Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasan Singkat (Bag. 1)

13. Kitab 1 Tawarikh, Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab

Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang ketiga belas adalah Kitab 1 Tawarikh. Sejarah yang tercatat dalam 1 dan 2 Tawarikh bersifat pra-pembuangan, akan tetapi asal-usul dan sudut pandang kitab-kitab ini bersifat pasca-pembuangan.

Judul Kitab ini dalam bahasa Ibrani ialah הימים דברי Divrei Hayamim, dalam bahasa Yunani ialah Παραλειπομενων Α Paraleipmenon Alpha, sedangkan dalam bahasa Inggris diterjemahkan 1 Chronicles. Dalam Kitab Perjanjian Lama Ibrani, 1 dan 2 Tawarikh ini merupakan satu kitab.

Baca juga: 7 FAKTA TENTANG KARAKTER SAUDARA-SAUDARA YUSUF DALAM ALKITAB

Kitab ini ditulis pada pertengahan abad ke-5 SM, sesudah Ezra dan sejumlah besar orang Yahudi buangan dari Babel dan Persia kembali ke Palestina (457 SM). Pembinasaan Yerusalem oleh Raja Nebukadnezar (605-586 SM) dan pembuangan di Babel selama 70 tahun telah menghancurkan pengharapan dan cita-cita orang Yahudi sebagai umat perjanjian.

Oleh karena itu, para buangan yang kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali kota itu dan Bait Suci memerlukan landasan rohani, yaitu sebuah jati-diri dengan sejarah penebusan yang lampau dan suatu pemahaman tentang sifat iman mereka kini dan harapan mereka akan masa depan sebagai umat perjanjian. 1 dan 2 Tawarikh ditulis untuk memenuhi kebutuhan ini.

Kedua kitab Tawarikh, Ezra, dan Nehemia, semua ditulis untuk orang Yahudi yang kembali ke Palestina dari pembuangan. Kitab-kitab ini sangat mirip satu dengan lainnya dalam gaya, bahasa, sudut pandang, dan maksud.

Para sarjana pada umumnya beranggapan bahwa semua kitab ini adalah hasil karya satu orang penulis atau penyusun, yang menurut Talmud dan ahli kitab Yahudi dan Kristen yang paling kuno, adalah Ezra, imam dan ahli Taurat.

Penulis mencari keterangan dari banyak sumber tertulis ketika menulis kitab Tawarikh ini, termasuk beberapa kitab PL dan catatan non-kanonik mengenai para raja dan nabi (1 Taw. 29:29; 2 Taw. 9:29; 12:15; 20:34; 32:32).

Menurut kitab Apokrifa, 2 Makabe (2:13-15), Nehemia selama menjadi gubernur, mendirikan sebuah perpustakaan di Yerusalem yang berisi banyak dokumen dari para raja dan nabi. Selaku pemimpin rohani, Ezra diberi hak untuk memakai semua dokumen yang tersedia dalam menyusun Tawarikh.

Pandangan ini merupakan tradisi kuno dan mungkin menggambarkan dengan tepat cara Roh Kudus menuntun dan mengilhamkan penyusunan kedua kitab ini.

Baca juga: 7 PASUTRI DALAM ALKITAB; PEMBELAJARAN MEMBANGUN KELUARGA

Tujuan Tawarikh ditulis untuk menghubungkan orang-orang Yahudi buangan yang kembali dengan nenek moyang dan sejarah penebusan mereka.

Dengan demikian, Tawarikh menggarisbawahi tiga pokok:

  1. Pentingnya pelestarian warisan kebangsaan dan rohani bagi orang Yahudi.
  2. Pentingnya hukum Taurat, bait suci, dan keimaman dalam hubungan mereka yang terus-menerus dengan Allah, jauh lebih penting dari kesetiaan kepada raja duniawi.
  3. Pengharapan ultima Israel dalam janji Allah akan seorang Mesias dari keturunan Daud untuk duduk di atas takhta selama-lamanya (1Taw 17:14).

Kitab  I dan II Tawarikh sebagian besar berisi kejadian-kejadian yang telah diceritakan dalam Kitab Samuel dan Raja-Raja. Tetapi di dalam kitab Tawarikh ini, kejadian-kejadian itu diceritakan dari sudut pandang berbeda.

 

 

14. Kitab 2 Tawarikh, Kitab PL dalam Alkitab

Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang keempat belas adalah Kitab 2 Tawarikh, merupakan lanjutan I Tawarikh, dimulai dengan kisah pemerintahan Raja Salomo sampai wafatnya. Judul Kitab ini dalam bahasa Ibrani ialah הימים דברי Divrei Hayamim, dalam bahasa Yunani ialah Παραλειπομενων Α Paraleipmenon Beta, dalam bahasa Inggris disebut 2 Chronicles.

2 Tawarikh meliput kurun sejarah yang sama dengan 1 dan 2 Raja-Raja, yaitu pemerintahan Salomo (971-931 SM) dan kerajaan terpecah (930-586 SM). Berbeda dengan 1 dan 2 Raja-Raja, yang merunut sejarah kedua kerajaan itu, 2 Tawarikh hanya berfokus pada nasib Yehuda.

Baca juga: 7 FAKTA TENTANG YAKOBUS ANAK ZEBEDEUS, PENTING DISIMAK…

Penulis memandang kerajaan Yehuda di selatan sebagai aliran utama dari “sejarah penebusan” Israel. Sebab bait suci Yerusalem tetap menjadi pusat penyembahan yang benar kepada Allah, raja-raja Yehuda adalah keturunan Daud, dan Yehuda adalah suku yang terkemuka di antara orang-orang Yahudi yang kembali untuk membangun Yerusalem dan Bait Suci.

Sama dengan Kitab 1 Tawarikh, kitab ini ditulis dari perspektif seorang imam pada pertengahan abad ke-5 SM, ketika bait suci, keimaman, dan perjanjian Daud kembali menjadi hal yang sangat penting. 1 dan 2 Tawarikh ditulis untuk kaum sisa Yahudi yang kembali dan berhadapan dengan kebutuhan mendesak untuk menemukan kembali warisan rohani mereka.

Daripada menekankan sisi gelap dari sejarah Israel, kitab ini menekankan kebangunan rohani, pembaharuan, dan kebangkitan kembali iman bagi para buangan yang patah semangat, yang mencari masa depan dan pengharapan penebusan di tanah perjanjian.

Setelah mengemukakan kisah pemberontakan suku-suku  utara di bawah pimpinan Yerobeam melawan Raja Rehabeam, kitab ini hanya mengemukakan sejarah Yehuda, yaitu kerajaan selatan, sampai jatuhnya Yerusalem pada tahun 586 SM.

 

 

15. Kitab Ezra, Kitab PL dalam Alkitab

Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang kelima belas adalah Kitab Ezra. Kitab Ezra adalah bagian dari sejarah yang berkesinambungan dari orang Yahudi yang ditulis setelah masa pembuangan, yakni 1 dan 2 Tawarikh, Ezra, dan Nehemia.

Dalam Kitab Perjanjian Lama Ibrani, Ezra dan Nehemia merupakan satu kitab sebagaimana halnya dengan 1 dan 2 Tawarikh. Judul kedua kitab ini dalam bahasa Ibrani ialah ונחמיה עזרא Ezra Nekhemyiah. Dalam bahasa Yunani diterjemahkan Εσδρας Β – Esdras Beta. Kitab ini ditulis, kira-kira tahun 450-420 SM.

Baca juga: 7 MAKNA NATAL ATAU KELAHIRAN KRISTUS DI ALKITAB

Sekalipun penulisnya tidak pernah disebutkan dalam Alkitab, tetapi hampir semua sumber Yahudi dan Kristen, serta juga banyak ahli modern, percaya bahwa pengarangnya adalah Ezra, imam dan ahli Taurat itu.

Menurut tradisi, Ezralah yang mengumpulkan semua kitab PL menjadi satu unit, memulai bentuk ibadah yang dipakai di Sinagoge dan mendirikan Sinagoge Besar di Yerusalem di mana kanon PL akhirnya ditetapkan. Ezra adalah seorang pemimpin saleh dengan kesetiaan yang kokoh dan kasih yang mendalam kepada Firman Allah.

Sejarah yang tertulis dalam 1 dan 2 Tawarikh serta Ezra dan Nehemia menekankan tema pengharapan, kebangunan, pembaharuan, dan pemulihan umat Allah. Seluruh sejarah ini ditulis pada pertengahan abad ke-5 SM.

Kitab Ezra mencatat bagaimana Allah menggenapi janji nubuat-Nya melalui Yeremia (Ezr. 29:10-14), untuk memulihkan orang Yahudi setelah 70 tahun pembuangan dengan membawa mereka kembali ke tanah air mereka (Ezr. 1:1). Kitab ini ditulis dalam bahasa Ibrani, kecuali Ezra 4:8-6:18 dan 7:12-26,  ditulis dalam bahasa Aram, bahasa resmi kaum buangan.

Keruntuhan Yehuda dan pembuangan mereka ke Babel terjadi dalam tiga tahap.

Pada tahap pertama (605 SM), kalangan bangsawan muda Yehuda, termasuk Daniel, dibuang ke Babel. Pada tahap kedua (597 SM), ada sekitar 11.000 orang buangan lagi, termasuk Yehezkiel. Dan pada tahap ketiga (586 SM), penduduk Yehuda yang tersisa, kecuali Yeremia dan rakyat yang paling miskin, diangkut ke pembuangan.

Demikian pula, pemulihan kaum sisa buangan, sebagai penggenapan nubuat Yeremia, terjadi dalam tiga tahap. Sekitar dua tahun setelah kerajaan Babel dikalahkan dan diganti kerajaan Persia (539 SM), dimulailah pengembalian orang Yahudi ke tanah air mereka.

Tahap pertama tahun 538 SM, 50.000 orang kembali dipimpin Zerubabel dan Yesua (Ezr. 2:1-70), 70 tahun setelah pembuangan. Tahap kedua tahun 457 SM, lebih dari 1.700 orang laki-laki, ditambah wanita dan anak-anak 5.000 – 10.000 orang, dipimpin Ezra (Ezr. 8:1-14,18-21). Dan tahap ketiga tahun 444 SM, Nehemia memimpin kelompok lain (Neh. 2:1-10).

Kitab Ezra mencatat tahap pertama dan kedua dari pemulihan itu, yang melibatkan tiga raja Persia (Koresy, Darius, dan Artahsasta) dan lima pemimpin rohani yang terkemuka.

Yakni, Zerubabel yang memimpin rombongan pertama untuk mendirikan kembali Yerusalem dan membangun kembali Bait Suci. Yesua seorang imam besar saleh yang membantu Zerubabel. Hagai dan Zakharia, dua nabi yang menasihatkan untuk menyelesaikan pembangunan Bait Suci.

Baca juga: 12 TOKOH KELAHIRAN KRISTUS, DI ANTARANYA ADA RAJA KEJAM…

Dan Ezra, selain memimpin rombongan kedua, juga dipakai Allah untuk memulihkan kerohanian dan moralitas umat itu.

Kitab Ezra adalah lanjutan dari Kitab Tawarikh, dan menggambarkan keadaan bangsa Yahudi sehabis masa pembuangan di Babel. Setelah sebagian dari orang-orang buangan itu pulang ke Yerusalem, kehidupan dan ibadat bangsa Yahudi dipulihkan.

Ezra membantu menyusun kembali kehidupan rakyat dalam bidang agama dan sosial, agar dapat melindungi warisan rohani Israel.

 

16. Kitab Nehemia, Kitab PL dalam Alkitab

Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang keenam belas adalah Kitab Nehemia. Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa Kitab Ezra dan Nehemia sebagai satu kitab, ונחמיה עזרא Ezra Nekhemyiah (Yun.: Εσδρας Β – Esdras Beta). Kitab ini ditulis sekitar tahun 430 – 420 SM.

Sejarah dari tiga rombongan yang kembali ke Yerusalem tercatat dalam kedua kitab ini. Ezra meliput peristiwa-peristiwa yang berkenaan dengan dua rombongan pertama (538 SM; 457 SM), dan Nehemia mencatat aneka peristiwa selama kembalinya rombongan ketiga (444 SM).

Baca juga: 12 TOKOH KELAHIRAN KRISTUS, DI ANTARANYA ADA RAJA KEJAM…

Fokus kitab Ezra adalah pembangunan kembali Bait Suci, sedangkan fokus kitab Nehemia adalah pembangunan kembali tembok Yerusalem. Kedua kitab ini menekankan pentingnya pemulihan rohani dan komitmen kepada Allah dan Firman-Nya.

Nehemia, yang hidup sezaman dengan Ezra, melayani sebagai juru minuman Artahsasta I (raja Persia) ketika ia menerima kabar bahwa orang buangan yang kembali ke Yehuda dari Babel dan Persia sedang dalam kesulitan dan tembok Yerusalem masih berupa puing.

Setelah mendoakan keadaan Yerusalem, Nehemia diberi kuasa oleh Raja Artahsasta untuk pergi ke Yerusalem sebagai gubernur dan membangun kembali tembok-tembok kota. Selaku pemimpin yang diilhami, ia mengerahkan orang-orang sebangsanya untuk membangun kembali seluruh tembok kota dalam 52 hari saja.

Ia menjadi gubernur selama 12 tahun, setelah kembali beberapa waktu ke Persia (Neh. 2:1; Neh. 13:6-7). Imam Ezra membantu Nehemia dalam memajukan kebangunan dan pembaharuan rohani di antara kaum sisa yang kembali. Mungkin Nehemia membantu Ezra menulis kitab ini.

Baca juga: 10 AYAT ALKITAB TEROBOSAN ROHANI, PERLU DIREALISASIKAN

Kesesuaian kitab Nehemia dengan sejarah diperkuat oleh aneka dokumen kuno yang ditemukan pada tahun 1903 dan disebut Elephantine Papyri, yang menyebut nama Sanbalat (Neh 2:19), Yohanan (Neh 12:23), dan penggantian Nehemia sebagai gubernur sekitar tahun 410 SM.

Tujuan kitab ini ialah ditulis untuk melengkapi catatan sejarah pasca pembuangan yang diawali dalam kitab Ezra, dan untuk menunjukkan apa yang dilakukan Allah demi kaum sisa melalui kepemimpinan yang saleh dari Nehemia dan Ezra selama tahap ketiga dari pemulihan pasca pembuangan.

Bagian yang menarik lainnya dalam kitab ini ialah kisah yang menunjukkan betapa Nehemia bergantung kepada Allah dan betapa sering ia berdoa kepada-Nya.

 

Baca selanjutnya: Klik DI SINI atau klik NEXT di bawah ini untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Tanggapan Anda:

error: