Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

Sulit Mengatasi Cemburu dan Pikiran Positif? Ini Solusinya…

Mengatasi Cemburu
Via img: https://www.stylecraze.com

Fokus Hidup – ”Mengatasi cemburu dan membangun pikiran yang positif adalah hal yang penting dan seharusnya menjadi perhatian utama, agar tidak menghambat pertumbuhan rohani. Karena itu forum tanya jawab Fokus Hidup kali ini berjudul, Bagaimana Cara Mengatasi Cemburu dan Membangun Pikiran Positif? ini.”

 

Pertanyaan:

Cemburu seringkali mengakibatkan hal negatif dan terkadang hal yang tidak diinginkan sering terjadi akibat dikuasai oleh kecemburuan. D sisi lain, cemburu juga sulit diatasi. Karena itu, bagaimana cara mengatasi cemburu yang sangat besar atau berlebihan? Bagaimana cara membangun pikiran yang positif?

 

Jawaban Cara Mengatasi Cemburu dan Membangun Pikiran Positif

Cemburu adalah sikap manusiawi yang dimiliki oleh setiap orang dan kerap kali muncul dalam hubungan suami istri, mertua menantu, anak muda yang sedang berpacaran, bahkan dalam pekerjaan, pelayanan, dan persahabatan. Di sisi lain, ada juga istilah “cemburu” ilahi. Namun, sebagian besar sulit mengatasi cemburu yang berlebihan atau cemburu yang besar, yang diistilahkan “cemburu buta”.

Baca juga: ALASAN MANUSIA SALING BERSAING, PENTING DISIMAK …

Jika kita cermati, maka kita dapat menemukan bahwa ada dua jenis cemburu, yakni cemburu yang positif dan negatif. Seperti apa cemburu positif dan negatif itu dan bagaimana cara seseorang mengatasi cemburu di dalam dirinya?

 

Cemburu Ilahi atau Cemburu Positif

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan juga disebut Tuhan yang cemburu (Kel 20:5; 34:14; Ul 4:24; 5:9; 6:15; 32:21; Yos 24:19, dan Nah 1:2). Sifat Tuhan yang cemburu ini bukan didasari oleh iri hati dan dengki, melainkan Ia begitu mengasihi bangsa Israel dan menghendaki umat pilihan-Nya tidak mendua hati.

Ia tidak ingin umat-Nya berzinah secara rohani. Sikap Allah ini bagaikan sikap seorang kekasih terhadap wanita pujaannya yang ingin agar kekasihnya itu tetap setia.

Pada kenyataannya, umat-Nya sering berpaling dari-Nya. Namun kasih-Nya besar bagi seluruh umat manusia, walau kita berdosa dan tidak setia, Ia telah memberikan anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa ketidaksetiaan kita dan memberikan keselamatan dari hukuman kekal.

Baca juga: Agar Masuk dalam Rencana Tuhan, Inilah Caranya…

Dalam Perjanjian Baru, ungkapan Paulus mengenai “cemburu ilahi” (2 Kor 11:2) bermakna bahwa Paulus takut orang-orang percaya di Korintus disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu yang menyusup di antara mereka, sehingga jemaat Korintus dapat berubah setia (2 Kor 11:3,11-15).

Cemburu ilahi Paulus muncul karena ia melihat kemungkinan jemaat Korintus menolak ajaran Tuhan yang benar. Jadi, kecemburuan Paulus didasarkan atas ketakutan akan ketidaksetiaan mereka kelak.

Sifat cemburu Paulus ini sama dengan sifat cemburu yang dimiliki Allah terhadap ketidaksetiaan Israel ( Yeh 5:13;16:38). Cemburu ilahi adalah cemburu positif sebab membawa umat-Nya kepada janji-janji Tuhan dan Ia menghendaki tetap setia.

 

Cemburu Negatif

Di sisi lain, ada kecemburuan yang negatif, yakni kecemburuan yang diawali dari ego, kebencian, iri hati, dan dengki. Kecemburuan seperti ini dapat menghancurkan reputasi seseorang, merusak hubungan keluarga, memecah belah gereja, bahkan dapat menyebabkan seseorang menjadi pembunuh. Ini bisa juga disebut cemburu buta.

Jika melihat definisi cemburu menurut KBBI, yaitu “1. merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dsb; sirik, 2. kurang percaya; curiga (krn iri hati).” Maka dapat disimpulkan, bahwa cemburu itu adalah sifat yang cenderung negatif bukan hanya dalam hal cinta tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Agar Masuk dalam Rencana Tuhan, Inilah Caranya…

Perasaan cemburu dapat disebabkan karena cinta dan status sosial.

Cemburu cinta adalah perasaan cemburu yang timbul karena merasa orang yang kita cintai telah membagi cintanya atau karena takut ada yang merebut hatinya dan kehilangan cintanya. Cemburu sosial adalah kecemburuan yang timbul terhadap orang yang status sosialnya berbeda dengan kita.

Dalam Alkitab BIS, cemburu (negatif), termasuk atau dikategorikan sebagai perbuatan daging (Gal. 5:21).

Sebagaimana disebutkan bahwa “dalam penyembahan berhala dan ilmu guna-guna; dalam bermusuh-musuhan, berkelahi, cemburu, lekas marah, dan mementingkan diri sendiri; perpecahan dan berpihak-pihak,

serta iri hati, bermabuk-mabukan, berpesta-pesta dan lain sebagainya. Terhadap semuanya itu saya peringatkan kalian sekarang sebagaimana saya peringatkan kalian dahulu juga, bahwa orang-orang yang melakukan hal-hal seperti tidak akan menjadi anggota umat Allah itu.”

Jelaslah seseorang yang dikuasai perbuatan daging termasuk dikuasai cemburu, tidak bisa menjadi bagian dari anggota umat Allah. Kita juga dapat menyimpulkan bahwa cemburu adalah penghambat pertumbuhan rohani seseorang.

Baca juga: Agar Masuk dalam Rencana Tuhan, Inilah Caranya…

Jika perasaan cemburu terus dibiarkan di dalam diri kita, maka hal itu dapat memengaruhi perilaku kita, seperti tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas, cenderung menyerang, pikiran yang negatif dan selalu berbicara dari sudut pandang negatifnya, cenderung memerhatikan berlebihan dan sering curiga, bahkan emosinya dapat meledak-ledak.

Seseorang yang dilanda kecemburuan (cemburu buta, cemburu yang besar, atau cemburu berlebihan) dapat bersikap kejam dan tidak terkontrol emosinya (Ams. 6:34). Maka, sebelum cemburu itu semakin besar dan diri kita dilanda api cemburu, atasilah sejak dini.

 

Mengatasi Cemburu

Bahaya dari cemburu berlebihan itu sendiri adalah menyakitkan hati, membuat cinta pasangannya menjadi tawar, menutup komunikasi, merasa diri yang paling benar, cenderung membalas dan menjatuhkan, tidak merasa dipercaya, dan tidak peka akan suara atau kehendak Tuhan.

Karena itu, kita harus mengatasi kecemburuan yang negatif di dalam diri kita sebelum cemburu itu menghambat pertumbuhan rohani kita (Ams 6:34). Dan, untuk mengatasi kecemburuan yang diawali oleh kebencian, dengki, dan iri hati, maka belajarlah berpikir positif dan hiduplah dalam kasih (1 Kor 13:4).

Baca juga: Kronologis Kebangkitan Tuhan Yesus, Penting Disimak

Terlebih dari itu, berdoalah kepada Tuhan senantiasa, rajin beribadah, prioritaskan Tuhan, dan libatkan Tuhan dalam hubungan cinta.

Dalam mengatasi cemburu sosial, yakni belajarlah berpikir positif, janganlah menghakimi, buanglah iri hati, dan hiduplah dalam kasih (1 Kor 13:4). Intinya adalah hiduplah takut akan Tuhan, maka kita akan terhindar dari perbuatan daging yang dapat menjauhkan kita dengan Tuhan dan menghancurkan hidup kita.

Dan untuk mengatasi cemburu negatif terhadap kekasih, maka dibutuhkan keterbukaan dalam hal komunikasi, memberi perhatian dan kepedulian, membangun rasa saling percaya dan saling mengasihi, dan membangun kesetiaan satu sama lainnya, juga libatkan Tuhan dalam segala hal.

 

Membangun Pikiran yang Positif

Membangun pikiran positif memang tidak mudah sebab kita harus terlebih dahulu mengubah cara pandang kita dan sebagai orang percaya, kita harus mengejawantahkan firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengapa? Sebab dari pikiran, akan timbul perbuatan.

Dan perbuatan yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan dan akhirnya terbentuklah karakter.

Jadi, untuk  membentuk kebiasaan dan karakter yang baik, maka mulailah mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif dan membangun, yaitu dengan kebenaran firman Tuhan (Fil 4:8-9).

Baca juga: Cara Mengatasi Insomnia dan Ketergantungan Obat Tidur

Langkah-langkah sederhana yang dapat kita lakukan agar berpikir positif atau membangun pikiran yang positif adalah buanglah kekuatiran dan pikiran-pikiran negatif, berdoalah agar kehendak Tuhan yang jadi dalam hidup kita, serta bacalah dan renungkanlah firman Tuhan.

Selain itu, bersyukurlah dalam segala hal, dan bersikaplah optimis serta percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati.

Kebiasaan-kebiasaan yang baik ini harus diterapkan setiap hari dalam kehidupan, sehingga menjadi ritme atau irama hidup. Sebaliknya bila tidak disiplin dalam menerapkan hal ini, maka tentu kita akan menjadi orang yang gagal membangun pikiran yang positif dan gagal mengikuti kehendak Tuhan.

Fokuskanlah pikiran dan hati kita hanya untuk menyenangkan hati Tuhan saja.

 

 

 

Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “Bagaimana Cara Mengatasi Cemburu dan Membangun Pikiran Positif?” ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.

Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel Bagaimana Cara Mengatasi Cemburu dan Membangun Pikiran Positif? ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!

 

Kunjungi beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

 

 

Tinggalkan komentar Anda

Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by
error: