Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasan Singkat (Bag. 1)

17. Kitab Ester, Kitab PL dalam Alkitab

Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang ketujuh belas adalah Kitab Ester. Kitab ini  mengisahkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di istana raja Persia, dan yang memegang peran utama ialah Ester. Ia seorang wanita Yahudi yang patut disebut pahlawan.

Karena cintanya kepada bangsanya, dengan gagah berani ia menggagalkan rencana musuh yang hendak  membinasakan orang Yahudi. Judul kitab ini dalam bahasa Ibrani ialah אסתר – Esther dan dalam bahasa Yunani Ialah Εσθηρ – Esther. Tahun penulisan kitab ini, sekitar 460-400 SM.

Baca juga: 12 PRINSIP PERNIKAHAN KRISTEN BERDASARKAN ALKITAB

Setelah kerajaan Babel direbut dan diganti oleh kerajaan Persia pada tahun 539 SM, pusat pemerintahan bagi orang Yahudi buangan berpindah ke Persia. Ibu kotanya, Susan menjadi latar belakang kisah Ester, pada masa pemerintahan Ahasyweros (nama Ibrani), Khshayarshan (nama Persia), atau Xerxes I (nama Yunani), yang memerintah pada tahun 486 – 465 SM.

Kitab ini meliput tahun-tahun 483 – 473 SM dari pemerintahannya (Est. 1:3; 3:7), dengan sebagian besar peristiwa terjadi pada tahun 473 SM. Ester menjadi ratu Persia pada tahun 478 SM (Est. 2:16).

Meskipun kitab ini ditempatkan setelah Nehemia dalam Alkitab PL, peristiwa yang tercatat di dalamnya terjadi 30 tahun sebelum Nehemia kembali ke Yerusalem (444 SM), untuk membangun kembali tembok Yerusalem (Lihat penjelasan Kitab Nehemia).

Pentingnya peran Ratu Ester bukan saja tampak dalam penyelamatan bangsanya dari kebinasaan, tetapi juga dalam menjamin keamanan dan kehormatan mereka di negeri asing (Est. 8:17; Est. 10:3); tindakan pemeliharaan ini memungkinkan pelayanan Nehemia di istana raja beberapa dasawarsa kemudian dan pengangkatannya untuk membangun kembali tembok Yerusalem.

Jikalau Ester dan orang Yahudi (termasuk Nehemia) telah musnah di Persia, kaum sisa yang tertekan di Yerusalem mungkin tidak pernah membangun kembali kota mereka. Dan akibatnya, sejarah Yahudi pasca pembuangan pasti akan sangat berbeda.

Sangat mungkin penulis kitab ini seorang yang lebih muda dari Mordekhai yang hidup sezaman dengannya, dan Mordekhailah yang merupakan sumber sebagian besar informasi dalam kitab ini.

Tujuan Kitab ini ditulis mempunyai maksud ganda. Ditulis untuk menunjukkan bagaimana orang Yahudi dilindungi dan diselamatkan dari ancaman pemusnahan oleh campur tangan Allah melalui Ratu Ester. Sekalipun nama Allah tidak disebutkan secara khusus, bukti pemeliharaan-Nya jelas sepanjang kitab ini.

Baca juga: 10 FAKTA JODOH KRISTEN BERDASARKAN ALKITAB

Juga ditulis untuk memberikan catatan dan latar belakang sejarah dari Hari Raya Purim orang Yahudi (Est 3:6-7; Est 9:26-28), dan dengan demikian mempertahankan ingatan akan pelepasan yang luar biasa orang Yahudi di Persia untuk generasi-generasi yang akan datang. Kitab ini juga menguraikan kewajiban untuk merayakan hari raya Purim setiap tahun (Est. 9:24,28-32).

 

 

18. Kitab Ayub, Kitab PL dalam Alkitab

Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab yang kedelapan belas adalah Kitab Ayub (Ibr: איוב- Iyov, Yun: Ιωβ – Iob). Kitab ini tergolong sebagai salah satu kitab hikmat dan syair dalam PL.

Baca juga: 7 MAKNA KEMATIAN KRISTUS BAGI UMAT MANUSIA

Disebut kitab hikmat dan syair karena membahas secara mendalam soal-soal universal yang penting dari umat manusia dan hampir seluruh kitab ini berbentuk syair.

