12 Murid Tuhan Yesus dan Kisah Imannya (Bag. 2)
11. Simon Orang Zelot Murid Tuhan Yesus
Alkitab tidak memberikan banyak keterangan mengenai murid Tuhan Yesus yang satu ini. Sebutannya ini, tentu untuk membedakannya dengan Simon Petrus. Maka ia disebut Simon Orang Zelot atau Simon orang Kanani.
Di dalam naskah bahasa Yunani, Injil Matius dan Injil Markus, tidak ditulis Simon orang Zelot, melainkan Σίμων ὁ Κανανίτης (Simon ho Kananites) atau Simon orang Kananites (Kanani)”. Alkitab Terjemahan Lama, menerjemahkan Simon orang Kanani. Sedangkan, Alkitab Terjemahan Baru, menerjemahkan Simon orang Zelot (Mat. 10:4; Mrk. 3:18).
Sementara dalam naskah bahasa Yunani Injil Lukas dan Kisah Para Rasul yang juga ditulis oleh Lukas, menulis dengan sebutan Simon orang Zelot (Luk. 6:15; Kis 1:13).
Baca juga: 3 KEHEBATAN KRISTUS DALAM KEDATANGAN-NYA KEDUA KALI
ζηλωτὴς (Zelotes) atau Zelot, adalah kata Yunani yang artinya “orang yang penuh semangat”. Sedangkan Kanani berasal dari kata Aram, Kanna’ah, yang juga berarti “orang yang rajin, giat dan sangat bersemangat”.
Zelot adalah kelompok pemberontak yang berusaha melawan penjajahan Romawi dengan cara peperangan. Jadi, Simon Orang Zelot adalah salah seorang pengikut kelompok ini, yang dilatih oleh Yudas dari Gamala di Galilea.
Yudas dari Gamala adalah mungkin salah satu dari keturunan Makabeus pemimpin pemberontak Yahudi melawan pemerintah Romawi. Kelompok ini adalah pengikut Teokrasi yang murni, religius dan fanatik. Gerakan ini disebut Zelot (band. Kisah Para Rasul 5:37).
Kelompok ini mendidik para anggotanya untuk berani mati demi kemandirian, kemajuan, atau kemerdekaan bangsa dan agama Yahudi. Dan mereka sangat merendahkan orang Romawi yang menjajah mereka.
Kemungkinan Simon Orang Zelot menjadi murid Tuhan Yesus dengan harapan, Tuhan Yesus bisa menjadi pemimpin revolusioner, yang mampu membebaskan Palestina atau Israel dari jajahan Romawi.
Alkitab tidak menceritakan kapan ia pertama kali diajak bergabung dengan para murid Tuhan Yesus. Tetapi mengenai panggilannya ini, ada tradisi yang mengatakan bahwa Tuhan Yesus memanggilnya bersamaan dengan Andreas dan Petrus, Yakobus dan Yohanes, Yudas Iskariot dan Tadeus.
Tidak ada kegiatan Simon orang Zelot yang begitu menonjol selama menjadi murid Tuhan Yesus. Namun, keseriusannya mengikut Yesus tidak tanggung-tanggung, sebab ia rela meninggalkan organisasi dan kedudukan politik untuk mengikut Yesus.
Seorang penulis rohaniwan Kristen, Nikephorus dari Konstantinopel (758-828 Masehi), menulis mengenai perjalanan pelayanan rasul Simon orang Zelot ini.
“Simon, yang lahir di Kana, Galilea, yang juga disebut orang Zelot, setelah menerima Roh Kudus dari Sorga, mengadakan perjalanan ke Mesir dan Afrika, lalu Mauritania dan Libia, untuk memberitakan Injil. Dan ajaran yang sama dia ajarkan juga di seputar Samudera Atlantik dan kepulauan yang dikenal sebagai Britania.”
Baca juga: SURAT TITUS: PENTINGNYA MENGETAHUI TEOLOGI PAULUS DALAM SURAT TITUS
Tradisi lain juga mengatakan, Ia awalnya menjadi penginjil di Mesir – Afrika, kemudian ke Inggris dan kembali lagi ke Mesir.
Setelah penginjilan di Mesir, ia bergabung dengan Tadeus di Syria dan Persia. Mengenai kemartirannya, Simon Orang Zelot dan Tadeus disiksa, dirajam batu, digergaji, dan kemudian dibunuh dengan pedang di Persia.
12. Yudas Iskariot si Penjual Tuhan Yesus
Nama Yudas dalam bahasa Yunani adalah Ἰούδας (Iudaeos), berasal dari bahasa Ibrani, Y’huda atau Yehuda, yang artinya, “bersyukur”. Sedangkan Iskariot dalam bahasa Aram, harfiahnya berarti “pria dari Keriot,” berasal dari bahasa Ibrani, ‘isy q’riyot, yang secara harfiah berarti “orang dari Keriot”. Keriot adalah nama sebuah kota kecil dekat Hebron (Yos. 15:25).
Keriot yang dimaksud di sini kemungkinan adalah sebuah kota kecil di Yudea. Jadi Yudas Iskariot adalah Yudas yang berasal dari Keriot. Jika benar Yudas berasal dari Kota Keriot, ia adalah satu-satunya orang Yudea di antara para murid Yesus. Injil Yohanes menyebutkan bahwa Yudas adalah anak Simon (Yoh. 6:71).
Injil tidak menceritakan secara jelas, mengenai kapan Tuhan Yesus memanggil Yudas Iskariot menjadi murid-Nya. Kemungkinan pada saat yang sama ketika Ia memanggil Andreas, Petrus, Yakobus, Yohanes, Simon orang Zelot, dan Tadeus (Mat. 4:18-22).
Baca juga: GENERASI PENYEMBAH: 3 CARA MENJADI PENYEMBAH BAPA
Namanya cukup sering disinggung di dalam Injil, tetapi bukan karena perbuatannya yang baik. Justru karena sifatnya yang buruk dan pengkhianatannya kepada Gurunya sendiri. Nama Yudas Iskariot ini, biasanya disertai keterangan dengan kesan buruk, seperti: “Yang mengkhianati Dia” atau “Yang kemudian menjadi pengkhianat”.
Dalam daftar para murid, Yudas selalu disebutkan atau dicantumkan paling akhir. Semua Injil menempatkan Yudas Iskariot di urutan terakhir dari murid-murid Yesus. Tidak diragukan lagi, ini menunjukkan reputasi buruk Yudas sebagai pengkhianat Yesus (Mat. 10: 4).
Setelah menjadi murid Tuhan Yesus, Yudas bertugas sebagai pemegang kas keuangan atau bendahara (Yoh. 12:6; 13:29). Namun, ia seorang pencuri (koruptor) dan meyayangkan Maria mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya.
Yudas bersikap seolah-olah memperhatikan nasib orang-orang miskin, tetapi sebenarnya karena ia adalah seorang pencuri atau koruptor, yang biasa mencuri uang kas yang dipegangnya (Yoh. 12:1-8).
Tuhan Yesus sendiri sudah mengetahui bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya. Sebab pada perjamuan terakhir, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa diri-Nya tahu Ia akan dikhianati dan Ia menyebut Yudas sebagai pelakunya.
Yesus mengatakan kepada Yudas, “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera” (Yoh. 13:27). Namun murid-murid lain tidak curiga tentang apa yang sesungguhnya akan diperbuat, Yudas. Mereka malah mengira Tuhan Yesus menyuruhnya untuk membeli keperluan perayaan Paskah (Yoh. 13:28-29).
Baca juga: SERUAN BERIBADAH DENGAN BERSORAK-SORAK – EKSPOSISI MAZMUR 100
Para pakar Alkitab memberikan beberapa argumen mengenai alasan pengkhianatan Yudas. Mereka menganggap bahwa Yudas merasa sakit hati ketika Yesus menegur dia, waktu ia mencela perempuan yang mengurapi Yesus.
Juga, berpendapat bahwa Yudas melakukan hal itu karena tamak dan tergiur akan uang yang ditawarkan oleh musuh-musuh Yesus. Pendapat lainnya, beranggapan bahwa Yudas kecewa terhadap misi Tuhan Yesus, yang menurutnya gagal sebagai pemimpin gerakan massa untuk melawan penjajah Romawi.
Namun, Injil Lukas dan Yohanes berpendapat lain mengenai “karakter buruk” Yudas ini. menurut kedua Injil ini, Yudas melakukan itu karena Iblis yang mendorongnya melakukan perbuatan tersebut (Luk. 22:3; Yoh. 13:27). Sayangnya, Yudas berkeras hati dengan peringatan yang berulang-ulang kepadanya.
Pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Tuhan Yesus adalah malam yang paling mengerikan, awal penderitaan Yesus, dan awal di mana keselamatan “sempurna” dikerjakan oleh Tuhan Yesus bagi manusia. Peristiwa ini dilestarikan dalam tradisi Perjamuan Kudus yang bermula dari zaman rasul Paulus, “Pada malam waktu Ia diserahkan” (1 Kor. 11:23-32).
Pengkhianatan yang dilakukan olehnya ini, menimbulkan penyesalan besar di hatinya. Ia pun mengembalikan uang itu kepada para penangkap Yesus. Sayangnya, ia memilih bunuh diri daripada bertobat (Mat. 27:5).
Menurut sebuah tradisi, Yudas menggantung dirinya di sebuah pohon yang kuncupnya berwarna merah, dan kemudian pohon itu disebut “pohon Yudas.”
Baca juga: 3 FAKTA TUHAN ITU ADA TANPA BUKTI ALKITAB
Agustinus (354-430 Masehi), seorang bapa gereja terkemuka, mengatakan bahwa “tali yang dipakai Yudas gantung diri, putus lalu ia terjatuh dan mati.” Hal ini cocok dengan fakta yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul 1:18-19. Alkitab juga menyebutkan bahwa Yudas “jatuh ke tempat yang wajar baginya.” (Kis. 1:25).
Matias Menggantikan Posisi Yudas Iskariot
Setelah kematian Yudas Iskariot, posisinya kosong, sedangkan Simon berpendapat bahwa rasul harus berjumlah 12 orang dan harus ada yang menggantikan posisi Yudas. Karena itu, Petrus mengusulkan agar para rasul memilih seseorang untuk menggantikan pengkhianat itu (Kis. 1:15-22).
Namun untuk memilih penggantinya maka ada syarat tertentu yang harus dimiliki oleh rasul yang baru. Calon rasul ini, syaratnya telah mengikut Yesus mulai dari baptisan Yohanes sampai pada hari Yesus terangkat ke surga, dan harus menjadi saksi tentang kebangkitan-Nya (Kis. 1:22).
Baca juga: 3 ALASAN KEKUATIRAN ADALAH PEMBUNUH IMAN
Di antara mereka, ada dua orang yang memenuhi syarat, yakni Yusuf yang juga dikenal sebagai Yustus dan Matias (Kis. 1:23). Mereka kemudian membuang undi untuk menentukan pilihan, dan terpilihlah Matias secara resmi menjadi pengganti Yudas Iskariot, disaksikan 120 orang Gereja Mula-Mula.
Nama Matias dalam bahasa Yunani adalah Μαθθίας (Matthias). Berasal dari nama Ibrani, Mattityahu, yang artinya “pemberian Tuhan”. Sayangnya, Alkitab sama sekali tidak mencatat kiprah ataupun perjalanan pelayanan Matias.
Namun Eusebius (260-340 M), sejarawan gereja mula-mula, berpendapat bahwa Matias termasuk salah seorang dari tujuh puluh orang yang diutus oleh Yesus untuk mengabarkan Injil (Luk. 10:1-6).
Ada juga, beberapa sumber lainnya yang mengidentifikasikan Matias adalah Zakheus (Luk. 19:2-8).
Sebuah tradisi mengungkapkan bahwa Matias memberitakan Injil kepada suku kanibal di Mesopotamia. Sedangkan, tradisi lainnya mengatakan bahwa ia dirajam batu di Yerusalem oleh orang Yahudi dan kemudian ia dipancung, karena tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.
Penutup
Kisah para murid Tuhan Yesus yang juga adalah rasul yang dipilih Tuhan Yesus, bukanlah mengalami kenyamanan hidup dan melimpah dengan berkat, seperti konsep kekristenan masa kini yang umumnya menganut teologi kemakmuran.
Sebaliknya, mereka mengalami ancaman, aniaya, dan nyawa mereka berada di ujung tanduk. Meski begitu, rupanya mereka tak gentar dan tetap mempertahankan iman mereka sampai akhir di mana kematian menjemput.
Baca juga: TUJUAN TUHAN YESUS NAIK KE SORGA (Luk. 24:50-53)
Murid-murid Tuhan Yesus, selain Yudas yang berkhianat, mereka menuntaskan pelayanan mereka sampai akhir finis. Bahkan mereka menjadi martir demi Kristus dan bagi keselamatan jiwa-jiwa. Imbalannya, merekalah mula-mula yang dipakai Tuhan untuk menancapkan kekristenan di bumi ini.
Kisah hidup dan martir mereka ini, seharusnya menjadi motivasi dan semangat bagi kita untuk mengasihi Tuhan lebih dari apapun. Sebagaimana para Murid mengosongkan diri (kenosis) dan meletakkan haknya di bawah kaki Kristus, kiranya kita juga demikian.
Tuhan mau kita melepas hak kita, tidak menjadi cinta dunia dan serupa dengan dunia ini, bahkan hidup bagi Kristus. Marilah kita belajar dari para murid Kristus yang rela menjadi hamba Tuhan yang sejati, sampai tetes darah terakhir.
(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)
Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “12 Murid Tuhan Yesus dan Kisah Imannya (Bag. 2)” ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.
Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.
Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.
Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 12 Murid Tuhan Yesus dan Kisah Imannya (Bag. 2). ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!
Kunjungi beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!
- MANFAAT ROH KUDUS BAGI ORANG PERCAYA (Rm. 8:9)
- CIRI ORANG YANG DIPENUHI ROH KUDUS (Efesus 5:18)
- KATA ALKITAB TENTANG JODOH, INI 3 KRITERIA JODOH KRISTEN…
- MENGALAMI PEMELIHARAAN TUHAN (PROVIDENSIA)
- Agar Masuk dalam Rencana Tuhan, Inilah Caranya…
- Sulit Mengatasi Cemburu dan Pikiran Positif? Ini Solusinya…
- Dokter Berhati Mulia; Rela Menggelandang Tiap Malam…

