan tersebut. Sebaliknya, penyembahan berhala dan ketidaktaatan mengakibatkan bencana.
Berdasarkan penilaian tersebut raja-raja kerajaan utara semuanya gagal, sedangkan raja Yehuda ada yang gagal, ada pula yang tidak. Namun yang penting dalam I Raja-Raja ialah peran nabi-nabi Tuhan.
Mereka adalah juru bicara Allah yang berani memperingatkan raja dan bangsa Israel supaya tidak menyembah berhala dan tidak meremehkan perintah-perintah Allah. Yang menonjol ialah Elia, dan kisah tentang pertarungannya dengan imam-imam Baal (pasal 18).
12. 2 Raja-Raja, Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab
Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang kedua belas adalah Kitab 2 Raja-Raja. Sebagaimana 1 dan 2 Raja-Raja telah dijelaskan merupakan satu kitab, maka latar belakang kitab ini sama dengan 1 Raja, yang juga telah dijelaskan sebelumnya.
Judul kitab ini dalam bahasa Yunani diterjemahkan Βασιλειῶν Δ – Basileian Delta. 2 Raja-Raja ini melanjutkan penelusuran kemerosotan Israel dan Yehuda, yang dimulai sekitar tahun 852 SM.
Baca juga: 7 FAKTA TENTANG PEREMPUAN SUNEM DALAM PL
Kitab ini mencatat dua musibah nasional besar yang mengakibatkan hancurnya kedua kerajaan itu, yakni Pembinasaan Samaria (ibu kota Israel) dan pembuangan penduduk negeri itu ke Asyur (722 SM), dan perusakan Yerusalem dan pembuangan Yehuda ke Babel (586 SM).
Ketidakstabilan yang lebih besar dari Israel (yaitu, sepuluh suku Utara) terlihat dari seringnya pergantian para raja (19 raja) dan keturunan raja (9 raja) yang terus-menerus terjadi selama 210 tahun. Sedangkan Yehuda 20 raja dan satu keturunan (yang terhenti sebentar) sepanjang 345 tahun. Kitab ini, meliputi 130 tahun terakhir dari sejarah Yehuda sepanjang 345 tahun.
Banyak nabi PL yang merangkap penulis, melayani selama masa yang tercatat dalam 2 Raja-Raja. Mereka mengingatkan, memperingatkan, dan menasihati para raja mengenai tanggung jawab mereka kepada Allah selaku wakil teokratis-Nya.
Amos dan Hosea bernubuat di Israel, sedangkan Yoel, Yesaya, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, dan Yeremia bernubuat di Yehuda. Kitab-kitab para nabi ini memberikan penyataan sejarah dan teologi penting yang tidak terdapat dalam 2 Raja-Raja mengenai kemerosotan rohani dan moral kedua bangsa itu.
Isi Kitab 2 Raja-raja ini, yakni melanjutkan sejarah dari kedua kerajaan Israel yang kisahnya terputus pada akhir Kitab 1 Raja-raja.
Kitab ini terdiri dari dua bagian penjelasan, yakni:
- Kisah sejarah dari kedua kerajaan itu mulai pertengahan abad ke sembilan SM sampai jatuhnya Samaria dan berakhirnya kerajaan utara pada tahun 721 SM.
- Kisah sejarah kerajaan Yehuda mulai dari jatuhnya kerajaan Israel sampai pengepungan dan penghancuran Yerusalem oleh Nebukadnezar raja Babel pada tahun 586 SM. Kitab ini diakhiri dengan kisah tentang Gedalya, yang menjadi gubernur Yehuda di bawah kekuasaan bangsa Babel, dan tentang dibebaskannya Yoyakhin raja Yehuda dari penjara di Babel (+560 SM).
Bencana-bencana nasional itu terjadi karena raja-raja serta rakyat Israel dan Yehuda tidak setia kepada TUHAN. Hancurnya Yerusalem dan dibuangnya banyak orang Yehuda ke Babel merupakan salah satu titik balik yang besar dalam sejarah Israel.
Nabi yang menonjol dalam buku II Raja-raja ini ialah Elisa, pengganti Nabi Elia.
Baca selanjutnya: Klik DI SINI atau klik NEXT di bawah ini untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

