Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

 7 Cara Menghadapi Persoalan Hidup yang Berat

 

6. Menghadapi Tantangan Hidup dengan Bertekun Senantiasa

Menyerah dalam menghadapi tantangan hidup yang berat adalah bentuk dari kemunduran iman. Hal ini disebabkan oleh tidak ingin berjuang dan bertekun dalam menghadapi badai hidup atau persoalan berat yang menimpa.

Bertekun yang dimaksud di sini adalah berusaha dengan giat untuk mengatasi persoalan hidup dengan tepat sesuai dengan kehendak Tuhan. Banyak orang Kristen mundur dalam iman, bukan karena mereka tidak mau berjuang, tetapi juga tidak mau bertekun senantiasa.

Baca juga: Berjalan dalam Rencana Tuhan (2 Petrus 1:3-11)

Tidak cukup dengan hanya berjuang, juga harus bertekun. Bila seseorang tidak bertekun, maka sia-sialah perjuangannya selama ini. Misal seorang anak muda telah berjuang meraih kesuksesannya, tetapi tentu perjuangannya itu akan terhenti bila ia tidak mau bertekun.

Sebaliknya, pencapaian yang diperolehnya harus dijaga, dipupuk, dikembangkan, dan diperluas zona atau wilayah bisnisnya. Di sinilah seseorang membutuhkan ketekunan. Ia harus bertekun dengan bisnis yang digelutinya. Ia harus bertekun mempelajari cara berbisnis, mengembangkan bisnis, bersosialisasi, dan meningkatkan kemampuan dirinya.

Perlu kita ketahui bahwa “sebuah kualitas dapat terjaga apabila disertai dengan ketekunan.” Sebaliknya bila tidak bertekun dan disiplin, maka konsistensi, kualitas, dan kompetensi pun menurun. Akibatnya, tidak ada kemajuan, malah kualitasnya menurun.

Dengan demikian, dalam menghadapi tantangan hidup yang berat kita harus bertekun senantiasa, termasuk bertekun dalam iman.

Baca juga: Mesias yang Dijanjikan dalam Alkitab, Ini Penjelasannya…

Bertekun adalah wajib dilakukan oleh seorang pejuang dalam gelanggang perlombaan, termasuk bertekun dalam persoalan rohani. Dan yang perlu kita geluti dengan konsentrasi penuh adalah bertekun dalam perkara rohani, sebab sejauh mana kedewasaan iman kita, sejauh itulah kita sanggup menghadapi tantangan hidup setiap hari.

Roma 5:3-5: Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Yakobus 1:2-4 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

 

 

7. Menghadapi Tantangan Hidup dengan Berbuah Rohani

Cara terakhir yang tepat untuk kita terapkan ketika menghadap persoalan yang berat sebagai orang Kristen adalah dengan menghasilkan atau menjaga agar selalu berbuah rohani. Hal ini mutlak harus dimiliki oleh orang percaya.

Klimaks seseorang mengikut Tuhan adalah ia mencapai kesempurnaan yakni serupa dengan Kristus. Sempurna adalah titik pencapaian rohani seseorang yang dilewati melalui persoalan hidup. Maka, jelaslah bahwa persoalan hidup atau tantangan hidup yang berat merupakan sarana pembentukan karakter dan iman orang percaya.

Baca juga: Pentingnya Proteksi Iman dalam Kehidupan Orang Kristen

Berbicara tentang sempurna berarti berbicara tentang pertumbuhan iman yang dewasa dan hidup berkenan kepada Bapa, sama seperti Tuhan Yesus. Dan Dialah teladan kita yang sempurna. Sebagaimana Bapa menghendaki kita sempurna (Mat. 5:48), maka kita harus berjuang serupa dengan Kristus.

Terkait dengan menjadi sempurna, ini erat hubungannya dengan karakter yang telah diubahkan sesuai dengan kehendak Bapa atau standar Alkitab, yaitu seperti Yesus. Nah, berbicara mengenai karakter berarti juga berbicara tentang berbuah rohani. Dengan kata lain, berbuah rohani berarti seseorang bersedia “mengenakan karakter Kristus”.

Di sisi lain, Alkitab menyebutkan bahwa “lawanlah kejahatan dengan kebaikan.” Tentu, persoalan hidup yang berat, bisa jadi dari internal dan eksternal. Faktor eksternal bisa juga oleh pihak lain atau sesama kita.

Misalkan kita dibenci, dihina, dan ditolak di lingkungan karena iman kepada Kristus, maka kita perlu mengenakan karakter Kristus di dalam kita, yakni mengampuni, mengasihi, tetap berbuat baik, dan mendoakan agar mereka mendapat belas kasihan Tuhan dan diberkati.

Intinya adalah ketika kita menghadapi tantangan yang berat, hadapilah dengan berbuah rohani. Yang dimaksud dalam berbuah rohani atau mengenakan karakter Kristus, yakni kita menghasilkan buah roh.

Baca juga: Surat Kristus yang Terbuka; Jadilah Iklannya Tuhan!

Apa itu buah roh? Terdapat dalam Galatia 5:22-23, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

Ketika kita diperlakukan dengan tidak adil, tetaplah mengasihi dan mengampuni. Ketika kita diizinkan Tuhan berada dalam “zona tidak nyaman”, tetaplah sabar dan bertekun. Ketika kita dibenci, dihina, difitnah, tunjukanlah kasih Kristus.

Ketika melakukan kesalahan dan apapun bentuk konsekuensi yang harus kita terima, jadilah pribadi yang bertanggung jawab dan tidak merugikan orang lain.

Ketika ada kesempatan untuk mengambil hak orang lain, mencuri, mendapat keuntungan yang tidak wajar, mark-up harga, atau korupsi, tetaplah menguasai diri dan tidak cinta uang, sehingga menjadi pribadi yang bersih dan tidak korup.  Ketika ada yang berkekurangan, butuh pertolongan, dan layak ditlong, ulurkan tangan kasih Kristus melalui dirimu.

Tantangan hidup yang berat atau sulit sekalipun, hadapilah dengan berbuah rohani atau berkarakter Kristus. Dengan demikian, kita akan didapati setia dan tetap menjadi Terang Kristus walau dalam dunia yang gelap, di mana kejahatan semakin merajalela.

Kunci untuk menaklukkan tantangan hidup yang berat adalah ketika kita mengenakan karakter Kristus. Saat itu, kita sedang menjadi saksi Kristus. Ingatlah, menjadi saksi Kristus bukan karena doamu dijawab, sakitmu sembuh, mendapat pekerjaan, tetapi ketika kita berbuah rohani. Dengan mengenakan karakter Kristus dunia akan melihat bahwa Kristus hidup di dalam kita.

Baca juga: Sulit Mengatasi Cemburu dan Pikiran Positif? Ini Solusinya…

 

Inilah penjelasan 7 Cara Menghadapi Persoalan Hidup yang Berat di Tahun yang Baru yang perlu kita terapkan, agar iman kita tetap konsisten dan bertumbuh di dalam kebenaran Alkitab

 

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

 

Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “7 Cara Menghadapi Persoalan Hidup di Tahun yang Baru” ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.

Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 7 Cara Menghadapi Persoalan Hidup di Tahun yang Baru ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!

 

Kunjungi beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

Tanggapan Anda:

error: