12 Murid Tuhan Yesus dan Kisah Imannya (Bag. 1)
4. Yohanes Murid Tuhan Yesus Saudara Yakobus
Nama Yohanes dalam bahasa Yunani adalah Ἰωάννης atau Ioannes, yang berasal dari bahasa Ibrani, yakni Yokhanan atau Yohanan, artinya “Pemberian Tuhan” atau berkat dari Tuhan. Ia adalah anak bungsu dari pasangan Zebedeus dan Salome. Ia dan Yakobus saudaranya, mendapat gelar Boanerges atau Anak-anak Guruh (Mrk. 3:17).
Ia juga dikenal sebagai murid yang dikasihi Tuhan Yesus, yang bersandar dekat kepada-Nya pada Perjamuan Paskah Terakhir (Yoh. 13:23).
Baca juga: 7 FAKTA TENTANG PEREMPUAN SUNEM DALAM PL
Yohanes sebelum mengikut Yesus adalah murid Yohanes pembaptis. Orang yang bersama Andreas yang mulanya adalah murid Yohanes pembaptis, sepertinya adalah Yohanes saudara Yakobus anak Zebedeus ini (Yoh. 1:35-37, 41).
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya mengenai Yakobus, keluarga Zebedeus yang berasal dari Galilea ini, termasuk keluarga yang cukup kaya dan terpandang. Ia memiliki armada kapal dan beberapa asisten atau pekerja yang menolongnya dalam bisnis perikanan.
Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
1:20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. (Mrk. 1:19-20).
Dari nats di atas, jelas sekali disebutkan bahwa Yohanes dipanggil Tuhan bersama-sama dengan Yakobus sewaktu mereka sedang membereskan jala. Seperti halnya Yakobus, ia pun rela melepas profesi dan bisnis keluarga demi menjadi murid Kristus.
Tampaknya, ia dan Yakobus termasuk seorang religius yang menantikan kedatangan Sang Mesias sebagaimana pengharapan orang Yahudi selama ini. Hal ini terbukti melalui keediaannya yang awalnya menjadi murid Yohanes pembaptis. Keyakinannya yang teguh terhadap Tuhan Yesus sebagai Mesias memantapkan langkahnya untuk melangkah mengikut Dia.
Ketika dipanggil Tuhan Yesus, Yohanes menjadi murid Tuhan Yesus yang paling muda mungkin baru beranjak usia dewasa. Sebab ada beberapa ciri kepribadiannya yang menunjukkan ia belum mencapai kedewasaan. Hal tersebut tercermin pada sifat-sifatnya, seperti ia sangat pemalu dan segan untuk berbicara mengenai diri sendiri.
Ia tidak mau menonjokan diri, termasuk tidak pernah menyebut namanya dalam Injil tetapi memakai kategori orang ketiga atau menyembunyikan identitasnya dengan ungkapan seperti “Murid Yang Dikasihi Yesus”.
Mempunyai sifat yang tidak toleran, cepat tersinggung terhadap hal-hal yang ia anggap tidak benar. Ia juga seorang yang agresif dan mempunyai watak yang keras.
Baca juga: 7 FAKTA TENTANG KARAKTER SAUDARA-SAUDARA YUSUF DALAM ALKITAB
Sangat keras untuk melawan orang-orang yang bertantangan dengan pemahamannya (Luk. 9:49). Selain itu, Ia di beri gelar Boarnerges bersama Yakobus mungkin karena wataknya yang keras, kurang mengindahkan disiplin, dan kadang kadang salah arah.
Sifat-sifatnya yang tidak dewasa, terkadang muncul ketika melayani bersama Tuhan Yesus. Hal tersebut terlihat dalam beberapa peristiwa. Ia ingin membalas penolakan penduduk Samaria yang menolak rombongan Yesus melewati desa mereka (Luk. 9:54). Ia dan juga Yakobus mempunyai ambisi mendapat tempat terhormat di sisi Tuhan Yesus kelak menjadi Raja (Mrk. 10:37).
Bahkan mereka memperalat ibunya untuk memohon kepada Tuhan Yesus, yang mungkin mereka beranggapan Yesus “tidak enak” atau segan menolak permintaan ibu mereka karena Salome adalah bibi-Nya Yesus (Mat. 20:20).
Ia juga mencegah orang yang mengusir setan demi nama Tuhan Yesus, sebab ia menganggap bahwa orang itu tidak termasuk murid Tuhan Yesus. Tetapi Tuhan Yesus melarang Yohanes untuk mencegah orang tersebut (Luk. 9:49-50).
Yohanes termasuk saksi penting bersama Petrus dan Yakobus dalam pelayanan Tuhan Yesus. Antara lain, dalam peristiwa anak Yairus dibangkitkan (Mrk. 5:37), Yesus dimuliakan dan perubahan wajah Yesus di atas bukit (Mrk. 9:2), peristiwa Getsemani menjelang kematian Yesus di salib (Mrk. 14:33), dan juga mempersiapkan Perjamuan Paskah terakhir (Luk. 22:8).
Murid yang menyaksikan Tuhan Yesus diperhadapkan kepada Hanas, mertua Kayafas, Imam Besar, hanyalah Yohanes. Dalam Yohanes 18:15 diceritakan bahwa Yohanes “mengenal imam besar”. Karena keluarga Yohanes memasok ikan untuk keluarga imam besar, maka tentu ia mengenal Imam Besar saat itu.
Selain itu, Yohanes jugalah satu-satunya murid yang berani tetap berdiri di dekat salib Tuhan Yesus dan mengikuti proses penyaliban Yesus. Tuhan Yesus juga yang menyerahkan atau menitipkan ibu-Nya untuk diurus olehnya (Yoh. 19:26-27).
Peran Yohanes di gereja mula-mula cukup kuat, sebab ia bersama Petrus dan Yakobus, menjadi pemimpin gereja terkemuka di masa itu, Bahkan, bersama Petrus dan Yakobus saudara Tuhan Yesus, mereka disebut sokoguru jemaat mula-mula (Galatia 2:9).
Baca juga: 7 PASUTRI DALAM ALKITAB; PEMBELAJARAN MEMBANGUN KELUARGA
Keberaniannya memberitakan Injil begitu besar. Ia dengan Petrus yang mula-mula memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi, lalu ditangkap dan diperhadapkan kepada Mahkamah Agama (Kis. 4:13; 5:33,40). Bersama Petrus pula, Yohanes diutus kepada orang-orang Samaria yang telah percaya, untuk menerima Roh Kudus (Kis. 8:14).
Seorang bapa gereja terkenal, Tertulianus (160-225 Masehi), mengatakan bahwa Yohanes dibawa ke Roma dan “dimasukkan ke dalam kuali minyak yang mendidih, tetapi tidak luka, dan kemudian dibuang ke sebuah pulau.” Mungkin pulau tempatnya dibuang adalah pulau Patmos, tempat di mana Yohanes menulis kitab Wahyu (Why. 1:9).
Setelah pulang dari tempat pembuangan di pulau Patmos, Yohanes melayani dan memimpin jemaat sampai masa tuanya dan Menurut Polikrates (130-196 Masehi) gembala jemaat di Efesus, bahwa Yohanes meninggal di Efesus. Mungkin inilah arti yang tertulis dalam Yohanes 21:23, sebab hanya dia murid Tuhan Yesus yang paling lama hidup di dunia ini.
Baca juga: 7 FAKTA TENTANG YEHU CUCU NIMSI DALAM ALKITAB
Tradisi juga menyebutkan, bahwa Yohanes memelihara Maria, ibu Tuhan Yesus sembari menggembalakan jemaat di Efesus, dan ibu Tuhan Yesus meninggal di sana. Mengenai kematiannya, tradisi mengatakan bahwa ia mati dibunuh pada masa pemerintahan kaisar Traianus, pada awal abad II Masehi.
Kepribadiannya yang berwatak keras, di kemudian hari diubahkan Tuhan. Yohanes pun dikenal sebagai “rasul kasih”, dan banyak menulis tentang kasih. Ini membuktikan bahwa wataknya yang keras itu telah diubahkan oleh-Nya.
Tuhan Yesus telah merubah Yohanes menjadi Rasul Kasih dan ia begitu mengenal kasih Yesus dengan sesungguhnya, yang terlihat melalui tulisan-tulisannya yang memakai ungkapan Kasih sebanyak 80 kali.
Yohaneslah Murid Tuhan Yesus yang paling banyak menulis Kitab Suci. Karya-karyanya ialah Injil Yohanes, Surat 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes, dan kitab Wahyu.
5. Filipus Murid Tuhan Yesus
Nama Filipus berasal dari bahasa Yunani, yakni Φίλιππος atau Philippos, yang artinya “sahabat kuda” atau “pecinta kuda”. Mungkin ia masih keturunan Yunani atau memiliki hubungan erat dengan Yunani. Hanya Injil Yohaneslah, yang merupakan satu-satunya sumber yang memberikan informasi yang cukup detil mengenai Filipus.
Tanah kelahiran Filipus ialah Betsaida (Yoh. 1:44), berasal dari kota yang sama dengan Petrus dan Andreas sebuah kota kecil.
Walaupun mempunyai nama Yunani, namun ia tidak memiliki kecerdasan sebagaimana orang Yunani intelektual pada umumnya. Tuhan Yesus pertama kali bertemu dengannya di Betania di seberang sungai Yordan (Yoh. 1:28). Filipus kemudian mengenalkan Natanael kepada Tuhan Yesus (Yoh. 1:45-51).
Baca juga: 7 MAKNA NATAL ATAU KELAHIRAN KRISTUS DI ALKITAB
Ia rupanya termasuk seorang yang menantikan Mesias. Hal itu Nampak dari perkataannya kepada Natanael, “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.”
Filipus adalah murid yang sederhana, lambat untuk mengambil keputusan, dan enggan bertindak dengan inisiatif sendiri. Pikirannya kurang cepat bereaksi terhadap sesuatu yang diperhadapkan kepadanya. Selain itu, Filipus lemah dalam imajinasi spiritual, intuitif, serta pemahaman dalam menanggung konsekuensi mengikut Kristus.
Tuhan Yesus pernah mencobai Filipus dalam Yohanes 6:5, Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”
Maksud Tuhan Yesus berkata kepadanya, tentunya untuk melihat respon Filipus dan menguji pemahamannya mengenai diri-Nya selama ia mengikuti Dia. Padahal Tuhan Yesus sendiri tahu apa yang harus dilakukan oleh-Nya.
Ia ternyata gagal dalam “tes” tersebut, karena ia memakai perhitungan logikanya (Yoh. 6:7). Ia terlalu berhati-hati dengan sikapnya yang praktis dan menjadi bimbang, karena terlalu banyak perhitungan.
Pada akhirnya, Filipus menjadi bagian dari rencana Tuhan Yesus yang mengadakan mujizat memberi makan 5000 orang, agar ia mengerti kehendak dan misi Kristus.
Filipus juga ternyata seorang “pengantara” yang tidak dapat memimpin. Hal itu nyata ketika ia gagal memperkenalkan orang-orang Yunani kepada Yesus, karena mungkin ia kuatir Tuhan Yesus menolak orang-orang tersebut, maka ia meminta bantuan kepada Andreas.
Baca juga: 7 Hal tentang Kisah Santa Klaus yang perlu Anda Ketahui
Padahal, mungkin saja orang-orang Yunani tersebut datang kepadanya karena Filipus mempunyai hubungan Yunani berdasarkan namanya.
Sudah sekian lama Filipus mengikut Tuhan Yesus, namun Yohanes 14:7 -12 menunjukkan bahwa meski Filipus telah lama mengikuti Kristus, sayangnya ia tidak “mengenal Yesus” dengan benar.
Sesudah kenaikan Tuhan Yesus ke sorga dan setelah Filipus menerima karunia Roh Kudus, sama seperti murid lainnya, Filipus diubahkan Tuhan menjadi seorang rasul yang giat melayani Tuhan. Ia giat melakukan pelayanan pemberitaan Injil dan mati shahid.
Banyak sumber tradisi gereja yang menceritakan mengenai pelayanan akhir dan kematian Filipus. Ada mengatakan bahwa ia melayani di Prancis, namun sumber yang lain menyebutkan, ia melayani di Rusia selatan, Asia kecil, atau bahkan India.
Sebuah buku yang berjudul “Acts of Philip”, yang ditulis pada abad ke-4 Masehi, menceritakan tentang pelayanan Filipus di Hierapolis, yang sekarang masuk wilayah Turki. Ia yang menobatkan istri walikota Hierapolis menjadi Kristen, melalui khotbahnya.
Akibatnya, walikota tersebut sangat marah dan menyalibkan Filipus secara terbalik dengan kepala di bawah. Ia dikatakan mengalami hukum cambuk dan dilemparkan ke dalam penjara, kemudian disalibkan di Hierapolis, Phrygia.
Tradisi lain juga menyebutkan bahwa Filipus mati martir dengan cara kepalanya dipenggal, namun hal ini belum bisa dipastikan.
Dalam proses penyaliban, ia ternyata dengan penuh semangat tetap berkhotbah sampai ia meninggal dunia. Filipus menjadi martir tepat setelah 10 tahun kematian Yakobus, kira-kira pada tahun 54 M.
Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.


Terima kasih Saudara Julian. Tuhan memberkati pelayanannya. sgt diberkati dgn informasi di dalam artikel ini.