Semua syair ini berdasarkan seorang tokoh sejarah (Yeh. 14:14, 20), dengan suatu peristiwa sejarah yang riil (Yak. 5:11). Tempat terjadinya peristiwa dalam kitab ini ialah di tanah Us (1:1), yang kemudian menjadi wilayah Edom, terletak di bagian tenggara Laut Mati atau di sebelah utara Arabia (Rat. 4:21). Jadi latar belakang sejarah Ayub bersifat Arab, bukan Ibrani.

Beberapa fakta menunjukkan bahwa Ayub sendiri hidup di zaman Abraham (2000 SM) atau bahkan sebelumnya.

  • Ayub masih hidup selama 140 tahun setelah peristiwa-peristiwa dalam kitab ini (Ayb. 42:16), yang usia manusia saat itu hampir 200 tahun (Abraham; 175 tahun),
  • Kekayaannya dihitung dari jumlah ternak (Ayb. 1:3; Ayb. 42:12),
  • Pelayanannya sebagai imam dalam keluarganya, seperti Abraham, Ishak, dan Yakub (Ayb. 1:5).
  • Sistem keluarga pimpinan ayah menjadi kesatuan sosial mendasar seperti pada zaman Abraham (Ayb. 1:4-5,13).
  • Serbuan orang-orang Syeba (Ayb. 1:15) dan orang Kasdim (Ayb. 1:17) yang cocok dengan zaman Abraham.
  • 31 kali penulis memakai nama yang dipakai para patriarkh bagi Allah, yaitu Shaddai (Yang Mahakuasa).
  • Tidak ada petunjuk sama sekali kepada sejarah Israel atau hukum Musa sehingga memberi kesan tentang zaman pra-Musa (sebelum 1500 SM).

Baca juga: TUJUAN TUHAN YESUS NAIK KE SORGA (Luk. 24:50-53)

Ada tiga pandangan utama mengenai tanggal penulisannya.

  1. Pada zaman para leluhur ( 2000 SM), ditulis oleh Ayub sendiri.
  2. Pada zaman Salomo (950 – 900 SM), karena bentuk sastra dan gaya penulisan mirip dengan kitab-kitab sastra hikmat masa itu.
  3. Masa pembuangan (586 – 538 SM), ketika umat Allah sedang bergumul mencari arti teologis dari bencana mereka.

Penulis yang tidak dikenal, jikalau bukan Ayub sendiri, pastilah memiliki sumber-sumber lisan atau tertulis yang terinci dari zaman Ayub, yang dipakainya di bawah dorongan dan ilham ilahi untuk menulis kitab ini sebagaimana adanya sekarang.

Iblis menerima izin untuk menguji kesejatian iman seseorang dengan menyiksanya, tetapi kasih karunia Allah menang atas penderitaan, karena iman Ayub tetap tidak goyah. Landasan iman yang sesungguhnya tidak terletak dalam berkat-berkat Allah, dalam situasi-situasi pribadi atau jawaban-jawaban yang cerdik pandai, tetapi dalam penyataan Allah sendiri.

Allah kadang-kadang mengizinkan Iblis menguji orang benar dengan kesengsaraan agar memurnikan iman dan kehidupan mereka, sebagaimana emas dimurnikan oleh api (Ayub 23:10; bd. 1Pet 1:6-7); ujian semacam itu mengakibatkan peningkatan integritas rohani dan kerendahan hati umat-Nya (Ayub 42:1-10).

Sekalipun cara-cara Allah menghadapi kita kadang-kadang tampak suram dan kejam (sebagaimana dikira oleh Ayub sendiri), akhirnya Allah tampak dalam belas kasihan dan kemurahan yang penuh. (Ayb. 42:7-17; bd. Yak. 5:11).

 

Itulah sebagian dari Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab, yang berjumlah 18 Kitab PL dalam Alkitab. Bagian kedua dari artikel ini akan diterbitkan sesegera mungkin. Jangan lupa, like n share ya!

 

Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “37 KITAB PERJANJIAN LAMA DENGAN PENJELASAN SINGKAT (Bag. 1)” ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.

Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 37 KITAB PERJANJIAN LAMA DENGAN PENJELASAN SINGKAT (Bag. 1). ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!

 

Kunjungi beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

Tanggapan Anda:

error: